Follow Us @farahzu

Friday, February 28, 2020

Happiness Blogger

Sebagai blogger, saya tuh bukannya kepingin bikin buku. Yah meskipun kalau ada yang nawarin bikin buku bareng juga bakal dipertimbangkan sih, hehehe... Saya lebih suka artikel-artikel pendek saya tersebar meski sedikit-sedikit dan gratis, tapi menjangkau sebanyak mungkin orang yang bisa dijangkau. Baik oleh saya, orang lain, maupun oleh mesin bernama internet. Laman farahzu.com ya jangan lupa dibaca 😌

Bukan juga sekedar ingin terkenal, bukan. Tapi saya ingin bisa menebar kebaikan (meskipun sedikit-sedikit) dan menyentuh sebanyak mungkin hati. Tujuannya apa?
Saya ingin semakin banyak orang berbahagia di dunia ini. 𝘐𝘴 𝘪𝘵 𝘴𝘪𝘮𝘱𝘭𝘦 𝘦𝘯𝘰𝘶𝘨𝘩, 𝘰𝘳 𝘴𝘰 𝘤𝘰𝘮𝘱𝘭𝘪𝘤𝘢𝘵𝘦𝘥? Saya ingin menjadi penambah kebahagiaan, bukan membuat orang tertawa.

Orang tertawa mungkin saja gembira. Namun belum tentu orang yang banyak tertawa lebih bahagia daripada orang yang banyak menangis, dan sebaliknya. Ada lho orang yang menertawakan ketidakbahagiaannya. Tidak sedikit juga kan orang yang menangis saking bahagianya?

Bila orang sudah menemukan kebahagiaan yang HQQ (baca: hakiki, bahasa anak 𝘫𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘯𝘰𝘸), maka ia sudah melepaskan (𝘳𝘦𝘭𝘦𝘢𝘴𝘦) hal-hal negatif yang tak perlu dari hidupnya, hama atau racun yang mengotori hatinya. Dia akan mudah memaafkan; kesalahan di masa lalu, dirinya, dan orang lain. Kalau orang sudah menemukan bahagia yang HQQ, maka bagaimana pun keadaannya di mata manusia, dia tak akan risau. Dia tahu di mana puncak kebahagiaannya nanti tak kan berujung: akhirat, yang luasnya seluas langit dan bumi. Dia tak risau, dia lapang, dia bahagia.

Kalau hidup sudah bertemu dengan kebahagiaan yang HQQ, berarti dia sudah terhubung dengan Tuhannya, sumber segala kebahagiaan. Dia paham bahwa setiap dosa ada balasannya, setiap jengkalnya menjauhkannya dari rido Tuhannya, maka dia lekat dengan taubat.

Kalau banyak orang sudah menemukan jalan-jalan menuju kebahagiaan HQQ-nya melalui huruf demi huruf dari artikel saya, berarti saya adalah orang yang paling berbahagia. Karena arti nama ‘bahagia’ yang saya sandang setiap detik ke mana-mana ini, terlalu kecil bila dimaksudkan hanya untuk kebahagiaannya sendiri saja.

Dear Kamu, kalau suatu saat kita bertemu dan ternyata aku membawakanmu kesedihan atau luka, tolong ingatkan aku akan namaku ya. Kamu berhak untuk itu 🙂

No comments:

Post a Comment