Follow Us @farahzu

Thursday, August 22, 2019

Basic Skincare untuk Pemula

5:16 PM 0 Comments
Assalamualaikum!
Ngomongin skincare yuk… Apakah di antara teman-teman ada yang mengikuti dan mengamalkan 10 steps korean skincare? Atau yang dasar-dasar saja yang penting terawat? Atau malah ga suka ribet-ribet skincaring? Atau jangan-jangan ada yang baru mau mulai perawatan nih setelah melihat satu-dua kerutan muncul? Ehehehe, saya ga nyindir dan ga akan menghakimi kok.. syante aje and keep reading ye…

Atas dorongan dari seorang sahabat yang baru memulai perawatan wajah, kali ini saya mau bahas basic skincare untuk pemula. Pemula di sini bisa untuk remaja yang baru merawat wajah, bisa juga untuk yang dewasa dan baru merasa perlu menggunakan skincare atau produk perawatan kulit.

Beberapa beauty influencer yang blog dan vlognya banyak tersebar di internet menyebutkan bahwa perawatan kulit dasar itu mencakup pembersih (double cleanser) dan pelembab (moisturizer). Beberapa juga menambahkan sunscreen sebagai perlindungan. Agak berbeda nih dengan basic skincare versi saya, berdasarkan pengetahuan yang tak seberapa dan pengalaman saya merawat kulit. Kalau pengalaman saya merawat kulit wajah sepertinya sudah bisa dibilang agak panjang ya, mengingat saya sudah melakukan double cleansing sejak SD, sebelum aqil baligh. Disuruh emaaaaak percayalaaaah! Hahaha… Ceritanya bisa dibaca di link ini.

Nah, jadi apa saja basic skincare products untuk pemula? Here it is. 

1. Double cleanser
Double cleanser ini berarti memang membersihkan kulit dua kali, menggunakan dua produk yang berbeda.
a. First cleanser; ini sangat penting untuk membersihkan kulit wajah dari make up, debu, dan kotoran. Eh tapi jangan salah, meskipun kamu hanya di rumah seharian, kotoran juga bisa menempel lho. Bisa juga dia bercampur dengan minyak dan keringat yang diproduksi sendiri oleh kulit kita. So, sangat penting menggunakan first cleanser ini. Contohnya adalah micellar water, susu pembersih (milk cleanser), make up remover, cleansing oil, dan sebagainya. Produk yang pernah saya review ada Pixy Cleansing Express dan pembersih dari Acnes. Ciri-cirinya adalah produk digunakan dengan menggunakan kapas.

good virtues
Good Virtues Co. MakeUp Remover dan Make Over Micellar Water

     b. Second cleanser; atau yang biasa disebut sabun wajah (face wash). Fungsinya untuk membersihkan wajah dari sisa kotoran yang tertinggal sekaligus sisa/residu pembersih pertama tadi. Penting untuk memilih cleanser yang memiliki pH seimbang (pH balanced) atau pH rendah, supaya minyak alami kulit tidak tergerus yang bisa membuat kulit memproduksi minyak lebih banyak, atau malah membuat kulitmu jadi kering. Contoh second cleanser di antaranya adalah Cetaphil Gentle Skin Cleanser, Hada Labo Face Wash, dan Innisfree Jeju Volcanic Pore Cleansing Foam.


hada labo mild peeling
Cetaphil Gentle Skin Cleanser dan Hada Labo Tamagohada Mild Peeling

         2.   Toner

Ada dua jenis toner dalam tahapan skincare, yaitu exfoliating toner dan hydrating toner. Dalam konteks skincare dasar ini, yang kita bahas adalah hydrating toner.

Berbicara tentang toner itu agak kompleks kalau menurut saya, dikarenakan ada perbedaan istilah dalam beberapa bahasa. Di Indonesia, khususnya sebelum era per-skincare-an ini marak dengan masuknya produk-produk Korea, toner adalah nama produk yang selalu digunakan setelah susu pembersih, atau yang biasa disebut penyegar. Milk cleanser and toner, atau Pembersih dan Penyegar Mustika Ratu dan Viva, contohnya. Jadi di sini toner=penyegar. Fungsinya sebagai tahap pamungkas pembersihan wajah, yaitu mengangkat sisa kotoran dan milk cleanser yang tertinggal, serta menyegarkan kulit.

Namun dalam istilah skincare Korea dan yang digunakan umum saat ini, toner adalah produk yang cenderung encer, berfungsi untuk menyeimbangkan pH kulit setelah cuci muka, dan mempersiapkan kulit untuk menerima produk perawatan selanjutnya seperti essence/serum/pelembab. Jadi toner dalam skincare Korea ini berbeda dengan toner yang sudah lama ada di Indonesia ya.

Lain Korea, lain juga dengan Jepang. Skincare buatan Jepang setahu saya tidak menggunakan istilah toner. Produk sejenis toner tersebut dinamakan dengan skin, conditioner, atau lotion. Iya, jadi kalau ada produk Jepang bertuliskan lotion, itu berarti toner ya, bukan lotion pelembab seperti di kita. Contohnya pada produk Hada Labo (merk Jepang), lotion-nya adalah toner dan pelembabnya dinamakan milk.

Dalam konteks ini kita membicarakan toner sebagaimana yang ada dalam skincare Korea, karena itulah yang paling lazim digunakan di dunia skincare saat ini.


Sepemahaman saya, ada banyak masalah kulit yang disebabkan oleh pH kulit yang tidak seimbang. Kalau tipe kulitmu berminyak dan menggunakan sabun wajah yang membuat kering, yang terjadi bukan mengurangi kadar minyak di wajah, melainkan hanya menghilangkan minyak sesaat. Akibatnya, kelenjar minyak di bawah kulit mengartikan kondisi kering tersebut sebagai kondisi kekeringan, sehingga ia akan memproduksi lebih banyak minyak. Jadi pemilik kulit berminyak sebaiknya tidak menggunakan sabun wajah yang membuat kulit terasa kering (pH tinggi), karena nanti akan semakin berminyak. Dampak selanjutnya kulit bisa nampak kusam atau timbul banyak jerawat.

Namun kalau tipe kulitmu kering lalu menggunakan sabun yang mengeringkan (pH tinggi) juga, ya wassalam, bakalan tambah kering kerontang, bahkan bisa gatal-gatal dan iritasi karena terlalu kering.

Nah, toner di sini utamanya berfungsi untuk mengembalikan pH wajah menjadi seimbang kembali setelah mencuci muka. Kalau face wash-nya sudah pH balanced, apakah masih perlu pakai toner?

Tetap perlu dong. Jangan lupa, toner juga berfungsi untuk mempersiapkan kulit dalam menerima produk skincare berikutnya, jika diperlukan.

Buat kulit saya yang berminyak, penggunaan toner memberikan dampak yang sangat signifikan sejak pertama kali saya memakainya. Tidak perlu waktu lama untuk melihat (merasa) kadar air dan minyak di wajah saya sudah seimbang. Kulit saya tidak lagi terlalu banyak memproduksi minyak, sehingga jerawat juga jadi lebih jarang muncul. Satu langkah mudah yang mengubah hidup saya deh!

Itulah mengapa saya lebih memilih toner dibanding moisturizer untuk dimasukkan dalam basic skincare versi saya. Saya sudah lama menggunakan moisturizer, tapi tidak memberikan perubahan sesignifikan ketika saya memakai toner. Coba deh.

Oiya beberapa toner yang bisa digunakan untuk pemula, contohnya Hada Labo Lotion, Hatomugi Skin Conditioner, dan Safi Skin Refiner.


hada labo lotion
Hydrating Toner
Di beberapa jenis kulit, penggunaan toner saja sudah bisa memberikan hidrasi yang cukup. Saya pribadi paling sering hanya berhenti di tahapan toning ini setiap malam. Tapi kalau dirasa masih kurang lembab, bisa ditambah dengan booster atau moisturizer yang cocok di kulitmu. Coba rasakan bedanya setelah menggunakan toner dulu baru pelembab, dibanding langsung menggunakan pelembab setelah cuci muka.


Demikianlah, basic skincare atau produk dasar perawatan kulit untuk pemula, atau untuk kamu yang memutuskan cukup sampai perawatan dasar saja. Oh ya, jangan lupa pakai sunscreen yang mengandung SPF dan PA untuk melindungi kulit dari sinar UV A dan UV B di siang hari ya. Rekomendasi sunscreen bisa klik di sini. Karena segala perawatan yang dilakukan di malam hari, bisa sia-sia kalau siangnya tidak terlindungi dari sinar matahari.

Selamat merawat dan mensyukuri anugerah dari Allah ya.




Wednesday, August 7, 2019

Mengaktifkan Mode Siap Kerja

8:19 PM 0 Comments

Assalamualaikum Guys!

Pernah ga sih, kalian mengalami masa-masa sangat tidak bersemangat, mungkin lagi bete, lagi ‘gak dong’, sedang tidak siap berpikir, tapi tetap harus bekerja dan berpikir keras? Saya pernah, beberapa kali lah ya kalau tidak bisa disebut sering. Apalagi sebagai blogger dan pekerja associate, saya mengatur waktu kerja saya sendiri namun harus tetap komitmen tentu saja. Naah bagaimana dong ketika saya sedang tidak bisa berpikir sedangkan tetap harus bekerja di rumah, di mana kondisi rumah seringkali memanjakan dan menarik-narik dengan pekerjaan lain yang lebih menarik; seperti main tanaman, main sama ibu-ibu, main masak-masakan, atau membaca novel di wattpad. Hahaha.

Saya pun berniat, berdoa, duduk, dan membuka laptop. Bikin kopi, jangan ditanya. Sudah duluan sebelum duduk. Mencoba bekerja tapi kalau kondisi diri sedang tidak kondusif, susah mikir cuy. Nah, biasanya saya melakukan conditioning sederhana: dandan.

Dandannya suka-suka aja, yang penting membuat saya merasa saya sudah dandan. Kan mubazir kalau sudah dandan terus cuman main masak-masakan di dapur, ya gak? Eike kan bukan tipikal bu Sisca Soewitomo atau chef FQuinn yang kudu tampil cantik ketika memasak, hihihi.
Put on your makeup first, then ideas will follow, demikian kata gue sih hehehe..
anchoring NLP
make up di atas laptop. artinya dandan dulu baru kerja
Meskipun sedang di rumah, sendirian, dan mengenakan baju rumah, tapi kalau sudah melakukan aktivitas itu, rasanya saya jadi lebih siap aja gitu untuk berpikir. Dan alhamdulillah setelahnya bisa lebih kondusif untuk bekerja. Mungkin dandan jadi semacam anchor work mode: ON buat saya. Gampang ya?

Banyak orang lain juga punya anchor-nya masing-masing lho, sesuatu baik itu pakaian, keadaan, makanan/minuman, aktivitas, yang bisa membuatnya merasa lebih siap. Semakin murah dan mudah anchor kamu, semakin baik. Tentu saja kan.. hehehe.. Ada orang yang perlu bergerak 5 menit dulu untuk kembali fokus ke pekerjaannya setelah jenuh. Ada yang dengan segelas kopi hitam sudah ready for work mode. Ada yang harus baca quran dulu beberapa halaman. Ada juga yang harus ketemu mecin dulu, wkwkwk… Ada juga sahabat saya yang langsung bisa ON dan memasang senyum profesionalnya kalau sudah pakai sepatu heels. Jadi mungkin meskipun di rumah, dia pakai heels dulu kali ya baru duduk bekerja. Hihihi…

Ternyata Guys, teknik anchoring ini sudah ada di teorinya Neuro Linguistic Programming (NLP) lho. Dari beberapa sumber dijelaskan bahwa anchor (jangkar emosi) adalah semacam 'saklar' yang bisa membuat kita ON seketika, sebagaimana kita menyalakan lampu di ruangan yang gelap (sumber). Anchor dalam NLP adalah suatu hal yang jika terjadi akan memicu suatu perasaan atau emosi tertentu. Sedangkan dalam istilah psikologi klasik, anchor adalah suatu stimulus yang memicu reaksi khusus (sumber). Jadi kalau dalam cerita saya di artikel ini, aktivitas berdandan memicu reaksi tubuh dan pikiran saya untuk menjadi lebih siap bekerja. 
Tapi guys, jangan jadi ketergantungan pada anchor itu ya.
Gunakan saja bila memang dibutuhkan, supaya kamu tetap free dari segala ketergantungan dengan barang/kondisi/aktivitas apapun. Hal ini hanya untuk mempermudah bila kamu sedang mengalami masa yang sulit namun tetap perlu mengeluarkan pikiran dan hasil kerja terbaikmu.

Artinya, kita perlu mengenali nih kondisi diri kita, fisik serta mental dan kognitifnya. Juga mengenali apa saja hal-hal di sekitar kita yang bisa secara instan membangkitkan energi kita kembali. Hikmahnya, kita harus sadar bahwa ada sangat banyak isi pikiran dan perasaan yang bisa kita kendalikan kok, bahkan dengan hal-hal sederhana seperti contoh di atas. Udah ga zamannya lagi produktivitas terhambat gara-gara lagi bete atau ‘lagi gak mood’.

Karena kamu pengendalinya ๐Ÿ˜Ž

Semangat pagi! 






Friday, August 2, 2019

Berlaku Adil dalam Menilai Orang Lain

9:50 PM 8 Comments

Pernah ga sih kamu mencap seseorang sebagai orang yang nyebelin, atau selalu nyebelin? Punya sebuah sifat negatif yang bisa jadi memang parah, tapi akhirnya kamu menolak untuk melihat sisi baiknya. Saking sebelnya. Saya pernah. Pokoknya yang teringat tentang dia tuh hanya yang buruknya, yang nyebelinnya. Parah deh. Astaghfirullah. Dan kalau saya perhatikan, beberapa (atau mungkin banyak) orang punya penilaian negatif hampir ke semua orang lho. Ya ampun, semoga kita gak gitu ya…  

Seiring perjalanan hidup yang kian menua (uhuk!) akhirnya saya menyadari Guys, ternyata ya, ga ada lho orang yang sepenuhnya buruk. Tapi kalau orang yang nyaris semuanya baik sih, ada. Tapi tetap saja ada sisi lemahnya. Nobody’s perfect ya kan… kecuali ente nabi.. hehehe…

Awalnya beberapa tahun yang lalu, ketika saya sedang membantu beberapa teman mencari jodoh. Sebenarnya cari jodoh itu gak sulit, asal gak rewel. Terutama cowoknya. Ini kata Ustadz Khalid lho, yang saya setujui sepenuh hati hihihi… Tapi kasus saya ini dari kedua belah pihak ya, baik laki-laki maupun perempuan. Berkali-kali menolak calon yang ditawarkan, dengan alasan punya kekurangan ini dan kekurangan itu.

Saya yang memang dasarnya gak sabaran ini, gemas dan bilang,
“Ga ada orang yang sempurna. Sama, kamu juga gak sempurna. Nanti pasanganmu juga akan menemukan banyak ketidaksempurnaan dari diri kamu.”
Tapi sayangnya kebanyakan kalimat itu hanya saya katakan dalam hati sih (cape deh far), karena banyak juga yang cuma saya tinggal pergi, bodo amat lah kalau ga mau saya bantu. Bhay! (Lah dia emosi…)

Mau gak mau saya jadi berpikir untuk diri saya dan hubungan saya dengan pasangan, juga semua orang yang saya kenal. Alhamdulillah dapat hidayah jadi mulai berusaha membersihkan pikiran dan hati saya sejak saat itu. Saya sadar saya tidak sempurna, saya punya banyak kekurangan, lalu kenapa saya menuntut orang lain tidak boleh salah dan punya kekurangan?

Ayah saya dulu sekali pernah bilang, kalau lagi sebal sama orang, ingat kebaikannya. Tapi kalau lagi senang sama orang, jangan diingat-ingat keburukannya.
Ternyata wejangan ayah saya ini ampuh, dan yang paling penting, tidak terlalu sulit diterapkan lho. Mungkin bisa kamu coba kalau lagi sebal sama orang. Ingat kebaikannya, apa saja hal baik yang pernah dia lakukan untukmu, nanti hatimu langsung meleleh terharu deh in sya Allah. Kalau belum, ya latihan lagi. Kamu pasti bisa!
adil dalam pikiran
kita nih berbeda-beda emang, jadi wajar aja kalau ada yang tidak kita senangi dari seseorang.
tapi jangan sampai membenci, rugi.
Hampir pasti, setiap hari kita berhubungan dengan orang lain, baik itu pasangan, keluarga, rekan kerja, atau siapapun. Kalau ada dari mereka yang membuatmu kesal, ingat-ingat ya, itu wajar kok, mereka ga ada yang sempurna. Orang selalu punya kekurangannya masing-masing. Begitu juga diri kita gaes, begitu juga diri kita. Tapi jangan lupa, orang juga selalu punya kelebihan atau hal baiknya masing-masing. Maka kenapa kita tidak alihkan saja fokus kita untuk melihat kelebihannya alih-alih kekurangannya yang mungkin hanya satu-dua?
Belajar adil itu dimulai dari pikiran kita Gaes.
Dulu saya pernah kenal orang yang selalu menilai keburukan orang lain. Semua orang yang diingat hanya buruknya. Ya Allah, capek sekali kalau begitu ya. Kapan senangnya? Saya jadi berpikir mungkin kalau sedang tidak bersama saya, dia membicarakan kejelekan saya kepada orang lain. Sangat masuk akal bukan? Dia ga tau aja sekarang pun dia lagi diomongin di artikel ini, hihihi…

Begitu juga kita. Pernah gak sih berpikir orang menilai kita buruk sebagaimana penilaian buruk yang kita berikan ke orang lain? Kalau ingat ini, apakah masih bisa sombong menilai si A buruk, si B cerewet, si C gak tegas, si D terlalu kaku, dan sebagainya? Mudah-mudahan enggak yaaa… Apalah kita ini, hanya makhluk banyak dosa yang sedang ditutupi aibnya oleh Allah.

Mudah-mudahan Allah mudahkan kita untuk belajar berlaku adil ya. Aamiinn…
“… Berlaku adil lah. Karena adil itu lebih dekat kepada taqwa…” (QS: Al-Maidah:8)
Terakhir, disadari atau tidak, membenci itu menghabiskan energi lho. Bikin capek dan sumpek hati, seriusan deh. Kalau ada orang baik, tapi yang diingat kekurangannya, kapan mau happy-nya? Katanya mau bahagia… ๐Ÿ˜Ž Yuk dibalik. Kalau sebel sama orang, ingat kebaikannya; seperti nasihat ayah saya di atas.

Jangan lupa ya temans, hidup di dunia ini sebentar, tapi sangat menentukan hidup panjang kita sesudahnya. Mending tebar manfaat daripada tebar aura negatif ya kan? ๐Ÿ’–