Follow Us @farahzu

Friday, January 10, 2020

Bersegera Di Jalan Allah; Cerita Dikunjungi Sahabat


Saya dikunjungi oleh seorang sahabat yang lama tidak bertemu karena dia pindah domisili. Nanyanya hanya, ‘hari ini ada di rumah ga? Kangeeenn….’ Terus dia datang beberapa waktu habis maghrib, sesuai yang disepakati sebelumnya. Cuma sebentar, beberapa menit setelah azan isya, beliau pulang.

Selama mengobrol kami banyak membahas tentang Maha Baik dan Maha Kuasanya Allah, Maha Kaya lagi Pemberi Rezeki. Saya tau sahabat saya ini bukan orang yang banyak harta (setidaknya menurut pengakuannya), meskipun selalu Allah cukupkan rezekinya dan keluarganya, Allah mudahkan rezekinya ketika kebutuhan datang. Mungkin karena iman dan bertaqwa. Aamiin.
“… Barang siapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan baginya jalan keluar. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya…”(QS: Ath-thalaq: 2-3)
Sahabat saya ini datang membawa hadiah terbungkus. Dengan merendah dia bilang seadanya, tak bisa kasih yang mahal. Dengan alasan sopan-santun, saya menunda membukanya sampai dia pulang. Ketika saya buka, saya kaget karena ternyata isinya adalah sesuatu yang sangat berharga buat saya. Selain itu, harganya memang mahal.

Tapi, apa yang dia berikan pada saya malam itu, tidak bisa dibilang murah. Sungguh tidak bisa. Jangankan untuk memberikan hadiah untuk orang lain, untuk saya pakai sendiripun, saya pasti akan berpikir berulang kali untuk membelinya. Karena mahal. Tapi dia dengan keyakinannya, memberikan hadiah itu untuk saya. Ya Allah

Ya Allah, terima kasih sudah memberikan aku nikmat hadiah tersebut, sekaligus menegurku dengan manis. Betapa selama ini aku seringkali perhitungan untuk-Mu. Padahal aku tau Engkau mencintai perbuatan seseorang yang menyenangkan saudaranya. Ini bukan hanya menyenangkan hati saya. Ini sangat menyenangkan buat saya. Itu satu.

Kedua, kenapa saya tidak bongkar apa yang ada di rumah untuk dibawakan sebagai oleh-oleh? Padahal saya tau yang terbaik adalah menginfakkan sesuatu yang kita cintai. Ah, terlambaaatt faaar, dia sudah pulaaaaang.

Ketiga, dia datang dengan rindu dan keceriaannya yang begitu menghangatkan buat saya. Saya juga kangen berat. Dia banyak sharing dan cerita hikmah-hikmah yang dia alami, memberi nasihat buat saya, dan itu sungguh menguatkan saya. Ya Allah, betapa berkah seseorang saudara yang baik. Bertemu setengah jam saja, meninggalkan kebaikan yang banyak buat saya. Banyaaakk sekali.

Jazakillah khayr, kakanda. Semoga Allah senantiasa menjagamu dalam kebaikan. Aaminn.. Semoga pelajaran berharga yang kuambil darimu malam ini, bisa membantuku istiqomah untuk memperbaiki diri lagi.

Baca Juga: Hanya Titipan 




No comments:

Post a Comment