Follow Us @farahzu

Wednesday, April 1, 2009

pelajaran kedua

Pelajaran kedua. Dalam hal apapun, percayalah, terlalu banyak sisi positif yang pantas untuk diberikan apresiasi. Bahkan mungkin dapat dikembangkan lebih lanjut. Hanya saja itu menuntut kelapangan hati dan pikiran kita untuk dapat menangkap hal-hal positif tersebut. Bukan mata, karna sejatinya mata yang sehat pasti akan dapat melihatnya. Tapi mengenai ’kesadaran’ hingga mampu memberdayakannya? Mata berkata, “Maaf, itu bukan urusan gue”.
Hanya menuntut kelapangan hati dan pikiran. Hanya? Dibutuhkan pemahaman mendalam mengenai esensi hal tersebut, hingga parameter yang dipakai jangan sampai meleset kepada hal-hal yang sifatnya printilan (duh, yang ga tau peristiwanya apa, maaf ya kalo jadi bingung). Pada akhirnya lapang karna hati dan pikiran itu hanya akan berfokus pada pencapaian-pencapaian yang dituju sesungguhnya. Lapang karena tidak dipusingkan dengan hal-hal kecil yang kadang hanya merupakan debu pengganggu.
Selain itu, dibutuhkan juga hati dan pikiran yang bersih (mau lengkap? baca aja tazkiyatun nafs). Yang selalu berpikir positif. Yang selalu dapat menyingkap hikmah kebaikan dari apapun yang terjadi. Mungkin ini mirip-mirip dengan teori yang sedang ‘in’ di fakultas saya: Positive Psychology, Appreciative Inquiry, dan lain-lain ‘kerabat mereka’. Yah, intinya sih, setiap kita memang punya kelemahan. Harus diperbaiki. Tapi jangan lupa, bahwa tiap diri kita juga punya kekuatan yang HARUS dikembangkan. Kelebihan kita itu, amanah.  
Nah, jadi inti dari tulisan ini adalah sebagai berikut. Untuk menjadi orang/organisasi yang efektif memberdayakan potensi-potensi kebaikan yang dimilikinya, yang harus kita lakukan adalah upaya-upaya untuk membersihkan hati dan pikiran, yang akan menjadikannya lapang. Ini akan membantu kita bisa melihat lebih dekat (kalo kata Sherina dulu kala) mengenai esensi dan hakikat sesuatu, dan ’membingkai’ diri anda (pikiran dan perilaku) menjadi lebih positif.
Depok, 1 April 2009

18 comments:

  1. susah bacanya(tulisannya gak jelas/kekecilan)

    ReplyDelete
  2. menunggu tulisan selanjutnya..

    ReplyDelete
  3. yaa,,kalo kekecilan sih di tarik aja..
    kan ada lagunya..

    lagu siapa ya,,mmh..(mencoba mengingat)..trriinng (udah inget)..
    oia,,cindy cenora..
    yang bunyinya gini:
    kekecilan ditarik tarik,,
    kekecilan ditarik tarik..
    ^ ^

    ReplyDelete
  4. eh,,emang itun lagunya Cindy Cenora yaa??
    ya ampyuun.. jadi kangen lagu itu..
    lagu itu emang pas banget tuh buat nyindir anak muda jaman sekarang.. hehe..

    ReplyDelete
  5. iyaa..
    saya kan dulu fans beratnya cindy cenora..
    ^ ^

    ReplyDelete
  6. lagu yang lain inget donkk..

    sunguh indah di pulau bali..
    pulau dewata menawan hati
    sayang2..waktu ku pulang
    teringat slalu di pulau ini..

    ReplyDelete
  7. maklum ya..masa kecilku diisi dengan belajar ngaji di masjid, sosialisasi dengan teman di kampung, dan seabrek kegiatan bermanfaat yang lain..ga kenal siapa itu cindy cenora, hoho

    *nyanyi "aku cinta rupiah biar dollar dimana-mana" dalem ati* :))

    ReplyDelete
  8. Mirip dengan analogi tentang gelas (atau ember ya?), yang bisa menampung batu2 besar,kerikil, dan pasir. Dimana kita harus mengisinya dng batu besar lebih dulu (yg melambangkan tujuan besar), baru setelah itu kita masukan kerikil dan pasir (yg melambangkan perintilan2 dalam hidup). Jika kita lakukan sebaliknya, maka hidup kita akan keburu penuh dengan perintilan2, dan kita akan terlalu sibuk untuk membuat tujuan besar dalam hidup kita..
    CMIIW..

    ReplyDelete
  9. O iya, Jazakumullah Khairan For Sharing far..

    ReplyDelete
  10. Umat manusia itu berkembang karena hal yang negatif, teknologi nuklir muisalnya ditemukan oleh AS untuk bisa mengalahkan blok timur. China kini mulai berkembang dalam segala aspek karena ingin mengalahkan AS. Selalu ada sisi negatif dari suatu hal yang dapat menyemangati kita untuk berkembang.

    ReplyDelete
  11. iih,,lain di mulut lain di hati..
    jenis manusia macam apa ini?!
    ^ ^

    ReplyDelete
  12. baru kali ini saya begini, baru setelah kenal dengan kelinci

    heheh

    ReplyDelete
  13. nggak disana, nggak disini, kelinciputih dan pemikirulung berantem terus niy...

    *berpikir*

    Hm... jangan2...

    *tertawa*

    ReplyDelete
  14. bener itu kak pikiranmu
    kami ini musuh bebuyutan yang dipisahkan oleh jarak dan waktu jadi cuma bisa berantem di dunia maya
    huhuh

    ReplyDelete
  15. hoho,,berarti saya pembawa perubahan dong ya..
    memang kelinciputih ini,,luar biasa sekali..
    ^ ^

    ReplyDelete
  16. anda yang mendeklarasikan perang dulan ya anak muda..

    ReplyDelete
  17. owh, jadi aki tidak berpikir begitu? kalo gitu kita ini apa? bayi yang ketuker di rumah sakit? bagaimana mungkin? aki kan lahirnya di kandang, bukan di RS, dilihat dari sudut manapun tidak ada kemungkinannya

    ReplyDelete