Follow Us @farahzu

Tuesday, October 20, 2009

Kalau Allah Sudah Berkehendak, Apapun Bisa Terjadi

Suatu pagi di kolam renang waktu khusus wanita. Beberapa perempuan tua –berusia sekitar 60 tahunan lebih— masih lincah berenang dan, sangat jago. Sebenarnya kemahiran nenek-nenek berenang inilah yang dulu memotivasiku untuk segera bisa berenang. “Nenek-nenek aja bisa, masa aku yang masih muda ga bisa?!” Ternyata mereka memang atlet renang semasa mudanya. Wew..
Seorang nenek –aku ingat sekali baju renangnya warna biru muda—sedang mengajari seorang wanita muda menyelam, kemampuan dasar diving. Suatu saat mereka berdua beristirahat di pinggir kolam yang dalamnya 2,2 meter. Mereka, berdua saja. Tiba-tiba kami semua dikejutkan dengan teriakan panik wanita muda itu, “Eh, ibu, ibunya tenggelam!!” Spontan kami langsung berlarian ke arahnya dan berusaha mengangkat perempuan tua itu ke tepi. Ia pingsan, di dalam air.
Panik, semua orang memberi perintah. Telah dicoba membalik badannya agar air yang terminum keluar. Memberinya napas buatan. Menekan-nekan dadanya untuk mengeluarkan air sekaligus memicu detak jantungnya. Menekan keras-keras ibu jari kakinya agar ia tersadar. Alhamdulillah, ia bernapas kembali. Setelah menyumpalkan sendok diantara gigi atas dan bawahnya, dengan cepat beliau digotong keluar menuju klinik terdekat, dengan sebuah mobil.
Hampir semua kami yang tidak ikut mengantar ke klinik terdiam di pinggir kolam, berusaha mengatur napas yang memburu, mengendalikan shock dan kelebatan pikiran masing-masing.. wanita muda yang sempat diajarinya menyelam pun menangis. Jelas saja. Ia masih sempat mengira nenek itu sedang menyelam biasa, tapi kenapa lama sekali tidak muncul-muncul ke permukaan.. Dan kenapa tubuhnya terlihat kaku ketika “menyelam” itu.. Singkat cerita, ketika kami sedang beres-beres usai berenang, seorang ibu memberitakan bahwa nenek tadi akhirnya “lewat”. Lewat, begitu saja ketika tiba di klinik.
Enam puluh tiga tahun usianya. Diperkirakan ia terkena serangan stroke yang kedua kalinya saat tenggelam itu. Beberapa menit sebelum kejadian itu, teman saya bercerita tentang kakak kelasnya dulu yang berniat mengukur kedalaman air dengan menyelam hingga kakinya menyentuh dasar kolam. Dan, sama, tak kunjung kembali ke permukaan, serangan jantung. Meninggal.
Innalillaahi wa inna ilaihi raaji’uun..

Hummm.. kalau Allah sudah berkehendak, apapun bisa terjadi. Jadi teringat cerita seorang teman ketika ia menjelaskan tentang takdir.

Suatu ketika di zaman Nabi Sulaiman as.
Saat itu sang nabi sedang menggelar majelis yang dihadiri oleh makhluk-makhluk yang dengan izin Allah mampu ia tundukkan. Ada sang nabi, hewan-hewan, jin-jin, manusia, dan di majelis itu ada juga malaikat Izrail yang sedang menyamar dalam bentuk manusia. Seorang manusia di dalam majelis itu ketakutan karena ia terus-menerus dipelototi oleh seseorang yang sebenarnya adalah malaikat pencabut nyawa yang sedang menyamar itu, Izrail.
Ia bertanya kepada Nabi Sulaiman as, “Ya Nabi, kenapa orang itu terus-menerus memelototi saya?” Nabi menjawab, “Dia adalah malaikat Izrail yang ditugaskan Allah untuk mencabut nyawamu”. Orang itu makin ketakutan, lalu memohon kepada Nabi Sulaiman as agar meniupkan angin yang beliau mampu tundukkan, untuk melemparkannya ke negeri yang sangat jauh, katakanlah, Indonesia. Dan permintaannya dikabulkan oleh sang nabi.
Sebenarnya, ketika malaikat Izrail melototi manusia tersebut, ia sedang bingung. Dari Rabb-nya, ia diperintah untuk mencabut nyawa orang tersebut 5 menit lagi, di –katakanlah—Indonesia. Tapi saat itu orang tersebut masih berada sangat jauh dari Indonesia, di jazirah Arab. Ia kebingungan bagaimana caranya ia mencabut nyawa orang tersebut 5 menit lagi di Indonesia, tempat yang sangat jauh dengan tempat mereka saat itu.
Dan nyatalah, Allah-lah Yang Maha Berkehendak…
Bekasi, 18 Oktober 2009

17 comments:

  1. yang pernah kau ceritakan padaku..

    Alloh akan membawa kita pada putaran putaran ajaib nya ya far??

    =)

    ReplyDelete
  2. Wah, makin keren dan berbobot tulisannya fars..

    Jazakumullah Khair For Sharing..

    ReplyDelete
  3. kmaren baru di ceritain sama terry....

    ReplyDelete
  4. gosip cepat menyebarr.. Heeemmm... Tapi beneran lho traumanya masih berasa sampe sekarang..

    ReplyDelete
  5. iya nurul.. pastinya nanti kan indah.. saling menguatkan dan menasihati dalam kebenaran dan kesabaran ya

    ReplyDelete
  6. 'afwan.. cerita yang.. luar biasa ya? pinter banget tu temen saya jelasinnya pakai cerita itu

    ReplyDelete
  7. oh.. gitu ya, bahasa arabnya? Trims ^_^

    ReplyDelete
  8. traumatis.. (mungkin agak lebay.. tapi beneran..)

    ReplyDelete
  9. resusitasi jantung paru, aku udah belajar tuh!

    ReplyDelete
  10. hmmm...coba ayu ada di sana waktu itu.. besok yuk =)

    ReplyDelete
  11. merinding soal cabut nyawa itu..

    ReplyDelete
  12. dan aku takjub waktu dijelaskan dengn cerita itu

    ReplyDelete