Follow Us @farahzu

Monday, May 30, 2022

Pachinko (Book Review)

11:56 AM 0 Comments

Judul Buku: Pachinko

Penulis: Min Jin Lee

Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama

Jumlah halaman: 576 halaman

Tahun terbit: 2019

Pachinko
dok: pribadi
 
Pachinko Review
kiri: cover lama ; kanan: cover baru


Hello Readers, Assalamualaikum!

Saya baru saja menamatkan sebuah buku fiksi sejarah yang sangat menarik dan berkesan buat saya. Saya membaca e-book Pachinko ini dari aplikasi Gramedia Digital; jadi resmi ya, no nyolong-nyolong. Novel ini menceritakan tentang kehidupan sebuah keluarga Korea selama 80 tahun dan 4 generasi. Dimulai pada masa kolonisasi Jepang atas Korea hingga tahun 1989. Ringkasnya, kehidupan sebuah keluarga Korea di Jepang pada masanya.

Tokoh utama dalam novel ini bernama Kim Sunja, perempuan Korea, pada saat di muka bumi ini hanya ada 1 Korea. Lalu ia pindah ke Jepang dan meneruskan hidupnya melalui semua masa sulit dan (akhirnya mulai) lapang di negara itu.

Baca Juga: Kim Ji Yeong; Lahir Tahun 1982

Novel ini banyak mengangkat tentang diskriminasi dan prasangka buruk yang dialami oleh warga Korea di Jepang. Beberapa bertahan dan nampak baik-baik saja, tetap menerima kehidupan yang keras sebagai makanan sehari-hari yang mau tidak mau harus mereka telan. Noa, anak pertama Sunja menekankan pada dirinya dan adiknya, “Orang Korea tidak boleh berbuat kesalahan”, karena orang Korea yang baik saja sudah dianggap buruk, apalagi yang tidak baik. Tapi menurut tokoh yang lain, “Tidak penting menjadi Orang Korea yang baik, karena sama saja akan dianggap buruk juga”. Syedih ya Gais…

Selain diskriminasi dan prasangka, saya juga menggarisbawahi tentang identitas dan penerimaan diri. Bagi orang-orang tertentu, memiliki identitas yang jelas dan tidak membawa aib nampaknya sangat menjadi isu, sehingga ia tidak takut menghilangkan nyawanya hanya karena tidak mendapatkannya. Namun bagi sebagian yang lain, yang pasrah menerima dirinya, latar belakangnya yang tidak bisa ia ubah sebagai takdir yang harus diterima, bisa hidup dengan lebih baik. Orang golongan kedua ini fokus membangun masa depannya dan tutup kuping pada omongan orang-orang yang tidak perlu. Dia hanya perlu membuktikan dirinya berhasil, bisa mengangkat kehidupan keluarganya, dan membangun masa depan yang cerah untuk anak keturunannya.  

Menurut saya novel ini sangat kaya. Mulai dari alur dan tokohnya yang saya ga bisa nebak bakal gimana, juga kaya secara emosional; saya bisa merasa degdegan, happy, sedih, haru, kecewa, penasaran, marah, sakit hati, ga bisa terima, dan pasrah—selama membaca buku ini. Warbyasa kan? Selain itu, buku ini juga sangat kaya informasi, baik fakta sejarah yang objektif maupun subjektif berdasarkan persepsi para tokohnya. Ternyata dalam pembuatan novel ini, penulis memang melibatkan riset panjang yang tidak main-main lho. Sebagai penggemar bacaan sejarah, buat saya buku ini jempol banget!

Bahasa novel ini kaku menurut saya, mungkin karena ini terjemahan, meskipun banyak juga karya terjemahan yang tidak kaku sih. Tapi karena ceritanya menarik, saya suka sekali membacanya, apalagi ketika baru menyadari di tengah cerita, kalau buku ini tebalnya lebih dari 500 halaman. Hepi banget, berarti selesainya masih lama wkwkwkwk…

Penulis menggunakan sudut pandang orang ketiga, alias penulis sebagai ‘tuhan’ yang mengetahui segalanya, bahkan isi hati semua tokohnya. Buat saya cerita setebal ini isinya daging semua. Semua tokohnya penting, sedikit sekali nama yang jadi ‘figuran’ sepanjang kisah ini. Sebelum menyelesaikan membaca, saya sudah merasa puas, dan alhamdulillah tetap puas sampai menemukan ending cerita ini. Selamat Min Jin Lee! (sok kenal)  

Wednesday, May 25, 2022

Book Review: Bekisar Merah – Ahmad Tohari

6:48 AM 0 Comments

Judul: Bekisar Merah

Genre: Fiksi

Author: Ahmad Tohari, 1993

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Jumlah halaman: 360 halaman


Assalamualaikum! Apa kabar Readers?

Ada masanya, saya mengisi waktu dengan menikmati karya-karya sastrawan angkatan lalu. Salah satunya Ahmad Tohari dengan novel Bekisar Merahnya.

Bekisar adalah jenis ayam hasil persilangan yang berharga mahal dan sering dikonteskan.


Novel ini berlatar tahun-tahun awal kemerdekaan Indonesia, saat masih dipimpin oleh Presiden Soekarno. Isinya bercerita tentang seorang gadis desa yang berperawakan mirip Jepang, karena ayahnya memang tentara Jepang. Dia cantik dan kecantikannya sangat menonjol. Namanya Lasi.


Awalnya ia seorang istri dari pemuda kampung yang miskin dan biasa saja, hidup dengan bersahaja dan setia. Namun ia harus menelan kecewa karena kekhilafan suaminya yang tak termaafkan. Lasi pun kabur ke Jakarta, dan terjerumus pada ‘bisnis’ yang tak pernah dipahaminya dengan kepolosan pandangannya. Ia menjadi wanita simpanan pejabat dan sempat dipindahtangankan kepada pejabat lain yang menginginkannya, yang lebih berkuasa daripada pejabat sebelumnya. Lasi yang cantik berdarah Jepang ini menjadi ‘incaran’ di kalangan pejabat, terkait dengan pemimpin negara yang belum lama menikahi seorang wanita Jepang (hayooo siapa yang jadi auto-browsing??).


Singkat cerita, ia menemukan cinta sejatinya (bernama Kanjat) di desa kelahirannya, lalu menikah. Ia sempat diculik kembali ke Jakarta dan pada akhirnya sang suami berhasil membebaskannya. 


Novel ini menceritakan kenyataan hidup yang sangat susah bagi rakyat kecil, di tengah alam yang terbatas dan hasilnya hanya dihargai dengan sangat murah.  Karangsoga, desa tempat Lasi tumbuh, menikah pertama kali, dan kembali ketika menemukan cintanya, adalah sebuah desa penghasil gula kelapa (gula merah). Para penyadap nira kelapa harus naik ke pohon-pohon kelapa yang sangat tinggi, mempertaruhkan nyawa, dan membawa nira yang diolah para istri di rumah sehingga bisa dijual pada tengkulak, yang sesukanya menetapkan dan menaik-turunkan harga gula. Namun mereka, masyarakat penyadap itu tidak punya pilihan lain. Tanah mereka tidak cukup subur untuk ditanami padi atau komoditas lainnya. Mata pencaharian lainnya sangat sulit ditemukan di sana.


Berbeda dengan kehidupan Lasi ketika di Jakarta, fasilitas yang dinikmatinya bagaikan langit dan bumi dengan apa yang bisa dinikmatinya di Karangsoga. Betapa mewah dan seperti tak terbatas.


Orang-orang kaya seperti tengkulak dan jaringannya hingga kota besar seperti Jakarta, sesungguhnya berhutang pada orang-orang terpinggirkan seperti masyarakat penyadap di Karangsoga. Mereka menikmati hasil melimpah (membeli gula dengan harga rendah) dari usaha sangat tinggi resiko yang dilakukan para penyadap, kemudian dapat menjualnya dengan harga tinggi di kota besar. Demikian yang mengganggu pikiran Kanjat, putra tengkulak yang kelak menjadi suami Lasi.


Novel ini menceritakan kehidupan lain para pejabat pada masa itu (entah sekarang) yang sebelumnya tidak banyak saya tahu, terutama yang berkaitan dengan “wanita”. Dengan alur maju, kehidupan tokoh utama diceritakan dengan detail dan cukup rumit, sehingga saya cukup menikmati membacanya. Sayangnya, konflik utama yang saya tunggu-tunggu menurut saya kurang seru. Konflik selesai dan melandai sebelum klimaks sehingga saya sudah degdegan eh ga jadi seru, hihi...


Baca Juga: Men are from Mars, Women are from Venus


Menurut saya, buku ini (beserta karya-karya Ahmad Tohari lainnya) sangat layak untuk dibaca. Buku ini membuka wawasan dan dengan mudah membawa pembaca seperti melihat dan mengalami langsung kejadian demi kejadian dalam ceritanya. Penggambaran latarnya cukup detail namun tidak berlebihan, sehingga saya merasa sayang kalau tidak membacanya secara utuh. 

Terima kasih sudah membaca ya! Wassalamu'alaikum :)

Thursday, May 12, 2022

Review 4 Bahan Ring Sling (Linen, Katun Bambu, Katun, Kaos)

5:43 AM 0 Comments

 Halo Buibuk! Assalamualaikum!

Kali ini saya mau bahas salah satu jenis gendongan ergonomis (M-Shape support), yaitu ring sling. Apa itu ring sling?

Kalau menurut saya ring sling ini seperti jarik modern, karena berupa kain panjang dengan ring tanpa celah untuk menyatukan dan mengunci kainnya, sehingga lebih kencang dan aman dibanding kain jarik kalau cara pakainya masih tradisional alias diuwel-uwel di pundak. Ring sling ini menggunakan ring tanpa celah sehingga tidak akan terbuka dan membahayakan bayi ketika digendong.

Saya pribadi suka sekali menggendong dengan ring sling karena praktiiiisss sekali. Yah meskipun hanya bertumpu pada 1 bahu. Kalau saya perlu menggendong cepat, saya pakai ring sling. Tapi kalau mau menggendong lama, ya saya pakai SSC hehehe…

Banyak sekali produsen yang memproduksi ring sling ini, dengan bahan yang berbeda-beda. Review saya ini berdasarkan bahan dan contoh merek yang saya punya ya. Check it out!


    a. Ring Sling Bahan Linen (Harga: 180-190ribu)

RS berbahan linen ini paling umum dan paling banyak diproduksi. Kalau yang saya punya ini merek MyBabyPouch. Karena bahan linen, agak kasar, jadi terasa mengunci dan sangat ajeg ketika membawa berat beban bayi. Kencang, tapi menurut saya agak “nglekeb” gitu, gimana ya jelasinnya. Yah intinya bayi menempel sempurna seperti nyaris gak gerak ke badan kita. Tapi kalau anak sudah berat, ring sling bahan linen ini terasa yang paling ajeg sih untuk menggendong.


    b. Ring Sling Bahan Katun Bambu (Harga: 110ribu)

Merek yang paling umum untuk rs katun bamboo ini adalah Cuddle Me, seperti yang saya punya. Alhamdulillah dapet dikasih hihi… Bahannya lembut, gak gerah, agak tricky pakainya. Kalau belum jago, mesti latihan cara menggunakan ring sling yang benar. Pokoknya kalau gak benar cara pakainya, banyak yang ga berhasil pakai ini, merosot lah, licin, dan sebagainya. Tapi kalau sudah benar cara pakainya, ini gendongan enak banget. Bahkan sempat jadi gendongan favorit saya. Sempat? Iya, menurut saya bahan ini nyaman banget sampai waktu tertentu, yaitu ketika BB anak belum terlalu berat. Kalau sudah di atas 10kg, menurut saya mulai terasa tidak ajeg dan kurang mendekap. Meskipun klaimnya sih bisa dipakai sampai BB anak 15-20kg.



    c. Ring Sling Bahan Katun (Harga: 100ribuan)

Yang saya punya ini dari merek Petite Mimi. Ring sling pertama saya, dapat dari kado Alhamdulillah. Ring sling ini rasanya ajeg dan anak bisa mendekap sempurna ke kita. Bahannya agak tebal, aman tapi bisa jadi agak gerah dipakainya. Kekurangannya, ukuran ring Petite Mimi kekecilan untuk bahan setebal itu, jadi susah untuk “menyisir” kain dan meng-adjust ukuran kekencangan gendongannya.


    d. Ring Sling Bahan Kaos (Harga: 100ribu)

Nah ini nih, ring sling yang GaTot menurut saya. Not recommended. Saya beli yang merek Malilkids. Kesan awal sih kainnya enakeun, tapi ternyata ga bisa dipakai gendong. Entah karena kainnya ketipisan, atau licin, atau karena kombinasi bahan kain dan ringnya tidak cocok. Saya penasaran sampai mengirim gendongan ini ke teman yang Certified Baby Wearing Consultant. Menurutnya ringnya yang tidak cocok, hanya ring logam tanpa polesan apapun sehingga licin kalau dipasangkan dengan kain apapun. Awalnya enak banget pakai ini. Tapi tunggu semenit, dua menit, mulai melorot. Bukan merosot ya, tapi melorot. Jadi anak di gendongan turun pelan-pelan. Gendongan ini tidak bisa menopang dengan baik, padahal waktu itu BB anakku baru 7kg. Failed lah.

Baca Juga: (Sharing) Tips Mengatasi Heartburn pada Ibu Hamil 

Nah. Itu tadi review 4 bahan ring sling dari saya. Mana yang paling saya suka? Untuk BB bayi di bawah 10kg, saya lebih nyaman pakai katun bamboo, tapi setelah 10kg ke atas, linen juaranyaaaaa… harga gak bohong yee… wkwkwkwk…

Semoga manfaat ya Buibuk!



Saturday, February 26, 2022

Review: Skintific 5X Ceramide Low pH Cleanser (Busui Friendly)

9:06 PM 1 Comments

Hello Beauties, Assalamualaikum!

Alhamdulillah setelah vacum hampir 2 tahun, pecah telor nih artikel review πŸ’ heheh.. Kali ini saya akan mereview sebuah pembersih wajah yang aman untuk ibu hamil dan menyusui, yaitu Skintific 5X Ceramide Low pH Cleanser. Let’s check it out.

 

Sekilas tentang Brand

Skintific adalah sebuah brand baru yang sudah launching di bulan Agustus 2021 lalu. Produk ini diformulasikan oleh sekelompok ilmuwan di Kanada, tapi yang masuk ke Indonesia ini produksinya di Guangzhou, China. Saat artikel ini dibuat, Skintific sudah terdaftar di BPOM dan sedang dalam proses untuk mendapatkan sertifikat Halal dari MUI. Vegan friendly, jadi in sya Allah halal meskipun sertifikatnya belum keluar. Mantul.  

 

Konsep yang diusung brand ini adalah Fast and Barrier Safe. Produk-produknya dirancang fokus untuk cepat memperbaiki masalah kulit dengan precise active ingredients namun tetap menjaga dan melindungi skin barrier dengan rich hydration formula. Intinya tidak takut menggunakan bahan aktif asal tepat guna, namun aman bahkan untuk kulit sensitif.

 

Hhhmmmm ada yang mulai berkerut gak bacanya? Bahas dikit yuk.

 

Di lapisan terluar kulit kita (epidermis), ada lapisan lipid/lemak yang memiliki kandungan kolesterol, asam lemak, dan ceramid, yang disebut dengan skin barrier. Skin barrier ini berfungsi untuk melindungi kulit dan tubuh kita dari dehidrasi (dengan mengikat kelembaban), serta berbagai racun dan patogen berbahaya (sumber: link). Nah, di lapisan skin barrier inilah produk skincare bekerja.

 

Ceramid, seperti yang telah disebutkan di atas, adalah salah satu jenis lipid juga yang menjaga kelembaban kulit. Produk ini mengandung 5X Ceramid maksudnya bukan lima kali ya, tapi lima tipe ceramid, supaya lebih efektif gitu..

 

Penjelasan Produk

Naaah, Skintific 5X Ceramide Low pH Cleanser ini adalah pembersih wajah yang memiliki pH seperti pH kulit kita, jadi in sya Allah aman dan gak akan nambah-nambahin masalah kulitmu. Kita mulai reviewnya yaaa…

 

Kemasan

Cleanser ini dikemas dalam tube plastik berukuran 80ml berwarna biru pastel dengan tutup berwarna putih agak butek. Kemasannya kokoh, penampakannya sangat simpel dan minim penjelasan. Penjelasan lebih lengkapnya ada di dusnya sih. 

 

Klaim

 

Ingredients


Tekstur

Low pH Cleanser ini teksturnya cukup padat (thick) menurut saya. Tapi setelah dibasahi dan dibusakan dengan tangan, busanya cukup (tidak berlebihan), lembut dan terasa creamy.

 

Kesan

Setelah pemakaian kurang lebih 2 minggu, berikut kesan saya terhadap produk ini:

- Busanya lumayan banyak dan lembuuuuutt banget. Katanya kelembutan ini berasal dari teknologi microfoam yang digunakan

- Ada wanginya, namun lembut dan menenangkan

- Setelah membersihkan wajah dengan cleanser ini, kulit terasa bersih, agak kesat dan agak kering namun tidak terlalu membuat kulit saya terasa ditarik

- Tidak ada efek negatif terhadap kulit saya

 

Bagaimana dengan efek melembabkan dari 5 tipe ceramidnya? Bagi saya yang sudah terbiasa menggunakan cleanser yang gentle dan pH balanced, Low pH Cleanser dari Skintific ini terasa agak kering setelah digunakan. Kulit saya baru terasa supple lagi setelah pakai hydrating toner. Meskipun para vlogger dan blogger lain bilang produk ini melembabkan banget after effectnya bahkan sampai menominasikannya sebagai holy grail mereka, yagapapayaaaa kan masalah idup kulit orang berbeda-beda. Referensi cleanser yang sebelumnya dipakai juga beda-beda. Jadi wajar kalau kesan yang tertinggal di hati kulit wajah juga berbeda.

 

Nah, demikian review saya tentang cleanser Skintific ini. Semoga membantu buat yang lagi cari cleanser yaa. Terima kasih sudah membaca.

Tuesday, November 24, 2020

(Sharing) Tips Mengatasi Heartburn pada Ibu Hamil

8:49 PM 0 Comments

Assalamualaikum!

Buat para ibu hamil terutama yang sudah mulai besar kandungannya, heartburn adalah sesuatu yang sangat lazim dialami. Heartburn adalah perasaan panas di dada yang disebabkan oleh asam lambung yang naik sampai ke kerongkongan (reflux) (sumber: link). Meskipun lazim dan normal terjadi, namun tentu saja rasanya sangat tidak nyaman ya Bund. Bahkan sebelum asam lambung itu naik ke kerongkongan, sudah terasa ada semacam gelombang panas yang naik ke dada dan itu membuat tidak nyaman serta perih pada ulu hati.

sumber: link
Disclaimer:

Saya bukan tenaga medis yang ilmunya mumpuni tentang ini ya. Saya hanya sharing dari apa yang saya baca, lalu saya praktekkan. Mudah-mudahan tetap bisa diambil manfaatnya 😊

Saat usia kehamilan 25minggu adalah saat heartburn paling rajin menghampiri saya. Saya browsing dan menemukan beberapa tips, seperti makan lebih sedikit namun sering. Saya mencobanya namun gagal, yang ada saya makan lebih sering dengan porsi yang sudah dikurangi, namun saya nambah lagi setelahnya. Masih lapar hahaha…

Tips kedua adalah tidak berbaring 1-2 jam setelah makan. Ini juga saya coba, namun saya tidak merasa terbantu dengan signifikan. Heartburn masih sering saya alami.

Tips berikutnya adalah memperbanyak asupan serat. Naaah, inilah tips yang bekerja efektif di saya. Pas banget beberapa hari belakangan saya lagi ga ada buah di rumah, kecuali sayur-sayuran. Tapi waktu lihat di dapur, ternyata saya punya beberapa agar-agar dan jelly yang belum diolah. Salah satunya stok untuk bikin puding, yang tak kunjung terlaksana karena terbatasnya gerak saya pasca bedrest karena flek dan bleeding. Akhirnya saya buat saja agar-agar dan jelly sederhana sebagaimana seharusnya, tanpa susu dan dengan pemanis gula aren. Fyi, sejak sebelum hamil saya memang sangat sedikit mengonsumsi gula pasir.

sumber: link

Serat yang tinggi pada agar-agar sangat baik untuk menenangkan asam lambung dan membuatnya cukup penuh namun tetap sehat. Di samping itu, gula aren memang memiliki manfaat sendiri untuk membantu menetralisir asam lambung (sumber: link )


Baca Juga: Obat Maag Alami dari Kunyit


Saya mengonsumsi agar-agar ini kapan saja saya ingin, namun terutama di malam hari sebelum makan malam dan setengah jam setelah makan dan minum vitamin. Alhamdulillah sudah hampir 1 minggu ini saya rutin mengonsumsi agar-agar dengan gula aren dan heartburn saya sudah hampir tidak pernah muncul lagi.

Selamat mencoba, semoga berhasil ya!


Monday, November 23, 2020

Hamil Pertama Setelah Hampir 8 Tahun Pernikahan

3:02 PM 0 Comments

Assalamualaikum!

Kali ini saya mau cerita tentang kehamilan pertama saya. Apa?? Iya! Alhamdulillah saat ini saya sedang menjalani kehamilan pertama saya, tepatnya di usia kehamilan 26 minggu pada saat tulisan ini dibuat. Kehamilan pertama setelah hampir 8 tahun pernikahan yang penuh penantian namun alhamdulillah kami tetap (harus) bahagia. Alhamdulillah, tsumma Alhamdulillah.


Alhamdulillaahilladzii bini’matihi tatimmushshaalihat


Ini adalah kehamilan yang sangat tidak kami sangka-sangka. Bahkan periksa pertama kali ke dokter kandungan, usia janin sudah 12 minggu. Maasya Allah, terharu banget. Kirain baru 5-6minggu, baru kantung kehamilan dan embrio, ternyata sudah lengkap dari kepala sampai kaki, dengan bentuk yang sesuai dengan usianya tentu saja. Pantesan, masa baru 5 minggu idung gue udah gede yaah… masa baru 5 minggu sudah ada linea nigra (garis hitam vertikal memanjang di perut) yaah..


Pasti pertanyaannya, kok bisa Far? Emang ga nyadar kalau gak haid?


Jadi begini ya Saudara/i, di tulisan ini saya akan cerita saja tentang kehamilan awal yang tak terdeteksi selama hampir 3 bulan lamanya ini. Ini adalah bagian yang membuat saya makin takjub dengan rencana dan ke-Maha Kuasa-annya Allah.


Setahun belakangan (sebelum hamil), saya merasa hormon saya agak bermasalah. Ketika haid, biasanya darah baru deras di hari ke-3, ke-4, atau ke-5. Gak sakit sih, makanya saya ga buru-buru periksa ke dokter. Paling minum ramuan-ramuan herbal yang sudah jadi maupun buatan sendiri aja. Nah puncaknya pada saat Ramadhan, 1 bulan sebelum HPHT (hari pertama haid terakhir, yang menjadi patokan usia kehamilan), haid saya baru lancar di hari ke-7. Nah banyak dong hutang puasa saya Bulan depannya, darah haid saya tidak keluar, hanya bercak-bercak saja meskipun sudah lewat hari ke-7. Saya pikir, ini adalah puncak ketidakseimbangan hormon saya. Sempat sih terlintas sambil iseng, ‘jangan-jangan gua hamil’. Tapi langsung kutepis, ‘ngaco lu Far’, hormon lagi kacau parah gini kok bisa hamil. Hihihii sotoy memang.


Dikarenakan sedang pandemi, jadi saya hanya konsultasi dengan dokter kandungan secara online di Halodoc. Saya pilih dokter kandungan yang available dan secara jam terbang paling banyak, sudah belasan tahun. Setelah saya ceritakan, si dokter bertanya apakah saya hamil. Saya yang sedang tidak berharap apa-apa, menjawab ‘tidak dok, saya sudah 8 tahun menikah dan belum hamil’. Singkat cerita, dokter menyimpulkan seperti perkiraan saya, masalah hormonal. Saya disuruh rajin olahraga untuk menyeimbangkan hormon-hormon saya. Memang jarang olahraga sih. Dah gitu aja, gak dikasih obat apapun.


Bhaique! Besoknya saya langsung ajrut-ajrutan zumba di rumah. Setelahnya, keluar bercak darah. Saya pikir, alhamdulillah, bagus nih, mulai keluar haidnya. Tapi besoknya kok gak keluar lagi darah haidnya. Oqeh, saya zumba lagi. Sampe capek. Teruuuuuss aja gitu sampai hari maksimal haid dan saya kembali shalat. Bulan depannya (bulan kedua), repeat. Persis.  


Naaaah barulah di bulan ketiga, saya sadar saya benar-benar tidak datang bulan. Biasanya belum pernah telat, jadi saya testpack sejak telat 5 hari kalau ga salah. Waktu itu malam hari. Maa sya Allah, 2 garis pertama dalam hidupku setelah penantian panjang bertahun-tahun. Barulah saat itu saya mulai berusaha menjaga diri hihi… besoknya, biar lebih afdhal, saya testpack lagi ketika bangun tidur. Alhamdulillah masih sama hasilnya 😊


Dengan perhitungan kehamilan (kalau benar positif hamil, bukan hamil anggur atau hamil kosong) baru 4 mingguan, saya menunda periksa ke dokter kandungan 1 minggu lagi, supaya sudah bisa terlihat kantung kehamilan dan embrionya. Ini hasil dari browsing dan tanya-tanya ke teman yang dokter juga sih. Satu minggu kemudian saya testpack lagi, sekalian lah ngabisin stok testpack gratisan hihi.. garis 2 jelas sekali. Kemudian kami ke dokter kandungan.

kata orang-orang, testpack itu semakin murah akan semakin akurat! dari 3 testpack ini, saya hanya beli 1, yang 2 saya dapet gratis hehe.. bener-bener murah (gratis)


Setelah menceritakan pada dokter, saya langsung diperiksa dalam (USG Transvaginal). Seperti yang sudah saya ceritakan di atas, kami pun kaget dan tentunya terharu banget karena ternyata usia kehamilan sudah menginjak 12 minggu, sudah terdengar detak jantungnya juga. Ya Allaah, alhamdulillah.


Lah emangnya gak mual-mual Far? Mual sih. Tapi saya santai aja karena saya pikir maag lagi kumat, karena memang sedang malas makan juga. Jadi saya anteng aja minum Proma*. Ya Allaah.. Lalu badan memang sering lemas, kepala pusing, kirain ya biasa aja. Karena saya gak suka saya lemah, jadi saya lawan dengan minum Habbatussauda’, kurma, zaitun, kopi herbal, hahah.. Di mana setelah saya tahu, herbal-herbal itu (habbat, kurma, zaitun) semuanya bersifat panas dan tidak direkomendasikan untuk ibu hamil di trimester awal. Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah.


Selain zumba, obat maag, herba-herba bersifat panas, saya pun sedang rajin-rajinnya ngebolang naik motor yang jauh-jauh sama suami. Selain itu juga seperti biasa saja, mengangkat barang berat, galon, dus madu, haha… Sempet keluar flek sih, tapi ya ga mikir apa-apa. Bahkan setelah keluar flek itu, saya dan suami masih menikmati kosongnya jalanan Jakarta ketika Idul Adha, lalu besoknya saya masih bantu jadi panitia qurban di masjid yang kerjaannya jongkok-berdiri-jongkok-berdiri. Begitulah kalau sudah kosong lama tak kunjung dapat 2 garis, udah ga mau geer lagi kayak waktu dulu masih penganten baru. Hihihi… Tapi alhamdulillaah, janin dalam kandungan saya sehat dan tumbuh sebagaimana normalnya. Maa sya Allah Tabarakallah. Semoga tetap sehat sempurna hingga lahir nanti dan seterusnya. Aamiinn… Saya minta doanya yaaa…

waktu ngebolang bekasi-depok ini, berarti saya sudah hamil 2 bulanan, tapi belum sadar

Begitulah. Cerita ini selalu ditanyakan bila saya memberi kabar gembira kehamilan ini kepada kerabat atau sahabat, karena memang agak aneh sih kok ya ga nyadar kalau hamil tau-tau udah 3 bulan >.<


Alhamdulillah. Doain yaa Om dan Tante 😊


Baca Juga: Laparoskopi Mioma/Fibroid