Follow Us @farahzu

Thursday, July 24, 2008

Sahabat, Beri tahu Aku, Apa Artinya Dewasa? (PART II)

10:44 AM 18 Comments
Ini adalah kata-kata dari Bung Ketua sebuah Karang Taruna,
“Dalam Islam dewasa adalah mukallaf yaitu orang yang sudah akil baligh. Tapi secara psikologis dewasa adalah tanggung jawab.”
(0219211xxxx)

Kalau digabungkan, harusnya orang yang sudah aqil baligh memiliki tanggung jawab semua. Ya nggak? Berikutnya dari partner aku yang paling baik,
“Shahabiyah aku pun tak terlalu tahu apa itu dewasa. Namun, subjektifku menyatakan, bahwa yang mampu memadukan kognitif, afektif, dan psikomotoriknya”
(0219863xxxx)

Memadukan 3 potensi manusia. Untuk apa ya,, untuk menjadi manusia seutuhnya kali yaa.. Nah, kalau yang ini adalah kata-kata seorang akhwat shalihah dari MIPA,
“Mmm.. Bagiku dewasa adalah paham peran dan memerankannya dengan baik”
(0219108xxxx)

Peran. Karna tiap-tiap kita memiliki lebih dari sebuah peran. Mainkan itu sebaik-baiknya. Penuh totalitas. Kalau menurut anak Hukum,
“Dewasa itu artinya sudah cakap dalam melakukan perbuatan hukum =) maksudnya sudah cukup umur, mampu membedakan mana yang benar/baik&salah/tidak baik, tidak berada di bawah pengampuan dan mampu bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya.”
(0219217xxxx)

Subhanallah, ada teorinya… Sekarang mari kita simak kata-kata seorang akhwat tangguh yang jadi garda depan dalam memperjuangkan nasib ribuan maba 2008,
“Ketika kita bisa memposisikan diri sesuai dengan kondisinya. Dapat berpikir dengan matang dan dapat me-manage emosi.”
(0219475xxxx)

Ini dia. Manajemen emosi. Anda sudah? Saya masih ble’e nih…
Naaahh,, kalau yang ini, dalam tulisan ini, ia usianya paling muda. Lebih muda dari-ku. Tapi,, baca deh, 
Dewasa itu…
Matang dalam merasa
Cerdas dalam berpikir
Teguh dalam bersikap

Dewasa itu…
Saat kita mampu menangguk hikmah
dalam kondisi berkesukaran serta menjauh dari keluh kesah…

Dewasa itu…
Ibarat pejalan kaki,
Ketika ia jatuh terperosok maka dengan bersegera bangkit berdiri,
 tidak menangis meratapi luka yang menganga,
Melainkan mencari penyembuhnya

Dewasa itu,
Kala seseorang dilimpahkan ujian,
 lalu bertambah-tambahlah keyakinannya
akan pertolongan Sang Robbul Izzati…

Silahkan pilih versi mana yang kakakku suka!
Karena…
Dewasa itu…
Ketika kita mampu memilih
tanpa melibatkan siapapun selain diri sendiri…
Wallahu a’lam
(081539272xxx)

Memaksaku untuk kembali bercermin… Dan pada akhirnya memilih. Salah satunya kah, atau semuanya? Itu juga pilihan.

And now, it’s time to my lovely “teacher of life,
Menurut ana dewasa tu kalo kita benar2 memahami hakikat kita sebagai makhliq Allah, dari sini semua berawal. Kita akan punya pandangan yang jauh, memapu menempatkan sesuatu pada tempatnya, bisa melihat sesuatu dari segala sisi. So, dewasa tu bukan masalah umur tapi masalah iman. Makanya sahabat/sahabiyah pada muda tapi sudah dewasa, mereka tidak pernah ikut training kepribadian kan? Tapi ke-IMANan kepada Allah dan Rasul-Nya yang bikin dewasa
(081908846xxx)
Hiks, hiks,, sangat fundamental. Menyentuh sisi terdalam kalbuku..

Kalau disimpulkan menurut orang-orang hebat ini, dewasa itu mencakup sangat banyak aspek. Karena menjadi dewasa itu tidak mudah. Orang sering bilang, “tua itu pasti, tapi dewasa itu pilihan”
(padahal sih nggak juga, kalau umurnya ga sampai tua?? J hehe..)

Nah, bagaimana menurut anda, mau memilih salah satunya, memilih semuanya, tidak setuju, atau ingin menambahkan??
Dengan hormat saya persilahkan…
Karena setiap masukan dari anda sangatlah berarti J

Sahabat, Beri tahu Aku, Apa Artinya Dewasa? (PART I)

10:42 AM 2 Comments
Dewasa itu…
Bisa ngerti diri sendiri, bisa menempatkan diri dan juga bisa ngerti orang lain dengan apa yang ia miliki” -- (08133150xxxx)
Dengan kata lain, dewasa bisa berarti “mengerti, memahami, bersikap, dan menerima orang lain dan kondisi apa adanya”. Demikian setelah dikonfirmasi. Menurut seorang sahabatku yang sangat tulus,
Dewasa itu punya banyak makna. Setahuku yang gak tau apa2, salah satunya, dewasa itu adalah bagaimana cara kita menyikapi sesuatu/hal apapun dengan bijak..” –(085691999xxx)
Punya sikap, bijaksana. Nah, kalau ini kata sahabatku yang sangat baik dan perhatian padaku sejak zaman baheula,
Dewasa, artinya matang secara akal dan mental, bisa bedain salah atau benar, bertanggung jawab atas pilhan yang diambil, mampu bertindak adil, tau bagaimana memposisikan diri dalam masyarakat, dll. Itu cuma pendapat gue lho. Banyak kemungkinan salahnya(085694630xxx)—
Matang, bisa membedakan, tanggung jawab, memposisikan diri.
Seorang akhwat yang memiliki peran sangat besar membentuk karakterku semenjak di psikologi bilang,
Hmm,, dewasa itu, ketika seseorang sudah punya kemampuan reflective thinking, dan memasuki tahap pemantapan nilai dalam hidupnya” –(085693078xxx)
Bisa melakukan reflective thinking, dan memantapkan nilai-nilai yang ia anut. Yang berikut ini juga punya andil besar dalam masa pembentukan karakterku dulu,
Dewasa bisa mengambil pilihan dalam hidup
(08568648xxx)
So simple. Bahwa hidup adalah pilihan-pilihan. Kalau katanya “mantan partner”ku di SMA dulu, 
Dewasa dalam bahasa Arab adalah aqil baligh yang berarti akalnya telah sampai. Jadi umur tidak bisa dijadikan patokan, bisa saja anak yang baru berumur 15 tahun telah mampu mendayagunakan akalnya untuk mengatasi problem kehidupan, dan yang telah berumur 60 tahun terkadang belum dapat seperti itu. Wallahu a’lam
(08567918xxx)
Mendayagunakan akal, untuk hidup. Wah, mulai sulit nih.. Sekarang mari kita simak kata seseorang yang sangat aku sayang,
Dewasa itu bisa menjalani hidup menjadi lebih baik…
(08158827xxx)
Sama simpel-nya. Tapi komprehensif. Dan memaksa kita untuk belajar berfikir sendiri (me-nyampai-kan akal kita), apa artinya “baik”.
Berikutnya adalah kata-kata dari mahasiswa yang masuk jajaran “paling pinter” di angkatanku,
Dewasa menurutku adalah mampu bertanggung jawab dengan dirinya sendiri, mampu mengendalikan diri, dan mengambil keputusan yang bijak secara mandiri..
(02194122xxx)
Mengendalikan diri. Tidak hanya dari hal di luar diri, tapi juga godaan dari dalam diri sendiri. Kalau kata “penasihat spiritual”ku dan anak-anak Karang Taruna, 
Dewasa itu adalah tidak hanya tau namun juga mengerti dan memahami arti dan tujuan hidup penciptaan kita sebagai manusia. Wallahu a’lam
(08568700xxx)
Filosofis. Tapi eksis. Mengapa kita ada? Untuk apa kita diciptakan? Apa tujuan hidup kita?

Friday, July 11, 2008

Rollies

2:07 PM 0 Comments
Cinta yang tulus di dalam hatiku
T’lah bersemi karena-Mu
Hati yang suram kini tiada lagi
T’lah bersinar karena-Mu

Biarkan hujan membasahi bumi
Atau bulan yang tiada berseri
Namun jangan Kau biarkan cintaku
Yang tulus suci,
Hanya pada-Mu

Semua yang ada pada-Mu membuat diriku tiada berdaya
Hanyalah bagi-Mu, untuk-Mu Tuhanku
Seluruh hidup dan cintaku

Ada yang tau lagu ini?? Sepertinya Gito Rollies (Alm.) membawakannya dengan sepenuh hati. Sedalamnya jiwa. Romantis. Menggetarkan hati dan dengan segera menggenangkan mata ini.

Ah, lagi melo nih
11 Juli 2008

Bercermin tentang Kesyukuran, Kehormatan, dan Kesahajaan…

2:05 PM 5 Comments

Beberapa hari ngurus advokasi biaya kuliah mahasiswa baru, membuatku banyak belajar tentang arti kesyukuran. Kehormatan. Kesahajaan. Konkret bo!

Bersyukur karna Allah memudahkan rizki-ku dan orang tuaku.
Juga bersyukur atas pemberian Allah yang terbaik; orang tua yang jujur dan menjaga kehormatannya

Atas dijauhkannya ketamakan, merasa cukup dan bersyukur atas apa yang dimiliki.

Atas didikan kesahajaan,
Atas pemahaman akan arti penting pendidikan
meski kadang pusing dengan kondisi keuangan, namun selalu yakin bahwa Allah Maha Kaya

Juga yang paling penting, syukur atas nikmat orang tua yang beriman. Yakin bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya. Bahwa Allah akan memudahkan dan mengatur semuanya. So, tenang saja. Masih banyak kok yang lebih membutuhkan daripada kitaaa..

*Coba, masa dengan penghasilan jauh di atas rata-rata (kami pun terbengong-bengong melihat slip gajinya) bayar 5 juta/semester aja pake nangis-nangis segala??? Jangan dikira kita ga pake akal dan hati dalam memutuskan. Cape otak&hati sekaligus tau, dengan pertimbangan tanggungan, konsumtivitas, aset, tralalatrilili… Secara mahasiswa psikologi UI semester 4 aja pasti udah belajar metode observasi dan wawancara… sepatunya aja mahal…tas-nya apa lagi… belum lagi lipstick dan bajunya juga pasti merek mahal, buat kost maunya yang mahal, masa buat sekolah anak maunya yang murah???
Masuk UI harus didorong-dorong (ih, kalo anaknya aja males kuliah, bukan masalah kita doong?!), kalo biaya makan dikurangin, takut anaknya ga makan dengan benar (gimana orang Indonesia umumnyaaa??? Gimana gue, temen-temen guee???)*

Makanya teman, dari jauh Rasul sudah mengingatkan, kalau tentang dunia, jangan bandingkan diri kita dengan orang yang diatas kita…melainkan lihatlah ke bawah. Agar kita bersyukur dan lebih lapang serta bahagia menjalani hidup. Sebaliknya, dalam hal ilmu dan amal, baru harus membandingkan dengan yang di atas kita, biar kita selalu berusaha untuk lebih baik…
Jangan malah terbalik…

Ada
lagi. Seorang ayah menerima keputusan kami dengan sangat lapang dada dan sepenuh keyakinan pada Allah. Walaupun ia tidak memiliki uang itu, ia hanya minta, “Doain aja sama mba ya..” biar dicukupkan rizqinya. Amat yakin dengan doa. Yakin terhadap Allah yang Maha Kaya. Dengan menjaga kehormatan diri dan keluarganya dari meminta yang bukan hak-nya. Meski sebenarnya semua diakomodir.

Ah, sungguh, bukalah mata, telinga, dan hatimu teman, karena hikmah dan ilmu terhampar di sekitar kita. Di mana-mana. Ambillah mereka. Dan kau pun akan kaya
                       Juli 6th, 2008
 

Thursday, July 3, 2008

Sunday, June 29, 2008

Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati, Yakin?

12:20 PM 9 Comments
Bagiku,
Tak selamanya mencegah lebih baik daripada mengobati.

Sebelum kejeblos, memang sebaiknya dicegah, misalnya diberitahu atau diperingatkan, "Hoy, di sana ada lubang!" dsb.

Nah, kalau terlalu sering diingatkan hingga seseorang itu tidak pernah jatuh, dia memang tidak akan jatuh (iya, kalau ada orang yang selalu setia mengingatkan. Kalau tidak?)

Kalau ia tidak pernah jatuh, maka ia tidak akan pernah merasakan jatuh. Rasanya jatuh. Sakitnya jatuh. Bekas jatuh itu. Dan,

ia tidak akan pernah tau,

bagaimana cara untuk bangun dari jatuhnya

Maka,
jangan TERLALU melindungi diri kita sendiri atau seseorang yang sangat kita cintai sekalipun (saudara, keluarga, teman, anak mungkin??) hingga ia tidak pernah terjatuh.
Tak perlu juga SELALU menyelamatkannya dari segala hal yang mengancam
Melainkan didiklah ia untuk mandiri menyelamatkan dirinya sendiri

Sesekali, biarkan ia merasakan semuanya.
Dan biarkan ia menjadi kuat dengan dirinya sendiri

Selain itu,
ga jatuh, ga belajar

"Ya Allah, jadikanlah saudaraku manusia yang bukan hanya bisa berharap, tapi juga mampu berbuat. Janganlah Kau bawa dia ke jalan yang serba mudah, tapi biarkan dia belajar mandiri di tengah badai dan gelombang"
(0852183xxxxx)

Buat adikku,
yang menyimpan mutiara hikmah tak terhingga
syukran ya dik..

Thursday, June 19, 2008

Wednesday, June 18, 2008

Bertiga

10:50 AM 3 Comments
Aku senang bersama 2 orang ini. Berawal dari penyusunan proposal PKM Jas Merah Detektif Cilik 2008, lalu kompetisi Mapres Psikologi UI (tapi nyatanya kami saling mendukung), wacana lomba-lomba penelitian tingkat nasional (yang sejauh ini belum sempat dijalankan karena sibuk), dan pelaksanaan PKM itu sendiri, kami jadi sering bersama-sama. Saat tea- walk di KIAT 2008 kemarin, kami banyak berfoto bertiga. Berpose aneh-aneh atau manis, menyenangkan. Kata-kata yang kami ucapkan saat difoto, “Map..res”, atau “PIMNAAAS!!”, atau, “PIMNAS…WANNA BE”
Hehehehe.. Ada kebanggaan pada diri-diri kami, kesan-kesan positif, dan harapan (masuk PIMNAS dan juara 1 nasional) tersirat dan tersurat dalam kata-kata itu. Menyenangkan. Bersama mahasiswa-mahasiswa terhebat angkatanku di fakultas ini, kuharap, semoga aku tertular kehebatan mereka J
Oh iya 1 lagi. 4 dari 5 Mapres Psikologi UI adalah muslim. Kami bertiga akhwat, yang 1 ikhwan (Mapres Utama). Semuanya sering terlihat aktif di FUSI. Walaupun tidak semuanya pengurus. Jadi kami sering ada di tempat yang sama. Kalau sudah menyebut Rizqi, Mahasiswa Berprestasi Psikologi UI dalam sebuah acara FUSI, biasanya orang-orang langsung mencari mapres yang lainnya, “Wah, kita punya 4 mapres!”
Seorang mapres lagi non-muslim. Tanpa bermaksud diskriminatif, tapi pastinya ia tidak pernah ikut acara FUSI. Udah gitu angkatannya beda sendiri. Kami baru bertemu dan berkenalan dengannya di hari-H presentasi karya tulis kami. Melihat kami sering berkomunikasi ber-4, ia bertanya, “Kalian emang sebelumnya udah sering bareng ya?”
Senangnya, bersama-sama mereka.
Bekasi, 15 Juni 2008

Kutemukan Formula Saat Kulitku Tersentuh

10:49 AM 0 Comments
Cara terbaik mengusir dingin (dalam kisaran iklim tropis) dari tubuh adalah dengan menciptakan panas.
Maka jika anda menemukan tubuh anda menggigil dan mendefinisikan diri anda mengalami, kedinginan, maka bergeraklah! Ciptakan panas dari dan untuk tubuh anda sendiri. Jangan manja! J
Ketika anda berada di sebuah villa di puncak, Bandung, atau tempat-tempat dingin lainnya, atau hanya terbangun di pagi hari yang basah karena hujan dan anda merasa kedinginan, maka anda melakukan kesalahan besar bila anda menarik selimut menutupi kulit anda dari dinginnya udara, dengan tetap berdiam di atas kasur dan “menikmati” kedinginan yang mengigit itu.
Kemudian, lebih salah lagi bila anda tidak mandi berhari-hari dengan alasan, “Airnya dingin banget!”
Bangunlah. Bergerak. Ciptakan panas. Lalu mandi lah. Karena mandi di tempat dingin yang kita belum terbiasa adalah cara yang sangat efektif untuk BERADAPTASI dengan cuaca setempat. Air yang begitu dingin ketika menyentuh kulit anda, percaya atau tidak, akan melindungi kulit anda selanjutnya dari serangan rasa dingin yang masih akan dirasakan oleh orang lain yang menghindari mandi karena takut kedinginan.
Ketika anda  mengigil saat air yang dingin itu menyentuh kulit anda, jangan merutuki dinginnya air itu. Melainkan, bersyukurlah. Tahukah anda, bahwa mengigil saat kedinginan membantu anda agar tetap hidup?
Gemetar, adalah cara alami tubuh kita untuk tetap menghasilkan panas saat kita kedinginan. Agar kita tidak mati beku, tubuh melakukan defense mechanism terhadap dingin tersebut dengan tetap bergerak dan menghasilkan panas. Itulah yang kita sebut sebagai, menggigil.
Anda, manusia, khalifah Allah di muka bumi. Jangan mau kalah hanya dengan udara dingin.

15 Juni 2008
Terinspirasi dari KIAT 2008
(masih) terlalu indah untuk dilupakan
Lembang, 13-14 Juni 2008

Thursday, June 12, 2008

Orang Pagi, Orang Malam.. (PART 1)

12:17 PM 3 Comments
Perbincangan iseng di student centre..ngomongin tipe-tipe manusia yang muncul waktu raker..
 “Si R tuh, orang malam sejati. Jam 11, ampe jam 4 tu, aktif banget dia. Kalo si T mah orang subuh. Orang-orang pada tidur lagi abis subuh, dia udah ngerjain tugas, depan laptop..”
Iseng aku nimbrung..
“Gue juga orang subuh. Makanya bete banget kalo liat orang masih terlelap waktu matahari udah bangun..”
“Waaahh, gua banget tuh...” kata si W juga ikut-ikutan..
Kenapa ESQ hanya mengenal “Selamat PAGI” meskipun matahari tlah terbenam dan hari mulai malam?
Bagi sebagian orang, pagi selalu identik dengan kehidupan. Semangat. Kebangkitan. Kesegaran. Aktivitas. Inspirasi. Keberkahan.
Rasulullah saw yang mulia juga bilang, “Laksanakanlah shalat subuh, karena shalat subuh itu disaksikan oleh malaikat”. Saat pagi, malaikat turun ke bumi, dan mendoakan orang-orang yang bangun dan menghadap Rabb-nya dalam shalat. Shalat rawatib qabla subuh (yang cuma 2 rakaat) juga memiliki keutamaan yang jauh lebih besar dari shalat sunnah lainnya. Sebesar langit dan bumi sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat.
Kalau boleh membandingkan, aku lebih suka orang-orang yang hidup di waktu pagi. Mereka memiliki sesuatu –semacam semangat dan vitalitas—yang tidak dimiliki orang lain yang masih terlelap paginya.
Bagiku mereka meraih banyak kemenangan:
1. kemenangan dari hawa nafsu yang mendorong tubuh selalu mendekati kasur dan mata agar mengikuti gravitasi bumi
2. memenangkan keberkahan; karena tidak ada waktu lain yang sesegar, sesehat, seberkah, dan semulia pagi.
3. kemenangan waktu karena mereka sudah bangun saat yang lain tidur, bersiap ketika yang lain masih bermalas-malas, berjalan ketika yang lain baru bangkit, dan berlari ketika yang lain baru mulai berjalan (seperti kata Tami dalam blog-nya. Trimakasih ya dik..)
--bersambung--

Tuesday, June 10, 2008

Untuk ummat Islam, WASPADALAH!

11:45 AM 7 Comments

Saudaraku, kalian sedang diadu domba. Eh, kita maksudnya. Ya, kita sedang dipecah-belah oleh pihak musuh agar kita tidak bersatu dan merasakan nikmatnya kemenangan.
WASPADALAH !!

*Pada ngerti kan maksudnya apaan?
ada Ahmadiyah, FPI, Gus Dur dan para pengikutnya...

Ada yg bilang, ramai2 FPI sekarang ini adalah untuk mengalihkan perhatian masyarakat pada kenaikan harga BBM dan tidak lagi mendemo pemerintah
Tapi ada juga yang berpikir,
Ada yang lebih di balik itu semua..
Reli2 panjang ini ditujukan untuk memecah belah ummat Islam biar tidak bersatu, khususnya menyambut pilpres 2009

TANYA KENAPA
*yang ini juga jawabannya udah jelas khan??

Friday, May 30, 2008

Dari Psikologi,,, untuk Dunia

9:12 AM 3 Comments
Aku ingin menjadi seperti Goenawan Muhammad, yang tuangan pemikirannya kala senggang saja menginspirasi banyak pikiran lain yang berinteraksi dengannya. Tapi aku lebih ingin menjadi sekaliber Anis Matta, yang tulisan-tulisannya selalu membangunkan jiwa-jiwa yang sedang terlelap. Kedua orang tersebut terkaitan dengan ilmu psikologi. Goenawan lulusan Fakultas Psikologi UI, kakak kelasku berarti. Anis Matta juga sangat –lebih dari cukup artinya—sering mengangkat hal-hal psikologis dalam tulisannya. Tapi, aku juga ingin seperti BJ Habibie, yang ilmu dan amalnya bisa mengharumkan nama bangsa. Dan, lebih dari itu semua, aku ingin aku bisa membangun. Apapun. Dari bangsa; hingga yang lebih operasional: moral dan mentalitas anak bangsa; dan yang lebih operasional lagi: ekonomi, lapangan kerja, kualitas sekolah dan pendidikan, iklim politik yang sehat dan dinamis, lingkungan alam yang terjaga…
Begitu banyak orang pandai yang hidup sukses sesuai dengan kependidikannya. Tapi juga tidak sedikit orang pandai yang tersisihkan di negeri ini. Tak terberdayakan. Tapi, tidak sedikit juga orang yang tidak berpendidikan terlalu tinggi, yang dapat memberdayakan banyak orang, yang berpendidikan sekalipun. Kuncinya ada pada kemauan. Walau tidak berpendidikan tinggi, kemauan cukup untuk membuatnya berusaha keras untuk mendapatkan ilmu maupun keahlian yang dapat ia kembangkan. Meski terhalang biaya misalnya, kemauan juga cukup untuk menggerakkannya mencari penghasilan sambil tetap menuntut ilmu. Toh ilmu terhampar di mana-mana; di sekolah, buku, tempat kerja, jalan-jalan, bahkan aktvitas harian di KRL. Ketika terhalang oleh fasilitas, kemauan juga cukup untuk membakar semangat generasi untuk terus belajar dan hidup lebih baik. Lihat saja India. Kampus-kampus yang masih menggunakan kapur dan blackboard di sana mampu menelurkan insinyur-insinyur hebat kelas dunia. Bagaimana dengan kita? Kadang dalam sebuah kelas yang tidak seberapa besar, terdapat 2 buah LCD. Walau sering hanya 1 yang berfungsi. Pemborosan.
(belum selesai, tapi ngantuk)
(apaan sih??)
May 29th, 2008

Wednesday, May 28, 2008

the power of dream (tulisan lama)

12:04 PM 4 Comments
Mimpi adalah hal pertama yang harus dilakukan dan dimiliki bila seseorang ingin mencapai atau mendapatkan sesuatu yang ia inginkan
Banyak orang besar yang mengawali ‘kebesarannya’ dengan mimpi. Sebut saja Gajah Mada. Ia punya mimpi menyatukan Nusantara yang luasnya Subhanallah. Sampai ia bersumpah tidak akan memakan buah palapa hingga mimpinya itu tercapai (ada yang tau, sebenarnya buah apakah palapa itu?)
Atau Muhammad Al-Fatih Murad. Yang terobsesi menaklukkan Konstantinopel ke tangan Islam kala ia masih 17 tahun. Karena mendengar sabda Rasul tentang penaklukan Konstantinopel itu, “sebaik-baik pasukan adalah pasukannya, dan sebaik-baik panglima adalah panglimanya”
Dan ia menjadi panglima pasukan yang dikatakan oleh Rasul, “sebaik-baik panglima”. Dalam usia 17 tahun. Usia yang di negara kita mungkin baru bisa mendapat kartu tanda penduduk.
Saat menggali khandaq (parit) sebelum perang, para sahabat menemukan beberapa buah batu besar yang sangat sulit untuk dipecahkan. Akhirnya para sahabat memberitahukannya pada nabi, dan beliau saw. yang mengambil alih pekerjaan itu. Subhanallah, Rasulullah ternyata kuat melakukannya. Ketika memecahkan sebuah batu, Rasulullah saw. berkata, “Aku melihat kunci-kunci negeri Parsi". Ketika memecahkan batu yang lain, Rasulullah berkata, "Aku melihat kunci-kunci negeri Romawi..."
Dan dalam beberapa tahun, kata-kata Rasulullah saw. tersebut menjadi kenyataan. Kaum muslimin dapat menaklukkan negeri-negeri tersebut dan menjadikannya di bawah naungan Islam. Bukan sekedar janji Allah hal itu menjadi kenyataan. Tapi pastinya ada usaha kaum muslimin di dalamnya. Rasulullah menanamkan optimisme dan mimpi dalam pikiran para sahabatnya.
Self fulfilling prophecy mungkin. Karena sudah dikatakan oleh Rasul tentang hal itu –yang notabene merupakan informasi dari Allah yang pasti akan terjadi—maka para sahabat bersemangat untuk itu.
Ikal dan Arai, 2 orang anak Belitong yang bersusah payah untuk menikmati pendidikan yang masih sangat minim di daerah mereka, pernah bermimpi untuk menjejakkan kakinya di altar suci almamater Sorbonne, Perancis. Mimpi itu terlafazkan saat mereka masih SMP, nun jauh di pelosok, Belitong yang kaya namun memiliki penduduk yang miskin. Berbagai pengalaman hidup telah mereka lalui, hingga akhirnya mereka bisa menamatkan S1 di universitas di Pulau Jawa, dan keduanya berhasil mendapatkan beasiswa ke Sorbonne, Perancis. Berawal dari mimpi kanak-kanak
Lantas yang menjadi pertanyaan adalah, memangnya ada apa dengan mimpi?
Sebelum muncul facial feedback hypotesis, perilaku manusia sangat diarahkan dan dipengaruhi oleh pikirannya. Karena itu ada ungkapan, “if you think you can, you can!”
Ketika tidak ada keyakinan ‘mampu’ pada diri seseorang, maka dia akan sulit mendorong dirinya sendiri untuk menjadi mampu. Bagitu pun bagi orang yang selalu berpikir dan mengatakan, ‘ini sulit, itu susah, saya tidak bisa melakukan itu’. Itulah mengapa orang yang pesimis sangat sulit untuk sukses.
Itu bagi orang yang sudah berpikir, walaupun negatif. Apalagi bagi orang yang tidak berpikir tentang sesuatu yang ingin dicapai (mimpi). Dengan kata lain, orang yang tidak bermimpi.
Mimpi menanamkan semangat pada jiwa dan pikiran seseorang. Mimpi menjaga seseorang untuk tetap bergerak. Karena ada sesuatu yang ingin dicapai itulah seseorang akan terpacu motivasinya untuk berusaha menggapai impiannya tersebut, hingga akhirnya dengan balasan dan kehendak Allah ia bisa mendapatkannya. Terus, berusaha, menggapai mimpinya.
Tapi yang perlu diperhatikan, tidak sama antara bermimpi dengan mengkhayal. Yang satu baik, yang lain menghabiskan waktu sia-sia sehingga menjadi tidak baik. Yang satu jelas apa yang ingin dicapai, dan yang lain tidak, sekedar senang-senang saja bersantai. 

.....

11:12 AM 19 Comments
pengen banget nulis. numpuk nih di otak! kalo ga dituangin bisa decay. tapi ga sempet. ah, kata-kata yang menyebalkan. ga sempet.

Monday, March 31, 2008

angkatan hebat

2:50 PM 8 Comments
bismillahirrahmaanirrahiim..
alhamdulillahirabbil 'aalamiin

akhirnya satu momok semester ini selesai juga. 3 ujian dalam 1 hari!! Biasanya ujian cuma 1 sehari! Udah gitu ujian hari ini berat-berat semua lagi! Abnormal bahannya 1 buku lebih, Kualitatif juga 1 buku, dan MPBI,, setengah diktat inggris saja...

(ga penting)

(cuma pengen katarsis sejenak)

(ada yang bilang pulang-pulang mau keramas, coz kepalanya udah pada berasap, ngebul)

Tuesday, February 12, 2008

aaaahh!!!

4:44 PM 8 Comments

Alhamdulillah

Satu tahap menuju '....' telah kulewati. Lolos!

Tinggal satu tahap terakhir.

Mohon dukungan dan doa-nya..

Trimakasih..

Monday, December 31, 2007

Aku belajar lagi

12:56 PM 8 Comments
     Waktu SMA, aku sering pulang bareng seorang teman yang satu jurusan koasi. Dia temanku dari kecil, dari TK. Yah, dia tau lah aku dari lagi lucu-lucunya, genit-genitnya, nakal-nakalnya, dan baik-baiknya,,jelek-jeleknya juga. Laki-laki sih.. Makanya pulang bareng itu pun cuma sampai kami kelas 1. Kelas 2&3, karena udah ngerti, jadi ga lagi.

     Nah, selama itu, aku belajar tentang peran gender. Bagaimana seorang laki-laki dan perempuan bertingkah laku, terutama perilaku di antara keduanya. Lebih ke norma yang berlaku di masyarakat sih. Khususnya Indonesia.

     Tapi karena aku kuliah di psikologi UI, lingkungan membentuk aku –mau ga mau—menjadi akhwat dominan, perempuan mandiri, androgin, dll. Semua harus bisa dilakukan sendiri. Singkat kata, aku jadi lupa bagaimana peran gender yang dulu pernah kupelajari dari sobatku itu.

      Nah, kemarin ada rihlah Fadhil (forum alumni) sama adik-adik asuh di SMA. Ke Ragunan. Pulangnya sih bareng-bareng. Tapi turun dari angkot 01 dari Pulo Gadung, cuma aku dan temanku di atas itu yang turun dan nyebrang bareng. Iya lah, rumahnya deket. Waktu nyebrang, dia duluan dan menyeberangkan aku, sampai tengah. Sampai di tengah, dia pindah ke sebelahku yang satunya, nyeberangin lagi, sampai di seberang. Oh iya, aku lupa. Biasanya, nyebrang di Margonda yang ganas pun, aku sering tanpa sengaja menyeberangkan laki-laki. Terus, jadi inget, dulu, setelah nyeberang dan masuk gang (bukan gang sih) kan jalannya masih bareng selama beberapa meter. Nah, kalo aku jalan di kanan deket jalan, dia suka menarik ranselku, ke sebelah kirinya, jadi dia yang deket jalan.

        Sepele sih. Tapi sebagai perempuan aku merasa dihargai aja gitu. Oh iya lupa satu lagi. Waktu pulang, di bus way, ada mba-mba (jelas masih gadis) masuk, dan berdiri, sedangkan sobatku itu duduk. Melihat si mba-mba itu, dia langsung berdiri mempersilahkan di mba duduk. Ga lama, laki-laki yang tadinya duduk di sebelahnya berdiri juga dan mba yang satunya lagi duduk. Malu kali ye.. Ih, beneran deh. Kalau aku berdiri di bis atau kereta, aku ga pernah dipersilahkan duduk tuh sama laki-laki yang duduk di depanku. Ya, dan aku jadi inget tulisanku di blog yang berjudul ‘Seandainya aku laki-laki’, “memang hanya ummat Muhammad yang memuliakan perempuan”.

Terimakasih Sobat..
Desember 25, 2007

Monday, December 24, 2007

Lihatlah dengan Lebih Sederhana

6:56 PM 7 Comments
Kenapa setiap kembali ke sekolah, saya selalu merasa sedang refreshing?? Walaupun sebenernya di sekolah selalu ada 'kerja-kerja'. Tapi menyenangkan. Sangat menyenangkan. Kemarin saya baru dari Ragunan bersama adik-adik asuh di SMA dan beberapa pengurus Fadhil (ikatan alumni SMAN I Bekasi). Sekali lagi, menyenangkan. Kemarin kelihatan deh, ternyata kakak-kakak alumninya (termasuk saya) juga masih kekanak-kanakan. Maksudnya, masih punya 'selera', sifat, dan lucunya anak-anak. Hehe.. mulai ga jelas.
Yah, menurut saya, sifat kekanakan itu terkadang perlu. Tapi ingat ya, terkadang. Karena seperti kanak-kanak bisa berarti kita kembali 'polos', menyenangkan, bersih, dan memandang dunia dengan sederhana (seringkali kita harus cukup sederhana dalam berpikir memang). Umar bin Khatthab ra. pernah berkata, "Jadilah Kamu seperti anak kecil di hadapan istrimu", kepada para suami. Itu artinya, seorang pemimpin pun ada masanya untuk manja dan sedikit 'beristirahat' dengan menjadi anak-anak. Apalagi buat orang-orang yang kebagian peran 'dipimpin'? Karena, sepertinya, hal itu dimiliki dan dibutuhkan oleh semua orang.
Maksud tulisan ini??

Monday, December 17, 2007

bingung,, dan kaget

11:05 AM 2 Comments
Senin pagi, seperti biasa jam 6 lewat dikit aku sudah sampai di kosan. Biasanya sih langsung bersiap untuk berangkat kuliah. Atau sepekan kemarin, berangkat ujian. Tapi hari ini, aku benar kaget, "masak sih ga ada yang harus kukerjakan?" Biasanya, kalau tidak ada yang mendesak, aku bisa mengerjakan tugas-tugas kuliah atau membaca buku yang 'harus' dibaca. tapi hari ini, tiada tuh.
Hoaahhmm.. Beneran, ga ada yang harus kukerjakan. Alhamdulillah.. akhirny semester ini sebentar lagi berakhir. tinggal satu ujian lagi! Semester yang.. menurut beberapa temanku, di psikologi maupun di mipa, adalah 'semester neraka'. Tugas-tugas menggila, kepanitiaan, organisasi.. Hhff..
Alhamdulillah....
Aku ga tau harus nulis apa lagi. Amanah di suksesi selesai. Tinggal hari ini Grand Closing dan Evaluasi. Eh, satu lagi.. makan-makan panitia (hoho)
Akademis.. Tinggal 1 ujian lagi, Psikologi Komunitas. Membuat program pula! Alhamdulillah
Alhamdulillah..

Monday, December 3, 2007

Seikhlasnya Aja Deh..

9:00 AM 1 Comments
                Tadinya kupikir Warnet Kasuari selalu penuh jika ahad malam atau malam (saja) tiba. Tapi siang tadi ketika aku mampir hendak mengambil e-mail tugas dari teman, penuh juga. Olala.. Akhirnya karena mendesak, malam ini aku pergi lagi ke sana sambil membawa laptop, karena katanya bisa kalau bawa laptop sendiri.
                Sampai di sana, penuh lagi (tuh kan??!). Kata mas-nya bisa pake wireless. Baru aja laptop nyala, ada orang yang telah selesai memakai komputer. Ya sudah, aku pakai komputer warnet saja. Seribu... tapi kok lama banget dan... ah.. problem loading, semua page yang kubuka! Kata masnya setelah kutanya, kemarin jaringannya abis ’jebol’ (ga ngerti deh) dan mungkin sekarang belum stabil. Akhirnya kami kembali sibuk dengan laptop.
                Agak lama n ribet,, akhirnya kubilang, ”Sebenernya cuma mu ngambil data doang sih mas, di Yahoo Mail”. Ooo.. So, masnya menyuruh temannya yang sedang memegang laptop (yang berfungsi sebagai komputer induk) untuk membuka Yahoomail. Oke,, walau awalnya agak lama.. sambil ngobrol sama masnya n temennya itu ttg laptop, selesailah hajatku ke warnet malam itu.
                Waktu mau bayar, kutanya kan, ”Berapa Mas?” Masnya bingung, ”Berapa ya?” haduh. Kuperjelas, ”Yang di sana sih seribu”, maksudnya waktu pake komputer warnet. Waktu si mas yang lucu ini lagi bingung, temennya yang punya laptop ngomong, ”Seikhlasnya deh”, yang diiyakan sama si mas. (??) Aku sempet bingung sih. Tapi kulihat dompet, seribuannya cuma satu. Ya udah kukasih selembar lima ribuan, dan kubilang, ”Kembaliannya juga seikhlasnya deh”, nah lo, masnya tambah bingung (daripada aku yang bingung???)
Jelang Pilkada SUKA (Syaikhu-Kamal)
2 Desember 2007