Follow Us @farahzu

Showing posts with label motherhood. Show all posts
Showing posts with label motherhood. Show all posts

Thursday, June 22, 2023

Ibu Introvert

5:15 PM 2 Comments

 Dulu pernah denger atau baca cerita ibu-ibu yang kemanapun dikintilin sama anaknya. Bahkan di rumah yang hanya pindah ruangan. Dari kamar, ke dapur, ruang makan, teras, bahkan toilet. Dulu ketika baca itu agak insecure sih, haduh gimana ya gw kan paling ga suka dikintilin. Eh yah sama anak sendiri mah beda kali, pikirku. Ya oqelah.


Alhamdulillah akhirnya merasakan juga jadi ibu yang dikintilin kemana-mana persis kayak cerita di atas. Meskipun itu terjadi beberapa waktu lalu saat anakku masih nempeeeeel banget dan belum banyak membangun kemandirian. Kalau sekarang (2 tahunan) udah enak banget sih Alhamdulillah. Tapi tetap lho, yang namanya 24/7 bersama anak, it’s matter for introvert person like me dan (sebenarnya) sangat suka sendirian ini.


Pernah ada masanya gw jenuuuuuuhh banget. Kalau mau bilang bosan lebih tepat sih, tapi kok kedengerannya tega banget. Sampai bertanya-tanya sendiri, “Boleh gak sih merasa bosan bersama dengan anak sendiri?” ☹ Ketika mengungkapkan pertanyaan itu pada suami, Alhamdulillah dia paham dan menjawab, “Ya udah kamu ambil waktu sendirian lah, Fatih biar sama aku.” Alhamdulillah. Setelah jeda beberapa waktu, meski hanya setengah sampai 1 jam, aku sudah kangen lagi pada si bocil dan rasanya siap untuk bisa dikintilin lagi. 


Kedua, saya tuh gak suka ngomong; yah, meskipun orang-orang yang kenal saya pada zaman dahulu pasti akan menyangkal. What?? Farah si cerewet bisa jadi pendiam? Gak mungkin. Hahaha, tapi beneran, makin tua saya makin gak suka ngomong. Saya juga gak suka sama orang banyak omong. Saya suka keheningan, dan berbicara hanya ketika diperlukan.


Tapi itu semua harus berubah ketika saya jadi ibu. Anak saya perlu ibu yang cerewet, banyak omong, demi perkembangan bahasanya. Alamak. Saya akhirnya menyadari bahwa banyak bicara itu ternyata ada perlunya. Kadang malah sangat diperlukan >.< Duh mana lagi si ibu-ibu kayak gue yang buat cerewet aja perlu effort? *nyari temen. Kebanyakan ibu-ibu yang saya kenal justru perlu effort untuk mengerem kecerewetannya.


Setiap perempuan yang Allah beri amanah jadi ibu pasti melalui tantangan-tantangannya sih, kalau tidak mau menyebut hambatan, hehe... termasuk punya kepribadian kelewat introvert kayak gue. Tapi Allah sudah berikan juga modal dan sumber daya untuk para ibu melewatinya dengan sebaik-baiknya. Jangan lupa apapun tantangan yang sedang kau hadapi, Buibuk, bersandarlah hanya pada Allah ya! Jangan pernah lupa lidahmu (doa) adalah ujung tombak anakmu, maka berhati-hatilah melepas apapun yang keluar dari mulutmu itu. 


Sekian curhatan Umma kali ini... Babaaaay! Assalamualaikum...


Thursday, May 12, 2022

Review 4 Bahan Ring Sling (Linen, Katun Bambu, Katun, Kaos)

5:43 AM 4 Comments

 Halo Buibuk! Assalamualaikum!

Kali ini saya mau bahas salah satu jenis gendongan ergonomis (M-Shape support), yaitu ring sling. Apa itu ring sling?

Kalau menurut saya ring sling ini seperti jarik modern, karena berupa kain panjang dengan ring tanpa celah untuk menyatukan dan mengunci kainnya, sehingga lebih kencang dan aman dibanding kain jarik kalau cara pakainya masih tradisional alias diuwel-uwel di pundak. Ring sling ini menggunakan ring tanpa celah sehingga tidak akan terbuka dan membahayakan bayi ketika digendong.

Saya pribadi suka sekali menggendong dengan ring sling karena praktiiiisss sekali. Yah meskipun hanya bertumpu pada 1 bahu. Kalau saya perlu menggendong cepat, saya pakai ring sling. Tapi kalau mau menggendong lama, ya saya pakai SSC hehehe…

Banyak sekali produsen yang memproduksi ring sling ini, dengan bahan yang berbeda-beda. Review saya ini berdasarkan bahan dan contoh merek yang saya punya ya. Check it out!


    a. Ring Sling Bahan Linen (Harga: 180-190ribu)

RS berbahan linen ini paling umum dan paling banyak diproduksi. Kalau yang saya punya ini merek MyBabyPouch. Karena bahan linen, agak kasar, jadi terasa mengunci dan sangat ajeg ketika membawa berat beban bayi. Kencang, tapi menurut saya agak “nglekeb” gitu, gimana ya jelasinnya. Yah intinya bayi menempel sempurna seperti nyaris gak gerak ke badan kita. Tapi kalau anak sudah berat, ring sling bahan linen ini terasa yang paling ajeg sih untuk menggendong.


    b. Ring Sling Bahan Katun Bambu (Harga: 110ribu)

Merek yang paling umum untuk rs katun bamboo ini adalah Cuddle Me, seperti yang saya punya. Alhamdulillah dapet dikasih hihi… Bahannya lembut, gak gerah, agak tricky pakainya. Kalau belum jago, mesti latihan cara menggunakan ring sling yang benar. Pokoknya kalau gak benar cara pakainya, banyak yang ga berhasil pakai ini, merosot lah, licin, dan sebagainya. Tapi kalau sudah benar cara pakainya, ini gendongan enak banget. Bahkan sempat jadi gendongan favorit saya. Sempat? Iya, menurut saya bahan ini nyaman banget sampai waktu tertentu, yaitu ketika BB anak belum terlalu berat. Kalau sudah di atas 10kg, menurut saya mulai terasa tidak ajeg dan kurang mendekap. Meskipun klaimnya sih bisa dipakai sampai BB anak 15-20kg.



    c. Ring Sling Bahan Katun (Harga: 100ribuan)

Yang saya punya ini dari merek Petite Mimi. Ring sling pertama saya, dapat dari kado Alhamdulillah. Ring sling ini rasanya ajeg dan anak bisa mendekap sempurna ke kita. Bahannya agak tebal, aman tapi bisa jadi agak gerah dipakainya. Kekurangannya, ukuran ring Petite Mimi kekecilan untuk bahan setebal itu, jadi susah untuk “menyisir” kain dan meng-adjust ukuran kekencangan gendongannya.


    d. Ring Sling Bahan Kaos (Harga: 100ribu)

Nah ini nih, ring sling yang GaTot menurut saya. Not recommended. Saya beli yang merek Malilkids. Kesan awal sih kainnya enakeun, tapi ternyata ga bisa dipakai gendong. Entah karena kainnya ketipisan, atau licin, atau karena kombinasi bahan kain dan ringnya tidak cocok. Saya penasaran sampai mengirim gendongan ini ke teman yang Certified Baby Wearing Consultant. Menurutnya ringnya yang tidak cocok, hanya ring logam tanpa polesan apapun sehingga licin kalau dipasangkan dengan kain apapun. Awalnya enak banget pakai ini. Tapi tunggu semenit, dua menit, mulai melorot. Bukan merosot ya, tapi melorot. Jadi anak di gendongan turun pelan-pelan. Gendongan ini tidak bisa menopang dengan baik, padahal waktu itu BB anakku baru 7kg. Failed lah. 

Update: Setelah tulisan ini dibuat, Malilkids membuat ring sling bahan kaos baru yang mungkin berbeda dengan jenis sebelumnya. Tulisan ini hanya membahas ringsling kaos yang awal diproduksi oleh Malilkids. 


Baca Juga: (Sharing) Tips Mengatasi Heartburn pada Ibu Hamil 

Nah. Itu tadi review 4 bahan ring sling dari saya. Mana yang paling saya suka? Untuk BB bayi di bawah 10kg, saya lebih nyaman pakai katun bamboo, tapi setelah 10kg ke atas, linen juaranyaaaaa… harga gak bohong yee… wkwkwkwk…

Semoga manfaat ya Buibuk!



Tuesday, November 24, 2020

(Sharing) Tips Mengatasi Heartburn pada Ibu Hamil

8:49 PM 0 Comments

Assalamualaikum!

Buat para ibu hamil terutama yang sudah mulai besar kandungannya, heartburn adalah sesuatu yang sangat lazim dialami. Heartburn adalah perasaan panas di dada yang disebabkan oleh asam lambung yang naik sampai ke kerongkongan (reflux) (sumber: link). Meskipun lazim dan normal terjadi, namun tentu saja rasanya sangat tidak nyaman ya Bund. Bahkan sebelum asam lambung itu naik ke kerongkongan, sudah terasa ada semacam gelombang panas yang naik ke dada dan itu membuat tidak nyaman serta perih pada ulu hati.

sumber: link
Disclaimer:

Saya bukan tenaga medis yang ilmunya mumpuni tentang ini ya. Saya hanya sharing dari apa yang saya baca, lalu saya praktekkan. Mudah-mudahan tetap bisa diambil manfaatnya 😊

Saat usia kehamilan 25minggu adalah saat heartburn paling rajin menghampiri saya. Saya browsing dan menemukan beberapa tips, seperti makan lebih sedikit namun sering. Saya mencobanya namun gagal, yang ada saya makan lebih sering dengan porsi yang sudah dikurangi, namun saya nambah lagi setelahnya. Masih lapar hahaha…

Tips kedua adalah tidak berbaring 1-2 jam setelah makan. Ini juga saya coba, namun saya tidak merasa terbantu dengan signifikan. Heartburn masih sering saya alami.

Tips berikutnya adalah memperbanyak asupan serat. Naaah, inilah tips yang bekerja efektif di saya. Pas banget beberapa hari belakangan saya lagi ga ada buah di rumah, kecuali sayur-sayuran. Tapi waktu lihat di dapur, ternyata saya punya beberapa agar-agar dan jelly yang belum diolah. Salah satunya stok untuk bikin puding, yang tak kunjung terlaksana karena terbatasnya gerak saya pasca bedrest karena flek dan bleeding. Akhirnya saya buat saja agar-agar dan jelly sederhana sebagaimana seharusnya, tanpa susu dan dengan pemanis gula aren. Fyi, sejak sebelum hamil saya memang sangat sedikit mengonsumsi gula pasir.

sumber: link

Serat yang tinggi pada agar-agar sangat baik untuk menenangkan asam lambung dan membuatnya cukup penuh namun tetap sehat. Di samping itu, gula aren memang memiliki manfaat sendiri untuk membantu menetralisir asam lambung (sumber: link )


Baca Juga: Obat Maag Alami dari Kunyit


Saya mengonsumsi agar-agar ini kapan saja saya ingin, namun terutama di malam hari sebelum makan malam dan setengah jam setelah makan dan minum vitamin. Alhamdulillah sudah hampir 1 minggu ini saya rutin mengonsumsi agar-agar dengan gula aren dan heartburn saya sudah hampir tidak pernah muncul lagi.

Selamat mencoba, semoga berhasil ya!


Monday, November 23, 2020

Hamil Pertama Setelah Hampir 8 Tahun Pernikahan

3:02 PM 0 Comments

Assalamualaikum!

Kali ini saya mau cerita tentang kehamilan pertama saya. Apa?? Iya! Alhamdulillah saat ini saya sedang menjalani kehamilan pertama saya, tepatnya di usia kehamilan 26 minggu pada saat tulisan ini dibuat. Kehamilan pertama setelah hampir 8 tahun pernikahan yang penuh penantian namun alhamdulillah kami tetap (harus) bahagia. Alhamdulillah, tsumma Alhamdulillah.


Alhamdulillaahilladzii bini’matihi tatimmushshaalihat


Ini adalah kehamilan yang sangat tidak kami sangka-sangka. Bahkan periksa pertama kali ke dokter kandungan, usia janin sudah 12 minggu. Maasya Allah, terharu banget. Kirain baru 5-6minggu, baru kantung kehamilan dan embrio, ternyata sudah lengkap dari kepala sampai kaki, dengan bentuk yang sesuai dengan usianya tentu saja. Pantesan, masa baru 5 minggu idung gue udah gede yaah… masa baru 5 minggu sudah ada linea nigra (garis hitam vertikal memanjang di perut) yaah..


Pasti pertanyaannya, kok bisa Far? Emang ga nyadar kalau gak haid?


Jadi begini ya Saudara/i, di tulisan ini saya akan cerita saja tentang kehamilan awal yang tak terdeteksi selama hampir 3 bulan lamanya ini. Ini adalah bagian yang membuat saya makin takjub dengan rencana dan ke-Maha Kuasa-annya Allah.


Setahun belakangan (sebelum hamil), saya merasa hormon saya agak bermasalah. Ketika haid, biasanya darah baru deras di hari ke-3, ke-4, atau ke-5. Gak sakit sih, makanya saya ga buru-buru periksa ke dokter. Paling minum ramuan-ramuan herbal yang sudah jadi maupun buatan sendiri aja. Nah puncaknya pada saat Ramadhan, 1 bulan sebelum HPHT (hari pertama haid terakhir, yang menjadi patokan usia kehamilan), haid saya baru lancar di hari ke-7. Nah banyak dong hutang puasa saya ☹ Bulan depannya, darah haid saya tidak keluar, hanya bercak-bercak saja meskipun sudah lewat hari ke-7. Saya pikir, ini adalah puncak ketidakseimbangan hormon saya. Sempat sih terlintas sambil iseng, ‘jangan-jangan gua hamil’. Tapi langsung kutepis, ‘ngaco lu Far’, hormon lagi kacau parah gini kok bisa hamil. Hihihii sotoy memang.


Dikarenakan sedang pandemi, jadi saya hanya konsultasi dengan dokter kandungan secara online di Halodoc. Saya pilih dokter kandungan yang available dan secara jam terbang paling banyak, sudah belasan tahun. Setelah saya ceritakan, si dokter bertanya apakah saya hamil. Saya yang sedang tidak berharap apa-apa, menjawab ‘tidak dok, saya sudah 8 tahun menikah dan belum hamil’. Singkat cerita, dokter menyimpulkan seperti perkiraan saya, masalah hormonal. Saya disuruh rajin olahraga untuk menyeimbangkan hormon-hormon saya. Memang jarang olahraga sih. Dah gitu aja, gak dikasih obat apapun.


Bhaique! Besoknya saya langsung ajrut-ajrutan zumba di rumah. Setelahnya, keluar bercak darah. Saya pikir, alhamdulillah, bagus nih, mulai keluar haidnya. Tapi besoknya kok gak keluar lagi darah haidnya. Oqeh, saya zumba lagi. Sampe capek. Teruuuuuss aja gitu sampai hari maksimal haid dan saya kembali shalat. Bulan depannya (bulan kedua), repeat. Persis.  


Naaaah barulah di bulan ketiga, saya sadar saya benar-benar tidak datang bulan. Biasanya belum pernah telat, jadi saya testpack sejak telat 5 hari kalau ga salah. Waktu itu malam hari. Maa sya Allah, 2 garis pertama dalam hidupku setelah penantian panjang bertahun-tahun. Barulah saat itu saya mulai berusaha menjaga diri hihi… besoknya, biar lebih afdhal, saya testpack lagi ketika bangun tidur. Alhamdulillah masih sama hasilnya 😊


Dengan perhitungan kehamilan (kalau benar positif hamil, bukan hamil anggur atau hamil kosong) baru 4 mingguan, saya menunda periksa ke dokter kandungan 1 minggu lagi, supaya sudah bisa terlihat kantung kehamilan dan embrionya. Ini hasil dari browsing dan tanya-tanya ke teman yang dokter juga sih. Satu minggu kemudian saya testpack lagi, sekalian lah ngabisin stok testpack gratisan hihi.. garis 2 jelas sekali. Kemudian kami ke dokter kandungan.

kata orang-orang, testpack itu semakin murah akan semakin akurat! dari 3 testpack ini, saya hanya beli 1, yang 2 saya dapet gratis hehe.. bener-bener murah (gratis)


Setelah menceritakan pada dokter, saya langsung diperiksa dalam (USG Transvaginal). Seperti yang sudah saya ceritakan di atas, kami pun kaget dan tentunya terharu banget karena ternyata usia kehamilan sudah menginjak 12 minggu, sudah terdengar detak jantungnya juga. Ya Allaah, alhamdulillah.


Lah emangnya gak mual-mual Far? Mual sih. Tapi saya santai aja karena saya pikir maag lagi kumat, karena memang sedang malas makan juga. Jadi saya anteng aja minum Proma*. Ya Allaah.. Lalu badan memang sering lemas, kepala pusing, kirain ya biasa aja. Karena saya gak suka saya lemah, jadi saya lawan dengan minum Habbatussauda’, kurma, zaitun, kopi herbal, hahah.. Di mana setelah saya tahu, herbal-herbal itu (habbat, kurma, zaitun) semuanya bersifat panas dan tidak direkomendasikan untuk ibu hamil di trimester awal. Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah.


Selain zumba, obat maag, herba-herba bersifat panas, saya pun sedang rajin-rajinnya ngebolang naik motor yang jauh-jauh sama suami. Selain itu juga seperti biasa saja, mengangkat barang berat, galon, dus madu, haha… Sempet keluar flek sih, tapi ya ga mikir apa-apa. Bahkan setelah keluar flek itu, saya dan suami masih menikmati kosongnya jalanan Jakarta ketika Idul Adha, lalu besoknya saya masih bantu jadi panitia qurban di masjid yang kerjaannya jongkok-berdiri-jongkok-berdiri. Begitulah kalau sudah kosong lama tak kunjung dapat 2 garis, udah ga mau geer lagi kayak waktu dulu masih penganten baru. Hihihi… Tapi alhamdulillaah, janin dalam kandungan saya sehat dan tumbuh sebagaimana normalnya. Maa sya Allah Tabarakallah. Semoga tetap sehat sempurna hingga lahir nanti dan seterusnya. Aamiinn… Saya minta doanya yaaa…

waktu ngebolang bekasi-depok ini, berarti saya sudah hamil 2 bulanan, tapi belum sadar

Begitulah. Cerita ini selalu ditanyakan bila saya memberi kabar gembira kehamilan ini kepada kerabat atau sahabat, karena memang agak aneh sih kok ya ga nyadar kalau hamil tau-tau udah 3 bulan >.<


Alhamdulillah. Doain yaa Om dan Tante 😊


Baca Juga: Laparoskopi Mioma/Fibroid