Follow Us @farahzu

Sunday, July 28, 2019

Tentang Mampu senDiri dan Butuh Orang Lain (coaching insight)

9:28 PM 4 Comments


Sebenarnya ide tulisan ini sudah ada sejak tahun 2015, masa di mana saya mulai mempelajari coaching, yaitu salah satu metode pengembangan SDM atau anggota tim. Saat ini coaching sudah sangat populer terutama di dunia korporasi, setahu saya. Apalagi seiring dengan merebaknya isu perbedaan generasi (baby boomers, gen X, dan milenial) yang ternyata membawa banyak dampak dan perubahan dalam dunia organisasi saat ini.


coaching session
coaching session
Dalam proses coaching, yang menjadi center dalam sesi adalah coachee, yaitu orang yang di-coaching, yang ingin dikembangkan istilahnya. Mohon maaf, ga bisa pakai baking powder ya hehehe.. Coachee menentukan sendiri apa yang ia ingin capai, mengidentifikasi sendiri bila ada kendala, lalu mengerahkan kemampuannya untuk mendapatkan sendiri solusinya beserta langkah-langkah apa yang akan ia ambil untuk mencapai tujuannya tersebut. Lalu membuat sendiri komitmennya. Seems like a powerful person kan.

Lah terus perannya coach apa dong? Yang berlatih kan coach-nya (ya iya mana ada latihan untuk menjadi coachee yang baik dan benar, atau coachee profesional hahaha), yang ambil sertifikasi kan coach-nya, dan yang dibayar, coach-nya juga. Coach, hanya bertugas memprovokasi pikiran coachee untuk bergerak maju dan mencapai hal-hal yang penting bagi dia.1 That’s all guys, itu doang intinya.

Melihat begitu powerful-nya coaching dalam pengembangan individu dan tim, saya dan tidak sedikit orang jadi berpikir, kalau saya bisa menentukan sendiri goal yang saya inginkan, menentukan sendiri solusi dan langkah-langkahnya, kenapa tidak saya meng-coaching diri saya sendiri? Tinggal belajar memahami prinsip, alur, dan menggunakan kisi-kisi pertanyaan yang diberikan. Bisakah berhasil?

Jadi gini. Benar bahwa manusia itu sudah memiliki sumber daya yang ia butuhkan untuk mencapai sesuatu.2 Buktinya ia bisa mendapatkan alternatif-alternatif solusi yang semua idenya keluar dari pikirannya. Pada akhirnya dia juga yang akan merumuskan solusi apa yang akan ia pilih dan lakukan. Intinya dia bisa memberdayakan keseluruhan dirinya untuk mencapai apapun yang dia inginkan. Jadi, apakah bisa?


Sayangnya ga bisa Gaes. Coaching yang dilakukan terhadap diri sendiri biasanya gagal.

Mungkin saja coaching itu bisa berhasil sampai pada tahapan tertentu, kalau kamu jago, misalnya saat merumuskan goal/target yang diinginkan, saat eksplorasi alternatif solusi, atau sampai merumuskan langkah-langkah yang akan kamu lakukan. Kemudian ketika dalam perjalanannya kamu menemukan hambatan, sudah dicari jalan keluar dari kanan-kiri-atas-bawah-depan-belakang namun belum juga ketemu solusinya, biasanya orang akan stuck. Buntu. Terus, ya tinggal sekeras apa kamu terhadap dirimu sendiri. Tapi biasanya orang akan menyerah. Ya sudah, tunggu sebentar, nanti dicari lagi solusinya. Kemudian sangat bisa jadi, kamu lupa. Atau beranjak membuat goal baru.

Sekeras dan sedisiplin apapun kita terhadap diri sendiri, kita tetap perlu orang lain. Kita perlu orang lain yang mengejar kita dengan pertanyaan-pertanyaan, ”Apa lagi? Coba bayangkan kalau semuanya mungkin, apa lagi yang bisa kamu lakukan? Kapan akan dicoba? Kapan akan mencari? Kepada siapa kamu akan bertanya? Kapan akan mengontak dia?” dan sebagainya. Kita perlu orang lain untuk menagih diri kita sendiri. Kita juga perlu orang lain untuk melihat lebih dalam sejauh mana kemampuan kita.

Ah ya sebenarnya, sejak kita belum terlahir ke dunia pun, kita sudah banyak melibatkan orang lain. Janin kita ada karena ada ayah dan ibu kita. Kita bisa berkembang di rahim ibu karena bantuan orang lain. Kita lahir juga dibantu orang lain. Bahkan kelak kita mati pun kita akan diurus oleh orang lain.

Maka sekuat dan sehebat apapun kita, selengkap apa pun sumber daya yang kita miliki untuk berhasil di dunia ini (dan kelak juga di akhirat), kita selalu perlu orang lain. Bahkan masuk surga atau neraka nanti pun nasib kita banyak ditentukan oleh perilaku kita terhadap orang lain. Maka dari itu baek-baek ya sama orang, jangan sombong dan merasa tidak perlu orang lain.

Iya, betul kamu berdaya. Kamu punya kekuatan, kelebihan, dan potensi-potensi kamu sendiri. Tapi kita tetap butuh orang lain. Dan coaching menunjukkan kesejatian itu.

Yuk, coaching!

Baca Juga: Risiko Kenal Orang 


1 Kubik Coaching; Definisi Coaching
2 Kubik Coaching; Prinsip-prinsip Coaching


Monday, July 1, 2019

Keep Only The Things That Make You Happy

11:12 PM 2 Comments

Beberapa waktu yang lalu saya pernah bertanya-tanya dalam hati, orang paling bahagia sedunia boleh sedih gak sih? Kalau boleh jadinya gak paling bahagia lagi dong? Wkwkwkwk... daripada ribet, bolehin aja lah yah. Kan orang paling bahagia juga tetap saja manusia yang punya rasa. Eeaaa..

Jadi ceritanya waktu itu, malam itu tepatnya, saya masih di bandara mau pulang ke Jakarta (baca: Bekasi) dari luar kota, bersama teman-teman satu tim. Saat itu ada hal yang membuat saya sangat sedih sampai ingin menangis, tapi malu karena sedang di tempat umum. Rasanya sesak hingga saya mencari cara untuk mengeluarkan kegundahan hati. Alhamdulillah dapat petunjuk dari Allah untuk meminjam laptop seorang teman dan curhat di Ms.Word. Aku mah gitu anaknya, lebih suka curhat sama keyboard daripada cerita sama orang. Maafin yah, bukan aku tak percaya pada kalian duhai Sahabat-Sahabatku, tapi aku memang merasa lebih lancar menulis daripada berbicara. Hehehe...

Singkat cerita, setelah selesai curhat sama si Mas Word, aku menutup file tanpa menyimpannya. Kubiarkan saja hilang tulisan yang sudah kuketik cukup panjang itu. Hah, jauh lebih lega alhamdulillah. Tinggal sedikit melow yang tersisa, yang segera hilang saat melihat lampu-lampu kota berlatar langit malam saat pesawat lepas landas. Iya, secepat itu aku kembali jadi orang yang bahagia. Alhamdulillah.

Teman yang meminjamkan laptop itu akhirnya paham bahwa aku meminjam laptopnya untuk curhat, bukan mengerjakan tugas atau pekerjaan apapun. Setelah aku nampak lebih lega dan rileks, dia bertanya, “Di blognya pasti banyak ya curhatan yang gak di-publish (karena isinya curhat).” Asumsi banget ya ini mak wkwkwk.. Kujawab, tentu saja tidak. Saat ini tidak ada 1 draft tulisan pun yang belum di publish di blog-ku. “Ooow,” dia manggut-manggut sambil berpikir.

Dia bertanya lagi karena kaget melihat aku menutup word tanpa klik save file. “Kok, gak di-save?!” Eh, kekagetannya malah membuat aku jadi ngeh bahwa kebiasaan ini tidak biasa bagi orang lain. (Asik, bisa untuk bahan artikel nih hihihi...)

Akhirnya aku menjelaskan, bahwa aku mengetik hanya untuk menumpahkan perasaan, di mana saat itu aku sedang sedih. Aku hanya perlu mengeluarkannya, namun tidak perlu menyimpannya. Untuk apa?
.........................
Yok monggo direnungkan, buat apa menyimpan kenangan perasaan sedih? Atau marah, kecewa, dan perasaan negatif lainnya. Untuk apa masih disimpan? Untuk dikenang? Yakin pengen mengenang yang kayak gitu?
Saya juga baru menyadari akhir-akhir ini. Awalnya terpengaruh ajaran Konmari sih. Sebuah seni merapikan rumah yang dibawa oleh seorang wanita Jepang bernama Marie Kondo. Jujur saja sampai saat ini saya belum membaca bukunya, hanya tahu dari ulasan orang-orang, mengambil poin-poin penting dan berusaha menerapkan beberapa prinsipnya. Selain itu, saya hanya berpikir dan mengambil insight (pembelajaran/hikmah) sendiri. Ternyata, prinsip dalam seni beberes ini juga bisa bikin kita merapikan hidup lho. Merapikan hati kita, melihat lagi apa saja isinya. Masih banyak kah sampah-sampah berbau busuk yang menyesakkan yang belum dibuang? Masih adakah tikus-tikus yang menggerogoti? Apakah masih ada iri, dengki, marah, dendam? Seberapa sering kita membersihkannya? Atau sudah bersih dan lapang kah ia sehingga nyaman untuk dihuni?

Jadi selain membereskan rumah, lemari, perabot, saya juga jadi lebih aware dengan hal-hal yang perlu dan yang tidak perlu disimpan; baik itu di dalam rumah, maupun di dalam hati. Simpan hanya barang-barang yang memicu kebahagiaan untuk penghuni rumah kita. Selain itu, keluarkan. Jangan merasa sayang mengeluarkan barang-barang yang tak perlu disimpan, yang hanya membuat sempit karena mengambil ruang di rumah kita. Bila dikeluarkan, bisa saja kan barang itu ditemukan oleh orang yang membutuhkannya? Atau jangan merasa sayang membuang kenangan pahit atau berlembar-lembar prosa dan puisi galau yang mungkin kamu gak bisa lagi bikin puisi kalau gak lagi sedih atau galau hehehe...

Buang, jangan disimpan. Jangan suka mengenang yang negatif-negatif. Kalau ada hikmah atau pembelajaran yang baik dari kejadian negatif yang kamu alami, simpan hikmahnya saja, peristiwa negatifnya gak usah. Terima, maafkan, lalu buang. Gitu lho...idup udah repot, gak usah ditambahin dengan bikin repot diri sendiri lagi...

Lagipula ya, misalnya saya nih kalau tulisan-tulisan curhat itu saya simpan. Dipikir-pikir saya ga punya cukup banyak waktu juga untuk membaca tulisan-tulisan lama apalagi yang berisi curhatan yang banyak. Un-faedah kalau kata anak jaman sekarang mah, menuh-menuhin storage aja. Mending masak di dapur ya gak? Hehehe.. Kalaupun saya punya waktu untuk itu, rugi amat gak sih ketika berniat nostalgia tapi yang dibuka malah luka hati. Nanti Hayati lelah bang... nanti hayati jadi gak bersyukur karena ingat masa-masa kelam. Mending kayak gini, hanya simpan (dan posting) hikmah yang didapat, supaya yang diingat hikmahnya, dan orang lain bisa mengambil pelajaran yang positif untuk hidup mereka.

Kamu harus tau Gaes, ga bakal bahagia orang yang di hatinya banyak dendam. Yang ada dia akan makin nelangsa ketika tau orang yang kesalahannya  ia ingat terus itu tidak menyadari bahkan lupa pernah salah sama kamu. Sakitnya tuh di mana Gaes?? Di sekujur hati dan tubuh lah.

Yuk, maafkan yuk... Toh hati bersih manfaatnya buat kita sendiri kan. Lebih ringan dan lapang menjalani hidup, lebih sehat, lebih bahagia, dan meningkatkan peluang masuk surga juga lho. Ya meskipun manusia bisa masuk surga itu karena rahmat Allah. 

Tapi mungkin ada yang langsung teringat dengan cerita sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang selama 3 hari berturut-turut disebutkan sebagai ahli surga oleh beliau. Dia bukan sahabat yang terkenal sebagaimana Abu Bakar dan Umar radhiallahu ‘anhum. Karena penasaran, seorang sahabat yang lain (Abdullah bin Amr bin Ash) meminta izin menginap di rumahnya dan memperhatikan ibadah orang ini. Ternyata ibadahnya pun biasa-biasa saja. Akhirnya setelah 3 hari menginap ia bertanya, kira-kira apa yang membuat rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa dia adalah ahli surga. Dijawabnya, “Aku tidak memiliki amalan, kecuali yang telah Engkau lihat selama 3 hari ini.” Ketika Abdullah hendak kembali, laki-laki tersebut memanggilnya. Ia berkata, “Benar, amalanku hanya yang engkau lihat. Hanya saja, aku tidak pernah berbuat curang kepada seorang pun, baik kepada Muslimin ataupun selainnya. Aku juga tidak pernah iri ataupun hasad kepada seseorang atas karunia yang telah diberikan Allah kepadanya.” (Sumber 1 dan sumber 2)
Maa syaa Allah.
cara bahagia
gelas kopi aja bijak ya
Nah, sebagaimana yang tertulis di picture, bahwa "The simplest way to be happy is to let go all the things that make you sad", yuk kita bebenah hati dan memori kita dari hal-hal yang gak perlu disimpan dan diingat-ingat. Apa, berat?
Iya aku tau pasti berat sih.. tapi harus yakin dulu. Bisa, kamu pasti bisa! Da hidup di dunia mah sebentaaaaarr... jangan dibikin susah. Yang sudah pasti luamaa buuaanget itu hidup di akhirat. Itu yang lebih perlu kita perhatikan dan siapkan. 
Semangat yaa Kamu! Iya, Kamu :)

Baca Juga: Hak Guna Pakai Rezeki 

Thursday, June 27, 2019

When My Skin Goals Come True

2:52 PM 2 Comments
Assalamualaikum Guys! Apa kabar? Aku kangen masa.. Ga pernah posting lagi sejak sebelum Ramadhan. Maklumin ya, hayati sibuk. Hehehe iyain aja plis, kan jarang-jarang gue sibuk ya ga?
Jadi gini, sebenarnya kemarin-kemarin saya sedang memikirkan produk baru untuk diulas di menu Product Review blog ini. Tapi ga nemu-nemu karena lagi malas coba-coba produk. Kenapa? Karena alhamdulillah kulit muka lagi bagus hehe.. Bagusnya tuh gimana dulu nih Far?

Pertama, ga jerawatan. Mungkin teman-teman yang mengenal saya sudah terbiasa lah ya melihat saya punya jerawat. Pokoknya adaaaa aja jerawatnya. Seringan sih munculnya satu-satu. Kadang-kadang parah, tapi seringnya biasa aja, tapi ya hampir ga pernah bebas jerawat gitu lho! (ups kenapa jadi sewot mba?) Dulu sih saya beranggapan, ya wajarlah namanya juga punya kulit berminyak; mau dibersihkan, dijaga, dan dirawat seperti apapun pasti akan tetap muncul jerawat juga. Malah itu artinya kelenjar minyak di kulit saya masih aktif, di mana hal ini membuat saya merasa muda terus hehehe... Tapi anggapan saya di atas itu punya dasar lho, bahkan tidak sedikit orang yang menganut anggapan yang sama. Coba aja googling.


Nah, sekarang ini alhamdulillah kulit saya lagi memproduksi minyak dalam kadar normal, tidak berlebihan seperti waktu-waktu yang lalu. Hal ini sedikit banyak berefek pada berkurangnya atau bahkan tidak munculnya jerawat baru di kulit saya, bahkan saat PMS. Alhamdulillaah, tsumma alhamdulillaah. Pertanyaannya, gimana bisa Far?

Selain karena ini semua adalah takdir Allah (qadarullah), atau karena umur yang bertambah sehingga kelembaban kulit berkurang (haha kok malah bikin syedih), bisa juga karena utamanya sekarang ini saya sudah lebih jaga makan sih. Bukan hanya mengurangi gorengan dan minyak-minyakan lainnya, tapi juga mengurangi nasi putih, gula pasir, makanan mengandung gluten, process food, dan yang sudah stop sama sekali itu ayam broiler, meskipun kadang-kadang masih makan telornya wkwkwkwk... Ternyata iya ngaruh banget Gaaeeess!!


Sounds good yeah.. padahal sih makanannya belum yang totally clean tapi sudah mulai mengurangi yang gak clean itu. Nasi putih masih makan, tapi porsinya lebih sedikit. Tepung (gluten) kadang-kadang masih makan tapi sudah jauh berkurang dibanding dulu. Makanan olahan seperti nugget sudah stop. Dari dulu saya suka ayam, tapi sekarang alhamdulillah ada ayam organik yang ga semahal ayam kampung hehe, bisa dijadikan alternatif.. Bakso juga udah jarang sekali makan. Challenging sih terutama buat saya yang sering keluar kota dan ga mungkin untuk menyiapkan makanan sendiri. Gimana caranya tetap disiplin namun di saat yang bersamaan makanan yang tersedia seringkali tidak mendukung diet saya. But the show must go on kan. Bismillah, sedia kurma aja setiap mau pergi hehehe... Nah singkat kata, hal ini dikarenakan saya telah menjadi followernya Ustad Dokter Zaidul Akbar di instagram beliau @zaidulakbar. Saya pun mengikuti beliau karena semata-mata pengen ikutin sunnah dan lebih sehat sih, bukan pengen bebas jerawat apalagi kepengen langsing hehehe... Ga susah kok, yuk mulai dikit-dikit menerapkan #jurussehatrasulullah  yang beliau ajarkan.


Yang kedua, back to topic, saya lagi malas coba produk baru karena noda-noda bekas jerawat saya sudah nyaris hilang semua (aseeeeeeekk). Maa syaa Allah, tabaarakallah. Di mana noda-noda itu yang dulunya jadi penyemangat saya untuk melakukan rutinitas skincare dan bertualang di dunia perawatan kulit itu. Saya ingat sekali dulu rasanya gak pede kalau keluar rumah tanpa pakai CC cake (bedak) yang bisa menyamarkan noda di wajah.

Perlu dicatat, saya senang skincaring dan belajar tentang skincare bukan karena saya suka dandan, melainkan saya hanya ingin menghilangkan noda-noda di kulit wajah. Ga terlalu kepengen kulit yang glowing atau glass skin sih, cukup bersih tanpa noda hitam aja udah cukup buat saya.  

Sekarang, alhamdulillah sudah biasa keluar rumah (bahkan ke rumah ortu yang biasanya diperhatiin detail dan dikomentarin wkwkwkwk, dan juga ke kantor) cuman pakai Skin Aqua (sunscreen untuk perlindungan) dan bedak Marcks (supaya tidak mengilap). Keduanya sama-sama tak berwarna dan tidak punya efek menyamarkan noda. Atau kalau lagi males pake apa-apa, biasanya saya hanya pakai masker kain. Haha, selesai perkara. Alhamdulillah.


Ketiga, kenapa saya belum mau nyoba produk baru lagi adalah karena makin ke sini saya makin mengenali kulit saya, apa maunya dia sebelum dia protes, hehe.. Seringkali ia lembab seperti biasa, maka saya hanya pakai exfoliant The Ordinary dan hydrating toner Hatomugi (ulasannya ada situ, tinggal klik ya) di malam hari dan hanya menghabiskan Hada Labo lotion yang masih ada di rumah kalau pagi hari. Sudah cukup dan jangan ditambah kalau tidak mau tumbuh jerawat baru. Ada kalanya juga, saya paham ketika kulit saya mulai dehidrasi. Maka setelah pakai toner, saya tambah dengan Wardah Hydrating Booster. That’s all. Oh iya dan tender care-nya Oriflame sebagai pelembab bibir.

wardah booster
Gitu deh.
Hhhmmm... niat awal cuman mau curhat bingung pengen me-review apa, eh malah jadi tulisan panjang. Hehe.. Intinya, kalau buat saya, menjaga asupan makanan itu sama pentingnya dengan menggunakan produk skincare dalam mencapai kondisi kulit yang diinginkan. Semoga bermanfaat ya mantemanku yang baik, dan pembaca yang budiman hehe...

Tuesday, April 30, 2019

Review: Wardah Nature Daily Seaweed Primary Skin Hydrating Booster

3:18 PM 3 Comments

Kita review produk lagi yaah... kali ini produknya dari Wardah, merek sejuta umat. Jarang-jarang saya pakai produk Wardah, karena biasanya gak ngefek di kulit saya. Makanya suka kzl sama orang yang kulitnya bebas masalah padahal cuma pake Wardah doang, hihihi. Tapi yang ini beda. Berawal dari nginep sekamar sama sohib solihah yang pakai ini, terus nyoba pakai malamnya, eh pas paginya kok kulit berasa haluuuuus dan lebih kenyal. Akhirnya minta lagi sampe mau pulang (ih malu-maluin). Pas pulang, beli sendiri deh. Murce! Yuk cus langsung aja kita bahas ya!
wardah review

Nama dan Jenis Produk
Produk ini bernama Wardah Seaweed Primary Skin Hydrating Booster, dari seri nature daily-nya Wardah. Sebelumnya saya pernah coba micellar waternya dari seri seaweed ini, enak sih, bagus, tapi meninggalkan rasa pahit kalau kena bibir. Nah yang booster ini enggak, nyaman banget dipakainya.
Jadi ini tuh produk apa Far? Tadinya kupikir (dan temanku itu pikir), ini semacam hydrating toner. Tapi kata BA-nya Wardah ini bukan toner. Pas kubaca-baca lagi, eh iya deng, ini booster bukan toner. Karena secara tekstur juga ketika dituang ke tangan, lebih kental dari toner biasanya. Bahkan lebih kental dari Hada Labo Lotion which is merupakan jenis toner yang sangat hits se-Indonesia.
Dari namanya hydrating booster, fungsinya pasti untuk menambah kelembaban dong ya. Tapi masalahnya di kata ‘booster’ ini, booster itu apa? Booster ini, tahapannya dipakai setelah hydrating toner, sebelum serum. Saya pribadi jarang sekali pakai serum, jadi biasanya setelah pakai booster ini langsung pakai aloe vera gel (kalau lagi rajin), atau langsung saja tidur, hehehe... Kalau pagi, setelah pakai booster ini saya langsung pakai sunscreen. Idealnya sih gini guys: cleanser – toner – booster – serum/essence – emulsion/moisturizer. Jadi kalau kulitmu kering, jangan harap cukup sampai booster saja, karena booster ini bukan moisturizer. Gak pakai serum masih gapapa, tapi tetap perlu moisturizer ya. Kalau buat saya cukup karena kulit saya berminyak, jadi sampai booster saja sudah terasa cukup lembab. Bahkan sering terasa berat dan tidak nyaman kalau masih ditambah serum dan lain-lainnya.  

Kemasan Produk
Berupa botol bulat berwarna hijau tosca, Wardah banget. Isinya 100ml. Karena doi kental, kelihatan sih lebih cepat berkurang dibanding produk lain yang lebih cair seperti toner misalnya. Tutupnya ulir, lubang botolnya sedang jadi pas untuk mengeluarkan produknya biar gak kebanyakan. Travel friendly? Hhhmmm menurutku sih ga terlalu, tapi juga ga gede-gede amat, biasa aja. Kalau kamu tau botol Hada Labo lotion/milk yang sama-sama 100ml, Wardah booster ini lebih ramping kemasannya dan sedikit lebih tinggi.
wardah primary skin

Harga
Harga di konter Rp35.000 untuk isi 100ml, bisa lebih murah lagi kalau belinya online. Produk ini mudah sekali ditemukan di mana-mana, di al**mart, ind**aret pun ada.

Klaim dan Kandungan Produk
wardah nature daily

Di bagian depan kemasannya, ada klaim sebagai berikut:
Bantu melembabkan dan menghaluskan kulit. Hydraboost formula.
Penjelasan di bagian belakangnya juga mencantumkan beberapa kandungan yang memang terkenal efektif untuk melembabkan kulit, seperti ekstrak rumput laut (seaweed), hydraboost formula (adenosin dan sodium PCA), dan hyaluronic acid.

Tekstur, Aroma, dan Cara Pakai
Produk ini berupa cairan bening, lebih kental dari toner pada umumnya. Itu juga yang membuat saya ragu kalau ini toner, soalnya agak jegleg gitu kalau habis pakai cleanser langsung pakai ini, karena agak berat awalnya. Ternyata emang bukan toner hahaha... fyi, urutan pemakaian skin care yang benar adalah dari yang paling encer sampai yang paling pekat ya.
1. ketika produk dituangkan; 2. meskipun cukup kental, produk langsung mengalir begitu tangan digoyangkan;
3. setelah produk meresap ke kulit 

Produk ini mengandung fragrance. Kalau dicium-cium sih wanginya kayak wangi skin care pada umumnya, lembut banget dan hampir ga terasa. Tapi kalau kamu alergi sama wewangian sih, mending coba dulu endus-endus sebelum beli yah..
Cara pakainya, setelah produknya dituang di telapak tangan, biasanya saya gosok-gosok sampai telapak tangan agak hangat, baru ditepuk-tepuk di muka, mulai dari masih basah sampai terasa menyerap dan kulit terasa lebih lembab.

Kesimpulan
Saya amazed dan sangat bersyukur menemukan produk Wardah ini karena berefek sangat bagus di kulit saya. Saya sudah pakai selama 1 bulan lebih dan cocok, tidak ada reaksi negatif. Kulit jadi lebih lembab, kenyal, dan terasa lebih sehat dibandingkan sebelumnya. Kelembabannya juga cukup dan tidak berlebihan di kulit oily saya. Sebelumnya saya suka layering beberapa hydrating toner yang ada di rumah untuk menambah kelembaban, selain biar semuanya kepake sih hehe.. Tapi sejak pakai Wardah Seaweed Booster ini ga pernah lagi layering toner, soalnya kalau udah pakai 2 toner terus pakai ini, jadi agak lengket saking lembabnya.
Kalau habis, beli lagi gak? Hhmmm iya kayaknya. Etapi sekedar mengingatkan, produk ini khusus untuk melembabkan lho yaaa, jadi ga usah berharap yang lain-lain semacam mencerahkan dan sebagainya. Hehehe...
Sekian review kali ini.. semoga bermanfaat yaaa!
Assalamualaikum!
Baca Juga: Lip Tint, Buat Kamu yang Pemalu

Monday, April 29, 2019

Review: Innisfree Jeju Volcanic Pore Cleansing Foam

11:48 AM 0 Comments

Halo semuanya, assalamualaikum! Kali ini saya mau review produk lagi setelah sekian lama vakum ya, hehehe. Namanya Innisfree Jeju Volcanic Pore Cleansing Foam, busa pembersih wajah yang biasanya digunakan sebagai second cleanser dalam tahapan skin care. Innisfree ini merek Korea yah. Yuk kita bahas!

innisfree jeju
Nama Produk
Tulisan di depan kemasannya adalah Innisfree Jeju Volcanic Pore Cleansing Foam; Purify pores and cleanse dull-looking skin. Jadi dari awal produk ini mengkhususkan diri sebagai pembersih pori-pori dan membersihkan kulit yang tampak kusam. Nah gimana bener ga Far? Sabar ya buk. Hehehe...

Harga
Di marketplace harga produk ini berkisar antara 90-130ribu. Saya sendiri mendapatkan produk ini dari pemberian orang baik. (Makasih ya mbaaa! <3 )

Kemasan
innisfree jeju volcanic foam

Produk ini datang dengan kemasan yang cukup besar, melebar tapi tidak panjang. Alias bogel wkwkwk. Isinya 150ml. Berbentuk tube dengan lubang yang juga besar. Tapi tenang aja ga akan kebanyakan nuang kok, karena isinya padat sekali jadi in sya Allah ga bakal tumpah seperti cairan. Kemasannya dari plastik doff. Penjelasan produk di belakangnya lebih banyak huruf hangeul yang saya tidak paham sama sekali. Ada huruf latinnya juga sih, sedikit.

Klaim dan Kandungan
A pore cleansing pore with Jeju volcanic clusters to attach to sebum and purify pores. 
Abu vulkanik dari letusan gunung berapi memang dikenal sebagai bahan yang baik untuk kecantikan, terutama untuk menyerap minyak, membersihkan pori-pori, dan kandungan mineralnya untuk melembutkan kulit dan menghilangkan kerutan serta stretchmark (sumber: link).
Btw kalau diperhatikan ingredientsnya, ada volcanic ash (abu vulkanik) tapi tidak masuk di urutan 5 kandungan pertama, artinya volcanic ash tersebut tidak cukup banyak jumlahnya dalam formulasi produk ini. Tapi kalau menurut saya wajar sih, bisa jadi abu vulkanik dalam jumlah besar bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan kalau ditaruh di kulit muka ya kan... 

Tekstur
Produk ini berbentuk gel yang sangat padat. Dia rich sekali, hanya butuh sedikit saja dikeluarkan ke telapak tangan untuk dibasahi dan dibusakan, cukup untuk semuka. Fyi busanya cukup banyak menurut saya. Dan perih kalau kena mata. Awal-awal suka lupa tutup mata, kebiasaan pakai Cetaphil hihihi... Berwarna putih dengan titik-titik scrub berwarna coklat, sepertinya itu si volcanic ash-nya.  



Kesan
Setelah pakai cleansing foam ini, kulit terasa bersih banget. Sepertinya produk ini memang diformulasikan untuk kulit berminyak sih ya, secara tulisannya to attach sebum and purify pores. Fyi kulit berminyak memang cenderung memiliki pori-pori besar, jadi mungkin kotoran mudah terperangkap di dalamnya.
Di kulit saya yang memang oily, setelah cuci muka rasanya kulit seperti kering ketarik, yang kalau dicek pakai kertas lakmus (saya belum beli sih) sepertinya produk ini bersifat basa. Tapi alhamdulillah akan bisa teratasi jika langsung menggunakan hydrating toner setelahnya. Saya seringnya pakai hatomugi. Biasanya kan cleanser - exfoliating (acid) toner - hydrating toner. Tapi karena cleanser ini basa, saya pakainya: cleanser - hydrating toner – acid toner - hydrating toner lagi. Hal ini dilakukan demi efektivitas acid yang optimal bila kondisi kulit dalam keadaan normal atau asam.


Saya ga kebayang sih kalau cleanser ini dipakai sama pemilik kulit kering, sepertinya sih bakal lebih kering daripada yang saya rasakan, tapi monggo aja kalau mau coba. Asal ga minta beliin aja hehe..

Kesimpulan
Produk ini cocok di kulit saya, agak kering tapi bisa diatasi dengan pemakaian skin care yang tepat setelahnya. Kalau tidak tepat, kemungkinan bisa menyebabkan bertambahnya sebum, soalnya kondisi kulit yang kering akan mendorong kelenjar untuk memproduksi lebih banyak sebum. Akhirnya malah makin berminyak dan kusam deh. Foam ini juga tidak menimbulkan iritasi maupun jerawat baru di kulit saya. Dan kalau habis, bisa jadi saya akan beli kemasan kedua, kecuali ada produk lain yang ingin saya coba.

Demikian review kali ini ya. Semoga ada yang bisa diambil manfaatnya. Aamiinn..

Thursday, April 4, 2019

Kenapa Gengsi Berdoa Minta Kemudahan?

4:41 PM 2 Comments
sumber: link
Jangan minta kemudahan, mintalah kekuatan.”  
Kayak pernah denger ya kata-kata di atas?

Kenapa ada orang yang lebih memilih berdoa meminta kekuatan saja alih-alih meminta kemudahan? Hhhmmmm salah satu alasannya mungkin biar level dan kualitas dirinya naik, dia menjadi pribadi yang lebih kuat dan tangguh karena terbiasa menghadapi situasi-situasi yang sulit. Berhasil karena kekuatan dirinya. Mungkin.

Padahal orang biar kuat itu dikasih apa sama Allah?
Iyap, dikasih ujian. Terus apa kamu yakin bakal senang dan ga ngeluh kalau dikasih ujian kesulitan? Saya sih ga yakin. Banyak bahkan yang sampai nangis-nangis berdoa minta masalahnya disudahi dan ketemu jalan keluar.

Poin pertama gais, kalau kita merasa lemah pasti kita butuh dan bergantung sama Allah. Tapi emangnya kalau kita sudah hebat dan kuat, sudah menguasai skill ini-itu, ga butuh pertolongan Allah lagi? Hei, sehebat dan sekuat apapun kita, yang namanya makhluk, ga ada sedetikpun momen kita lepas dari pengawasan-Nya, ga ada sekejap matapun kita ga butuh pertolongan Allah. Selalu butuh. Jadi sebenarnya kita memang selalu butuh pertolongan, dengan kata lain, sebenarnya kita selalu lemah. Iya, kita hamba itu lemah. Bisa apa tanpa pertolongan-Nya? Ga ada guys, ga ada. Ga bisa apa-apa kita tuh. Orang mata sendiri aja kita ga bisa atur kedipannya kan? Apalagi yang menurut kita lebih susah dari itu.

Kedua, Allah dan Nabi Muhammad ﷺ banyak menyuruh kita berdoa minta kemudahan. Allah tahu manusia ini lemah. Dan kalau Nabi ﷺ saja berdoa minta kemudahan, adakah manusia yang lebih kuat dari beliau?
“Rabbi sysyrahlii shadrii wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatan min lisaani yafqahuu qauli”
(Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku). (Quran surah Thaha: 25-28)

“Rabbanaa aatinaa min ladunka rahmah, fahayyi’lanaa min amrinaa rasyadaa”
Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami. (QS: Al Kahfi: 10)

“Rabbanaa walaa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahuu ‘alalladziina min qablinaa. Rabbanaa walaa tuhammilnaa maa laa thaaqatalanaabihi.”
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. (QS: Al Baqarah: 286)

“Yaa hayyu ya qayyuum, birahmatika astaghiits, ashlihlii sya’nii kullahu, walaa takilnii ilaa nafsii tharfata ‘ainin”
Wahai Rabb yang Maha Hidup, wahai Rabb yang Maha Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu),  dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan janganlah diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu). (HR. Hakim)
Dan, masih banyak doa-doa minta kemudahan lainnya.

Bukan ga boleh berdoa minta kekuatan, boleh saja. Nabi ﷺ juga berdoa agar Allah kuatkan telapak kakinya dalam berjihad. Tapi mintalah juga kemudahan. Berdoa minta kemudahan itu dianjurkan kok.

Dengan kita berdoa minta kemudahan, artinya kita siap menerima apapun yang Allah siapkan untuk kita hadapi, baik itu ujian sabar, apalagi ujian syukur. Ga khawatir apa-apa lagi, karena baik kesenangan atau kesulitan, kita selalu bergantung pada Allah. Dan tiadalah orang yang paling kuat, kecuali orang yang hanya bergantung pada Sang Maha Kuat 💪💪😊😊

Saturday, March 23, 2019

Bersyukur itu Wajib?

1:40 PM 2 Comments

Alhamdulillahilladzi bi Ni’matihi Tatimmusshaalihat, Alhamdulillah ‘ala Kulli Hal
Assalamualaikum. Gais, mungkin udah pada familiar, ada ayat Quran surah Ibrahim (14) ayat 7 yang mengatakan tentang bersyukur, yang artinya sebagai berikut,
...Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka pasti azab-Ku sangat berat
Nah. Da aku mah melihat dan merenungkan kembali ayat ini, menyimpulkan bahwa bersyukur itu wajib hukumnya. Bukan anjuran, yaaa kecuali ada yang mau ambil pilihan azab yang berat karena ga bersyukur. Hih. Na’udzubillah. Kalau kalian gimana?

Atasan saya dulu pernah bertanya pada audiens pelatihan, bahagia dulu baru bersyukur, atau bersyukur dulu baru bahagia? Alhamdulillah pertanyaan itu menyadarkan semua yang ditanya sih, akhirnya langsung memilih bersyukur dulu, baru bahagia. Karena bersyukur itu diri kita sendiri yang kontrol untuk lakukan, sedangkan kebahagiaan banyak yang sumbernya dari luar diri dan kendali kita. Jadi kalau nunggu bahagia dulu baru bersyukur, susah amat ya hidup ini, mesti nunggu dapat karunia besar dulu, baru bersyukur.
Padahal trust me guys, bersyukur itu bikin bahagia! Bagaimanapun, mungkin itu salah satu makna dari ditambahnya nikmat akibat bersyukur. Siapa yang ga mau sih?  
Kalau kata Ustadz Khalid Basalamah, manusia itu dimanja sekali oleh Penciptanya. Mulai dari tubuhnya, bentuknya yang sempurna, mendukung aktivitas dan sebagainya; lalu coba lihat lebih dalam dari fisiologisnya. Dari mulai organ-organ yang sempurna, pernapasan, peredaran darah, pendistribusian oksigen dan makanan, sekresi enzim dan hormon-hormon, sampai pembuangan. Tentunya yang disebut disini baru sebagian kecil saja dari kompleksnya tubuh kita. 

Beliau (Ustadz Khalid) pernah cerita, ada seorang kapten kapal, ketika sedang berlayar dia mengalami sembelit selama 2 atau 3 hari. Di hari berikutnya, orang itu ditemukan meninggal di toilet ketika sedang berusaha untuk buang air. Setelah diautopsi, ternyata, dia meninggal karena menghirup gas yang terperangkap dalam perutnya sendiri beberapa hari sebelumnya! Betapa beracunnya hal-hal yang memang harus dikeluarkan dari tubuh kita ini. Betapa sempurnanya ciptaan Allah. Itu baru 1 contoh aja Gaes.
Rabbanaa maa khalaqta haadzaa baathilaa. Subhaanaka faqinaa ‘adzaabannaar (QS Ali Imran:191); ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.
Bahkan ketika sakit pun kita masih punya banyak hal untuk disyukuri lho. Jangankan sakit pinggang (eh..bukan cerita tentang saya kok ini) orang yang sakit leukeumia dan kanker lainnya aja masih banyak lho yang pandai bersyukur dan tetap bisa tersenyum. Saya beberapa kali menyaksikannya. Bagaimana dengan kita yang masih diberi kesehatan? Hanya diuji dengan sedikit kesusahan dan kelelahan, masa sudah ga ingat bersyukur.
tetap asoy dan bersyukur meski dilanda pilek parah ya Bang
Kalau lagi punya masalah berat, coba deh liat sekeliling, masih banyak orang lain yang punya masalah jauhhh jauh lebih berat dari masalah kita. Terus lagi kata Ustadz Yusuf Mansur nih,
Di mana-mana, di sekolah manapun, waktu ujian itu ga akan lebih panjang daripada waktu belajarnya.
Nah, salah satu karakteristik ujian itu memang tidak lama guys. Tapi bagaimana kalau ujian saya sudah bertahun-tahun tapi tak kunjung usai? Mungkin, itu bukan ujian. Jangan geer dulu bilang sedang diuji. Bisa saja itu karena dosa-dosa kita. Maka bertaubatlah (Ustadz Luqmanul Hakim, penulis buku Mustahil Miskin). Udah, gitu aja solusinya.
Kalau dapat sesuatu yang berat menimpa kita, taubat dulu. Baru bersabar.
Gitcuw. Ini ceramah buat saya sendiri sih terutama, saya ga menghakimi atau menyindir siapapun. Kalau ada yang tersinggung, berarti kamu geer. Hehehe..

Lalu mungkin ada yang bertanya apa arti ucapan di baris awal artikel ini. Jadi keduanya adalah ucapan yang Nabi Muhammad ﷺ anjurkan baik ketika mendapat kebaikan/nikmat atau ditimpa kesusahan. Yang pertama ketika mendapat kebaikan, dianjurkan membaca ‘Alhamdulillaahilladzii bi ni’matihi tatimmush sholihat’ yang artinya ‘Segala puji hanya milik Allah yang dengan segala nikmatnya segala kebaikan menjadi sempurna.’
Sedangkan ketika mendapat sesuatu yang tidak disukai, beliau mengatakan ‘Alhamdulillah ‘ala kulli hal’, artinya ‘Segala puji hanya milik Allah, atas setiap keadaan’.” (HR. Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan). Sumbernya dari sini.

See? Jadi dalam keadaan apapun, senang ataupun susah, bersyukurlah guys. Karena apapun yang menimpa kita, sejatinya itu adalah kebaikan dan hikmah yang banyak. Kita saja yang belum tau apa hikmah di baliknya. Dan yang paling penting, jangan lupa, bersyukur itu wajib.

Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang pandai bersyukur. Aamiinn.. 



Monday, March 18, 2019

People Change; Sabar Aja...

3:59 PM 2 Comments
everybody has changed

Ada anak, udah dibilangin berkali-kali, masiiiihh aja mengulang kenakalan yang sama. Ada juga bapak-bapak, udah dikasih tau kalau merokok itu ga baik, merusak, membunuhmu, blablabla, masiiiih aja merokok. Ada juga ibu-ibu, udah dibilangin kalau ghibah itu dosa, masiiiiihh aja suka gosip. Hhhh.... (ini contoh aja ya gaes)

Banyak orang berharap orang lain berubah (dalam konteks ini berubah menjadi lebih baik). Dari mulai presiden, artis, sampai tetangga, terlebih lagi orang-orang dekat seperti pasangan, teman, orang tua, anak, atasan, atau saudara. Banyak sekali yang kita ingin ubah dari mereka.

Wajar saja sih mengharapkan seseorang berubah. Namanya juga masing-masing punya karakter dan preferensi yang berbeda-beda. Dan kecenderungannya, kita ingin orang lain itu sejalan pemikirannya dengan kita, tingkah lakunya pun sesuai dengan yang kita inginkan.

Baca Juga: Ubah Diri Saya

Nah, yang jadi masalah adalah kalau kita tidak sabar melihat perubahan di diri orang lain, lalu menjadi kesal dan mengeluhkan orang itu. Mungkin juga sudah melakukan berbagai macam cara agar seseorang berubah, sambil melupakan bahwa di diri kita pun sebenarnya punya banyak hal yang harus diubah.
Padahal, bukan kita yang bisa mengubah hati orang, melainkan Allah-lah yang mampu membolak-balikkan hati makhluk-Nya.
Jangan kesal kalau ada orang yang sudah dikasih tau berkali-kali tapi tak kunjung berubah. Sudah beragam cara dan figur yang menyampaikan, tetap saja belum mau berubah. Jangan sedih sist. Biasa aja, mungkin belum waktunya dia berubah. Kalau kita sadar kita ga bisa ngendaliin hati orang, kita ga akan kesal dan malah jadi marah-marah. Doakan dia lebih sering, dan yakin aja kalau orang akan berubah pada saatnya. Juga, kalau kita sadar ada ganjaran kebaikan yang besar kalau kita bisa mengajak orang lain jadi lebih baik, kita akan tetap semangat mengusahakan yang terbaik buat dia ;)

Jadi, kalau kamu ingin seseorang berubah, sertakan dia dalam doamu, ikhlaskan keadaannya sekarang dan ikhlaskan bagaimana nanti Allah membuatnya menjadi lebih baik, dan sabarlah. Nanti Allah yang bukakan jalannya, dengan cara-Nya sendiri, yang kita ga pernah tau bagaimana hebatnya skenario itu. Saya sering banget mengalami ini. Tapi maafkan saya kesulitan untuk membahasakannya di artikel ini, hehe..

Satu lagi, jangan pernah putus asa lalu men-judge seseorang bahwa dia tidak akan bisa berubah, meskipun sudah puluhan tahun dia begitu. People change. Percaya deh. Ubahlah diri sendiri menjadi lebih baik dalam segala aspeknya, sambil mintalah pada Sang Pemilik Hati. Saaabar.
Iya, semua orang pasti akan berubah. Cepat atau lambat, dengan atau tanpa campur tangan kita. Sebagaimana diri kita pun berubah, baik kita sadari atau tidak.

Monday, February 11, 2019

Review: The Ordinary Glycolic Acid 7% Toning Solution

7:01 PM 46 Comments
Review The Ordinary


Assalamualaikum!
Beberapa waktu yang lalu saya sudah menulis tentang review Pixi Glow Tonic ya. Sesungguhnya, artikel itu ditulis ketika Pixi saya sudah habis dan sedang mencoba-coba produk eksfoliator lainnya untuk perbandingan (ehem, cari yang lebih murah sih). Itulah sulitnya kalau coba-coba produk yang (agak) mahal. Kalau ga cocok sedih, tapi kalau cocok, sedih juga bingung gimana repurchase-nya kalau habis, hahaha.

Akhirnya sampailah pencarian saya pada produk yang akan dibahas di artikel ini: The Ordinary Glycolic Acid 7% Toning Solution. Berkaca dari pengalaman saya yang cocok dengan glycolic acid (salah satu jenis AHA) pada Pixi Glow Tonic, saya baca-baca beberapa artikel terkait produk ini dan akhirnya mencoba beli yang share in bottle-nya di marketplace untuk mengetahui kecocokannya di kulit saya. Uwow harganya setengahnya Pixi, saya excited sekaliihh... Setelah dicoba 1 minggu lebih dan produknya hampir habis, alhamdulillah cocok di kulit saya. Akhirnya saya beli full size-nya. Harganya 190-200ribuan untuk isi 240ml: banyak sekali.

The Ordinary ini adalah merek skincare yang unik dan kekinian banget menurut saya. Dalam hal dia langsung menyediakan kandungan bahan aktif tanpa banyak embel-embel, dan menjadikan bahan aktif tersebut nama dari produknya. Glycolic Acid 7% Toning Solution ini contohnya, ya berarti isinya glycolic acid. Kalau varian yang Niacinamide 10% and Zinc 1%, ya niacinamide dan zinc itulah isinya. Bikin kita tertarik belajar apa saja kandungan bahan aktif yang cocok dengan kulit kita masing-masing kan? Kalau saya sih suka. Ga tau kalau kamu, hehe.. Diproduksi di Kanada. Jadi ini bukan produk Korea ya, catet!

Produk ini jenisnya adalah exfoliant atau lebih tepatnya exfoliating toner. Dengan bahan aktif acid, Glycolic Acid ini berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati secara chemical, bukan dengan cara menggosok seperti menggunakan scrub (eksfoliasi secara fisik). Chemical exfoliator ini lebih aman digunakan untuk pemilik kulit berjerawat, karena minim gesekan. 
Nah berhubung produk ini bisa mengangkat sel kulit mati, secara otomatis ada beberapa manfaat yang mengikutinya, yaitu sebagai berikut:
  • mengeksfoliasi (mengelupas lapisan kulit luar) sehingga kulit nampak lebih cerah, dan memicu pergantian sel-sel kulit (peremajaan kulit)
  • memudarkan flek/noda bekas jerawat
  • jerawat jadi lebih cepat kering
  • memperbaiki tekstur kulit
  • mengurangi milia dan komedo.
Di bawah ini ada keterangan dari website theordinary.com mengenai produk Glycolic Acid 7% Toning Solution. Menerangkan bahwa produk ini vegan (tidak mengandung bahan-bahan dari hewan), non-alkohol, dan sebagainya. Di ingredients-nya nanti juga saya cantumkan, teman-teman bisa lihat bahwa produk ini juga bebas paraben.
the ordinary vegetarian
Namun The Ordinary juga menjelaskan bahwa glycolic acid tidak diperuntukkan bagi kulit yang sensitif, terkelupas, ataupun yang sedang bermasalah.  
the ordinary kulit sensitif

Baiklah, kita mulai review-nya yaaa!
Komposisi
review the ordinary bahasa

Kandungan utama produk ini adalah glycolic acid 7% dengan pH ~ 3,6. Kita bandingkan yuk dengan Pixi Glow Tonic yang mengandung 5% glycolic acid (konsentrasi lebih rendah) dengan pH 4,1 (pH lebih tinggi). Nah, fyi AHA itu pH dependent ya, artinya AHA bisa bekerja optimal tergantung dengan kadar pH dan konsentrasi tertentu (sumber). Semakin rendah pH dan semakin tinggi konsentrasi AHA, maka maka semakin efektiflah dia. Dengan kata lain, secara formula sih TO Glycolic Acid ini lebih efektif dalam mengeksfoliasi kulit daripada Pixi Glow Tonic. Kenyataan yang membahagiakan ya?! Sumber lain: klik di sini

Note: Lebih efektif, artinya juga lebih irritating. Kalau pixi bisa dipakai pagi dan malam, TO GA ini hanya malam saja. Udah diwanti-wanti tuh ama produsennya. Dan jangan lupa, harus pakai sunscreen ya! Karena penggunaan chemical exfoliator dalam hal ini AHA, membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari.

Nah, meskipun di atas saya menyebutkan lebih berpotensi menyebabkan iritasi, tenang aja, kandungan glycolic acid (AHA) 7% masih aman untuk digunakan setiap hari kok. Apalagi selain acid ini, TO GA juga menggunakan bahan-bahan yang membantu menetralkan efek iritasi AHA-nya, seperti aloe vera dan beberapa jenis flower water di 5 kandungan yang disebutkan pertama (artinya komposisinya paling banyak) serta glutamic acid, jadi in sya Allah tetap ramah di kulit karena banyak peredam iritasinya.

Kemasan

The Ordinary Glycolic Acid 7% Toning Solution

Kemasan The Ordinary Glycolic Acid 7% Toning Solution ini berupa botol plastik bening yang cukup tebal dan ukuran yang besar, dengan tutup ulir dari kaleng. Memberikan kesan bahwa produk aman di dalamnya. Begitu tutup kalengnya dibuka, langsung ke mulut botol yang lebar kayak siap untuk diminum wkwkwk. Tapi jangan khawatir, ada tambahan penutup lain dari plastik yang runcing ujungnya dan bisa diputar (maaf saya ga paham ini model apa namanya). Saya suka sih dengan tutup tambahan model begini. Jadi bisa kita atur mau mengeluarkan produknya sebanyak apa dengan memutar tutup botolnya itu.
The Ordinary Glycolic Acid 7% Toning Solution

Botolnya yang besar ini bikin saya lega karena isinya banyak hihihi... 240ml. Sangat tidak travel-friendly tapinya. Jadi kalau mau dibawa travelling, harus dituang dulu ke botol yang agak kecil supaya ga makan tempat. 

Kemasan produknya memuat penjelasan-penjelasan yang cukup, baik di box-nya maupun di stiker yang menempel pada botol. Ini produk kesannya serius amat sih, hanya warna putih dan tulisan huruf hitam, tidak ada gambar atau hiasan sama sekali. Tapi saya suka. Kesannya kayak saya pakai produk yang kredibel banget. 

Tekstur dan Aroma

TO Glycolic Acid ini bentuknya cairan encer seperti air, berwarna kekuningan agak peach gitu. Produk ini fragrance free, alias tidak menggunakan pewangi sama sekali. Jadi baunya khas banget, ada wangi agak manisnya sedikit, tapi lebih banyak bau agak ga enaknya. Tapi saya sih ga masalah, malah tambah yakin kalau produk ini efektif dan hanya memuat bahan-bahan yang diperlukan.
glycolic acid indonesia review

Cara/Petunjuk Pemakaian

The Ordinary (selanjutnya saya singkat TO) Glycolic Acid 7% Toning Solution ini termasuk dalam jenis exfoliant, tepatnya exfoliating toner. Jadi dipakainya setelah selesai membersihkan wajah, dan sebelum hydrating toner ya. 
review the ordinary glycolic acid bahasa

Dari keterangan di kemasannya, cara pemakaian adalah di malam hari, dengan menggunakan kapas (tipis aja ya biar hemat) kemudian diusap ke wajah yang sudah bersih. Kemudian tambahan dari saya adalah, diamkan selama 5-30 menit, sesempatnya kamu, setelah itu gunakan hydrating toner agar pH kulit kembali normal. Setelahnya boleh juga dilanjutkan dengan skincare routine masing-masing.

Oh iya, perlu diperhatikan juga nih face wash kalian sebelum menggunakan AHA ya Gaes, karena AHA dalam toner ini dipakai setelah menggunakan face wash. Face wash yang bikin muka kering, artinya pH-nya tinggi (basa), jadi kalau ditemplokin AHA setelahnya menjadi kurang efektif (ingat tadi AHA perlu pH asam). 

Pada awal-awal pemakaian, pengaplikasian produk ini sedikit lebih perih daripada pakai Pixi Glow Tonic, apalagi kalau terkena kulit yang luka karena jerawat. Sebaiknya jangan dikenain ke luka sih, tapi saya suka nakal sedikit sengaja dikenain, supaya cepat kering. Hehe.. apalagi waktu awal pemakaian, muka saya lagi jerawatan dan memang lagi darurat acid. Jadi sensasi perihnya lebih terasa. Sedikit aja sih, ga sampai bikin kamu pengen nangis kok hehehe.. 
Nah, buat kamu yang baru coba-coba pakai acid, sebaiknya jangan langsung dipakai setiap hari ya. Bisa diawali dengan 1x seminggu, kemudian minggu depannya 2x seminggu, dan selanjutnya bisa ditingkatkan kalau kulitmu sudah bisa beradaptasi. Kalau cocok dan efeknya bagus, lanjut deh bisa setiap hari. Tapi tetap lihat anjuran dari produknya ya. 

Kesimpulan

Saya baru menggunakan produk ini kira-kira 1 bulan, tanpa masa adaptasi karena kulit saya memang sudah terbiasa dengan acid. Jadi langsung dipakai setiap hari. Kalau di kulit saya, penggunaan acid untuk konsentrasi 5% ke atas sih sudah bisa langsung terlihat hasilnya hanya dari 1-2x pemakaian saja. Rasanya kayak baru melepas topeng! Haha, maksudnya kusamnya langsung hilang gitu. Tampilan kulit lebih cerah dan jerawat lebih adem (tenang), tidak terlalu meradang. 

Setelah 1 bulan pemakaian, kulit tetap cerah, bebas kusam, dan bekas-bekas jerawat saya cepat sekali memudarnya, alhamdulillah. Untuk komedo, seperti biasa tidak terlalu berasa sih karena saya jarang komedoan. Kalau pori-pori masih sama dan memang tidak ada klaim mengecilkan pori-pori dari produk ini 😁 tetap perlu dibantu dengan es batu, hehehe. Di kulit saya The Ordinary Glycolic Acid ini juga tidak menimbulkan breakout maupun purging, normal-normal aja alhamdulillah. 

Yang jelas saya happy sekali bisa menemukan produk ini setelah pencarian cukup panjang mencoba beberapa exfoliating toner sebelumnya yang kurang memberikan efek signifikan 😍 
Skincare itu emang cocok-cocokan, jadi memang perlu banyak baca atau tanya dan, coba. Hehehe. Alhamdulillah jaman sekarang mah mudah mau coba-coba produk; online shop terpercaya bertebaran, testimoni bejibun, para produsen banyak yang mengeluarkan sample size/trial yang bisa didapatkan dengan mudah, atau para seller yang menjual produk dalam share-in jar/bottle udah banyak banget. Pinter-pinter milih aja. Atau tanya orang yang kamu percaya dalam hal itu. Jadi kalau ga cocok, ga terlalu sedih yaaa.. 

Alhamdulillah selesai juga ya review yang sangat panjang ini. Mudah-mudahan bermanfaat. Terima kasih sudah membaca sampai habis, kamu sabar sekali 💖 👸

Baca Juga: Review Toner dan Pelembab Hatomugi Skin Conditioner