Follow Us @farahzu

Tuesday, April 30, 2019

Review: Wardah Nature Daily Seaweed Primary Skin Hydrating Booster

3:18 PM 3 Comments

Kita review produk lagi yaah... kali ini produknya dari Wardah, merek sejuta umat. Jarang-jarang saya pakai produk Wardah, karena biasanya gak ngefek di kulit saya. Makanya suka kzl sama orang yang kulitnya bebas masalah padahal cuma pake Wardah doang, hihihi. Tapi yang ini beda. Berawal dari nginep sekamar sama sohib solihah yang pakai ini, terus nyoba pakai malamnya, eh pas paginya kok kulit berasa haluuuuus dan lebih kenyal. Akhirnya minta lagi sampe mau pulang (ih malu-maluin). Pas pulang, beli sendiri deh. Murce! Yuk cus langsung aja kita bahas ya!
wardah review

Nama dan Jenis Produk
Produk ini bernama Wardah Seaweed Primary Skin Hydrating Booster, dari seri nature daily-nya Wardah. Sebelumnya saya pernah coba micellar waternya dari seri seaweed ini, enak sih, bagus, tapi meninggalkan rasa pahit kalau kena bibir. Nah yang booster ini enggak, nyaman banget dipakainya.
Jadi ini tuh produk apa Far? Tadinya kupikir (dan temanku itu pikir), ini semacam hydrating toner. Tapi kata BA-nya Wardah ini bukan toner. Pas kubaca-baca lagi, eh iya deng, ini booster bukan toner. Karena secara tekstur juga ketika dituang ke tangan, lebih kental dari toner biasanya. Bahkan lebih kental dari Hada Labo Lotion which is merupakan jenis toner yang sangat hits se-Indonesia.
Dari namanya hydrating booster, fungsinya pasti untuk menambah kelembaban dong ya. Tapi masalahnya di kata ‘booster’ ini, booster itu apa? Booster ini, tahapannya dipakai setelah hydrating toner, sebelum serum. Saya pribadi jarang sekali pakai serum, jadi biasanya setelah pakai booster ini langsung pakai aloe vera gel (kalau lagi rajin), atau langsung saja tidur, hehehe... Kalau pagi, setelah pakai booster ini saya langsung pakai sunscreen. Idealnya sih gini guys: cleanser – toner – booster – serum/essence – emulsion/moisturizer. Jadi kalau kulitmu kering, jangan harap cukup sampai booster saja, karena booster ini bukan moisturizer. Gak pakai serum masih gapapa, tapi tetap perlu moisturizer ya. Kalau buat saya cukup karena kulit saya berminyak, jadi sampai booster saja sudah terasa cukup lembab. Bahkan sering terasa berat dan tidak nyaman kalau masih ditambah serum dan lain-lainnya.  

Kemasan Produk
Berupa botol bulat berwarna hijau tosca, Wardah banget. Isinya 100ml. Karena doi kental, kelihatan sih lebih cepat berkurang dibanding produk lain yang lebih cair seperti toner misalnya. Tutupnya ulir, lubang botolnya sedang jadi pas untuk mengeluarkan produknya biar gak kebanyakan. Travel friendly? Hhhmmm menurutku sih ga terlalu, tapi juga ga gede-gede amat, biasa aja. Kalau kamu tau botol Hada Labo lotion/milk yang sama-sama 100ml, Wardah booster ini lebih ramping kemasannya dan sedikit lebih tinggi.
wardah primary skin

Harga
Harga di konter Rp35.000 untuk isi 100ml, bisa lebih murah lagi kalau belinya online. Produk ini mudah sekali ditemukan di mana-mana, di al**mart, ind**aret pun ada.

Klaim dan Kandungan Produk
wardah nature daily

Di bagian depan kemasannya, ada klaim sebagai berikut:
Bantu melembabkan dan menghaluskan kulit. Hydraboost formula.
Penjelasan di bagian belakangnya juga mencantumkan beberapa kandungan yang memang terkenal efektif untuk melembabkan kulit, seperti ekstrak rumput laut (seaweed), hydraboost formula (adenosin dan sodium PCA), dan hyaluronic acid.

Tekstur, Aroma, dan Cara Pakai
Produk ini berupa cairan bening, lebih kental dari toner pada umumnya. Itu juga yang membuat saya ragu kalau ini toner, soalnya agak jegleg gitu kalau habis pakai cleanser langsung pakai ini, karena agak berat awalnya. Ternyata emang bukan toner hahaha... fyi, urutan pemakaian skin care yang benar adalah dari yang paling encer sampai yang paling pekat ya.
1. ketika produk dituangkan; 2. meskipun cukup kental, produk langsung mengalir begitu tangan digoyangkan;
3. setelah produk meresap ke kulit 

Produk ini mengandung fragrance. Kalau dicium-cium sih wanginya kayak wangi skin care pada umumnya, lembut banget dan hampir ga terasa. Tapi kalau kamu alergi sama wewangian sih, mending coba dulu endus-endus sebelum beli yah..
Cara pakainya, setelah produknya dituang di telapak tangan, biasanya saya gosok-gosok sampai telapak tangan agak hangat, baru ditepuk-tepuk di muka, mulai dari masih basah sampai terasa menyerap dan kulit terasa lebih lembab.

Kesimpulan
Saya amazed dan sangat bersyukur menemukan produk Wardah ini karena berefek sangat bagus di kulit saya. Saya sudah pakai selama 1 bulan lebih dan cocok, tidak ada reaksi negatif. Kulit jadi lebih lembab, kenyal, dan terasa lebih sehat dibandingkan sebelumnya. Kelembabannya juga cukup dan tidak berlebihan di kulit oily saya. Sebelumnya saya suka layering beberapa hydrating toner yang ada di rumah untuk menambah kelembaban, selain biar semuanya kepake sih hehe.. Tapi sejak pakai Wardah Seaweed Booster ini ga pernah lagi layering toner, soalnya kalau udah pakai 2 toner terus pakai ini, jadi agak lengket saking lembabnya.
Kalau habis, beli lagi gak? Hhmmm iya kayaknya. Etapi sekedar mengingatkan, produk ini khusus untuk melembabkan lho yaaa, jadi ga usah berharap yang lain-lain semacam mencerahkan dan sebagainya. Hehehe...
Sekian review kali ini.. semoga bermanfaat yaaa!
Assalamualaikum!
Baca Juga: Lip Tint, Buat Kamu yang Pemalu

Monday, April 29, 2019

Review: Innisfree Jeju Volcanic Pore Cleansing Foam

11:48 AM 0 Comments

Halo semuanya, assalamualaikum! Kali ini saya mau review produk lagi setelah sekian lama vakum ya, hehehe. Namanya Innisfree Jeju Volcanic Pore Cleansing Foam, busa pembersih wajah yang biasanya digunakan sebagai second cleanser dalam tahapan skin care. Innisfree ini merek Korea yah. Yuk kita bahas!

innisfree jeju
Nama Produk
Tulisan di depan kemasannya adalah Innisfree Jeju Volcanic Pore Cleansing Foam; Purify pores and cleanse dull-looking skin. Jadi dari awal produk ini mengkhususkan diri sebagai pembersih pori-pori dan membersihkan kulit yang tampak kusam. Nah gimana bener ga Far? Sabar ya buk. Hehehe...

Harga
Di marketplace harga produk ini berkisar antara 90-130ribu. Saya sendiri mendapatkan produk ini dari pemberian orang baik. (Makasih ya mbaaa! <3 )

Kemasan
innisfree jeju volcanic foam

Produk ini datang dengan kemasan yang cukup besar, melebar tapi tidak panjang. Alias bogel wkwkwk. Isinya 150ml. Berbentuk tube dengan lubang yang juga besar. Tapi tenang aja ga akan kebanyakan nuang kok, karena isinya padat sekali jadi in sya Allah ga bakal tumpah seperti cairan. Kemasannya dari plastik doff. Penjelasan produk di belakangnya lebih banyak huruf hangeul yang saya tidak paham sama sekali. Ada huruf latinnya juga sih, sedikit.

Klaim dan Kandungan
A pore cleansing pore with Jeju volcanic clusters to attach to sebum and purify pores. 
Abu vulkanik dari letusan gunung berapi memang dikenal sebagai bahan yang baik untuk kecantikan, terutama untuk menyerap minyak, membersihkan pori-pori, dan kandungan mineralnya untuk melembutkan kulit dan menghilangkan kerutan serta stretchmark (sumber: link).
Btw kalau diperhatikan ingredientsnya, ada volcanic ash (abu vulkanik) tapi tidak masuk di urutan 5 kandungan pertama, artinya volcanic ash tersebut tidak cukup banyak jumlahnya dalam formulasi produk ini. Tapi kalau menurut saya wajar sih, bisa jadi abu vulkanik dalam jumlah besar bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan kalau ditaruh di kulit muka ya kan... 

Tekstur
Produk ini berbentuk gel yang sangat padat. Dia rich sekali, hanya butuh sedikit saja dikeluarkan ke telapak tangan untuk dibasahi dan dibusakan, cukup untuk semuka. Fyi busanya cukup banyak menurut saya. Dan perih kalau kena mata. Awal-awal suka lupa tutup mata, kebiasaan pakai Cetaphil hihihi... Berwarna putih dengan titik-titik scrub berwarna coklat, sepertinya itu si volcanic ash-nya.  



Kesan
Setelah pakai cleansing foam ini, kulit terasa bersih banget. Sepertinya produk ini memang diformulasikan untuk kulit berminyak sih ya, secara tulisannya to attach sebum and purify pores. Fyi kulit berminyak memang cenderung memiliki pori-pori besar, jadi mungkin kotoran mudah terperangkap di dalamnya.
Di kulit saya yang memang oily, setelah cuci muka rasanya kulit seperti kering ketarik, yang kalau dicek pakai kertas lakmus (saya belum beli sih) sepertinya produk ini bersifat basa. Tapi alhamdulillah akan bisa teratasi jika langsung menggunakan hydrating toner setelahnya. Saya seringnya pakai hatomugi. Biasanya kan cleanser - exfoliating (acid) toner - hydrating toner. Tapi karena cleanser ini basa, saya pakainya: cleanser - hydrating toner – acid toner - hydrating toner lagi. Hal ini dilakukan demi efektivitas acid yang optimal bila kondisi kulit dalam keadaan normal atau asam.


Saya ga kebayang sih kalau cleanser ini dipakai sama pemilik kulit kering, sepertinya sih bakal lebih kering daripada yang saya rasakan, tapi monggo aja kalau mau coba. Asal ga minta beliin aja hehe..

Kesimpulan
Produk ini cocok di kulit saya, agak kering tapi bisa diatasi dengan pemakaian skin care yang tepat setelahnya. Kalau tidak tepat, kemungkinan bisa menyebabkan bertambahnya sebum, soalnya kondisi kulit yang kering akan mendorong kelenjar untuk memproduksi lebih banyak sebum. Akhirnya malah makin berminyak dan kusam deh. Foam ini juga tidak menimbulkan iritasi maupun jerawat baru di kulit saya. Dan kalau habis, bisa jadi saya akan beli kemasan kedua, kecuali ada produk lain yang ingin saya coba.

Demikian review kali ini ya. Semoga ada yang bisa diambil manfaatnya. Aamiinn..

Thursday, April 4, 2019

Kenapa Gengsi Berdoa Minta Kemudahan?

4:41 PM 2 Comments
sumber: link
Jangan minta kemudahan, mintalah kekuatan.”  
Kayak pernah denger ya kata-kata di atas?

Kenapa ada orang yang lebih memilih berdoa meminta kekuatan saja alih-alih meminta kemudahan? Hhhmmmm salah satu alasannya mungkin biar level dan kualitas dirinya naik, dia menjadi pribadi yang lebih kuat dan tangguh karena terbiasa menghadapi situasi-situasi yang sulit. Berhasil karena kekuatan dirinya. Mungkin.

Padahal orang biar kuat itu dikasih apa sama Allah?
Iyap, dikasih ujian. Terus apa kamu yakin bakal senang dan ga ngeluh kalau dikasih ujian kesulitan? Saya sih ga yakin. Banyak bahkan yang sampai nangis-nangis berdoa minta masalahnya disudahi dan ketemu jalan keluar.

Poin pertama gais, kalau kita merasa lemah pasti kita butuh dan bergantung sama Allah. Tapi emangnya kalau kita sudah hebat dan kuat, sudah menguasai skill ini-itu, ga butuh pertolongan Allah lagi? Hei, sehebat dan sekuat apapun kita, yang namanya makhluk, ga ada sedetikpun momen kita lepas dari pengawasan-Nya, ga ada sekejap matapun kita ga butuh pertolongan Allah. Selalu butuh. Jadi sebenarnya kita memang selalu butuh pertolongan, dengan kata lain, sebenarnya kita selalu lemah. Iya, kita hamba itu lemah. Bisa apa tanpa pertolongan-Nya? Ga ada guys, ga ada. Ga bisa apa-apa kita tuh. Orang mata sendiri aja kita ga bisa atur kedipannya kan? Apalagi yang menurut kita lebih susah dari itu.

Kedua, Allah dan Nabi Muhammad ﷺ banyak menyuruh kita berdoa minta kemudahan. Allah tahu manusia ini lemah. Dan kalau Nabi ﷺ saja berdoa minta kemudahan, adakah manusia yang lebih kuat dari beliau?
“Rabbi sysyrahlii shadrii wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatan min lisaani yafqahuu qauli”
(Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku). (Quran surah Thaha: 25-28)

“Rabbanaa aatinaa min ladunka rahmah, fahayyi’lanaa min amrinaa rasyadaa”
Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami. (QS: Al Kahfi: 10)

“Rabbanaa walaa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahuu ‘alalladziina min qablinaa. Rabbanaa walaa tuhammilnaa maa laa thaaqatalanaabihi.”
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. (QS: Al Baqarah: 286)

“Yaa hayyu ya qayyuum, birahmatika astaghiits, ashlihlii sya’nii kullahu, walaa takilnii ilaa nafsii tharfata ‘ainin”
Wahai Rabb yang Maha Hidup, wahai Rabb yang Maha Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu),  dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan janganlah diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu). (HR. Hakim)
Dan, masih banyak doa-doa minta kemudahan lainnya.

Bukan ga boleh berdoa minta kekuatan, boleh saja. Nabi ﷺ juga berdoa agar Allah kuatkan telapak kakinya dalam berjihad. Tapi mintalah juga kemudahan. Berdoa minta kemudahan itu dianjurkan kok.

Dengan kita berdoa minta kemudahan, artinya kita siap menerima apapun yang Allah siapkan untuk kita hadapi, baik itu ujian sabar, apalagi ujian syukur. Ga khawatir apa-apa lagi, karena baik kesenangan atau kesulitan, kita selalu bergantung pada Allah. Dan tiadalah orang yang paling kuat, kecuali orang yang hanya bergantung pada Sang Maha Kuat 💪💪😊😊

Saturday, March 23, 2019

Bersyukur itu Wajib?

1:40 PM 2 Comments

Alhamdulillahilladzi bi Ni’matihi Tatimmusshaalihat, Alhamdulillah ‘ala Kulli Hal
Assalamualaikum. Gais, mungkin udah pada familiar, ada ayat Quran surah Ibrahim (14) ayat 7 yang mengatakan tentang bersyukur, yang artinya sebagai berikut,
...Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka pasti azab-Ku sangat berat
Nah. Da aku mah melihat dan merenungkan kembali ayat ini, menyimpulkan bahwa bersyukur itu wajib hukumnya. Bukan anjuran, yaaa kecuali ada yang mau ambil pilihan azab yang berat karena ga bersyukur. Hih. Na’udzubillah. Kalau kalian gimana?

Atasan saya dulu pernah bertanya pada audiens pelatihan, bahagia dulu baru bersyukur, atau bersyukur dulu baru bahagia? Alhamdulillah pertanyaan itu menyadarkan semua yang ditanya sih, akhirnya langsung memilih bersyukur dulu, baru bahagia. Karena bersyukur itu diri kita sendiri yang kontrol untuk lakukan, sedangkan kebahagiaan banyak yang sumbernya dari luar diri dan kendali kita. Jadi kalau nunggu bahagia dulu baru bersyukur, susah amat ya hidup ini, mesti nunggu dapat karunia besar dulu, baru bersyukur.
Padahal trust me guys, bersyukur itu bikin bahagia! Bagaimanapun, mungkin itu salah satu makna dari ditambahnya nikmat akibat bersyukur. Siapa yang ga mau sih?  
Kalau kata Ustadz Khalid Basalamah, manusia itu dimanja sekali oleh Penciptanya. Mulai dari tubuhnya, bentuknya yang sempurna, mendukung aktivitas dan sebagainya; lalu coba lihat lebih dalam dari fisiologisnya. Dari mulai organ-organ yang sempurna, pernapasan, peredaran darah, pendistribusian oksigen dan makanan, sekresi enzim dan hormon-hormon, sampai pembuangan. Tentunya yang disebut disini baru sebagian kecil saja dari kompleksnya tubuh kita. 

Beliau (Ustadz Khalid) pernah cerita, ada seorang kapten kapal, ketika sedang berlayar dia mengalami sembelit selama 2 atau 3 hari. Di hari berikutnya, orang itu ditemukan meninggal di toilet ketika sedang berusaha untuk buang air. Setelah diautopsi, ternyata, dia meninggal karena menghirup gas yang terperangkap dalam perutnya sendiri beberapa hari sebelumnya! Betapa beracunnya hal-hal yang memang harus dikeluarkan dari tubuh kita ini. Betapa sempurnanya ciptaan Allah. Itu baru 1 contoh aja Gaes.
Rabbanaa maa khalaqta haadzaa baathilaa. Subhaanaka faqinaa ‘adzaabannaar (QS Ali Imran:191); ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.
Bahkan ketika sakit pun kita masih punya banyak hal untuk disyukuri lho. Jangankan sakit pinggang (eh..bukan cerita tentang saya kok ini) orang yang sakit leukeumia dan kanker lainnya aja masih banyak lho yang pandai bersyukur dan tetap bisa tersenyum. Saya beberapa kali menyaksikannya. Bagaimana dengan kita yang masih diberi kesehatan? Hanya diuji dengan sedikit kesusahan dan kelelahan, masa sudah ga ingat bersyukur.
tetap asoy dan bersyukur meski dilanda pilek parah ya Bang
Kalau lagi punya masalah berat, coba deh liat sekeliling, masih banyak orang lain yang punya masalah jauhhh jauh lebih berat dari masalah kita. Terus lagi kata Ustadz Yusuf Mansur nih,
Di mana-mana, di sekolah manapun, waktu ujian itu ga akan lebih panjang daripada waktu belajarnya.
Nah, salah satu karakteristik ujian itu memang tidak lama guys. Tapi bagaimana kalau ujian saya sudah bertahun-tahun tapi tak kunjung usai? Mungkin, itu bukan ujian. Jangan geer dulu bilang sedang diuji. Bisa saja itu karena dosa-dosa kita. Maka bertaubatlah (Ustadz Luqmanul Hakim, penulis buku Mustahil Miskin). Udah, gitu aja solusinya.
Kalau dapat sesuatu yang berat menimpa kita, taubat dulu. Baru bersabar.
Gitcuw. Ini ceramah buat saya sendiri sih terutama, saya ga menghakimi atau menyindir siapapun. Kalau ada yang tersinggung, berarti kamu geer. Hehehe..

Lalu mungkin ada yang bertanya apa arti ucapan di baris awal artikel ini. Jadi keduanya adalah ucapan yang Nabi Muhammad ﷺ anjurkan baik ketika mendapat kebaikan/nikmat atau ditimpa kesusahan. Yang pertama ketika mendapat kebaikan, dianjurkan membaca ‘Alhamdulillaahilladzii bi ni’matihi tatimmush sholihat’ yang artinya ‘Segala puji hanya milik Allah yang dengan segala nikmatnya segala kebaikan menjadi sempurna.’
Sedangkan ketika mendapat sesuatu yang tidak disukai, beliau mengatakan ‘Alhamdulillah ‘ala kulli hal’, artinya ‘Segala puji hanya milik Allah, atas setiap keadaan’.” (HR. Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan). Sumbernya dari sini.

See? Jadi dalam keadaan apapun, senang ataupun susah, bersyukurlah guys. Karena apapun yang menimpa kita, sejatinya itu adalah kebaikan dan hikmah yang banyak. Kita saja yang belum tau apa hikmah di baliknya. Dan yang paling penting, jangan lupa, bersyukur itu wajib.

Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang pandai bersyukur. Aamiinn.. 



Monday, March 18, 2019

People Change; Sabar Aja...

3:59 PM 2 Comments
everybody has changed

Ada anak, udah dibilangin berkali-kali, masiiiihh aja mengulang kenakalan yang sama. Ada juga bapak-bapak, udah dikasih tau kalau merokok itu ga baik, merusak, membunuhmu, blablabla, masiiiih aja merokok. Ada juga ibu-ibu, udah dibilangin kalau ghibah itu dosa, masiiiiihh aja suka gosip. Hhhh.... (ini contoh aja ya gaes)

Banyak orang berharap orang lain berubah (dalam konteks ini berubah menjadi lebih baik). Dari mulai presiden, artis, sampai tetangga, terlebih lagi orang-orang dekat seperti pasangan, teman, orang tua, anak, atasan, atau saudara. Banyak sekali yang kita ingin ubah dari mereka.

Wajar saja sih mengharapkan seseorang berubah. Namanya juga masing-masing punya karakter dan preferensi yang berbeda-beda. Dan kecenderungannya, kita ingin orang lain itu sejalan pemikirannya dengan kita, tingkah lakunya pun sesuai dengan yang kita inginkan.

Baca Juga: Ubah Diri Saya

Nah, yang jadi masalah adalah kalau kita tidak sabar melihat perubahan di diri orang lain, lalu menjadi kesal dan mengeluhkan orang itu. Mungkin juga sudah melakukan berbagai macam cara agar seseorang berubah, sambil melupakan bahwa di diri kita pun sebenarnya punya banyak hal yang harus diubah.
Padahal, bukan kita yang bisa mengubah hati orang, melainkan Allah-lah yang mampu membolak-balikkan hati makhluk-Nya.
Jangan kesal kalau ada orang yang sudah dikasih tau berkali-kali tapi tak kunjung berubah. Sudah beragam cara dan figur yang menyampaikan, tetap saja belum mau berubah. Jangan sedih sist. Biasa aja, mungkin belum waktunya dia berubah. Kalau kita sadar kita ga bisa ngendaliin hati orang, kita ga akan kesal dan malah jadi marah-marah. Doakan dia lebih sering, dan yakin aja kalau orang akan berubah pada saatnya. Juga, kalau kita sadar ada ganjaran kebaikan yang besar kalau kita bisa mengajak orang lain jadi lebih baik, kita akan tetap semangat mengusahakan yang terbaik buat dia ;)

Jadi, kalau kamu ingin seseorang berubah, sertakan dia dalam doamu, ikhlaskan keadaannya sekarang dan ikhlaskan bagaimana nanti Allah membuatnya menjadi lebih baik, dan sabarlah. Nanti Allah yang bukakan jalannya, dengan cara-Nya sendiri, yang kita ga pernah tau bagaimana hebatnya skenario itu. Saya sering banget mengalami ini. Tapi maafkan saya kesulitan untuk membahasakannya di artikel ini, hehe..

Satu lagi, jangan pernah putus asa lalu men-judge seseorang bahwa dia tidak akan bisa berubah, meskipun sudah puluhan tahun dia begitu. People change. Percaya deh. Ubahlah diri sendiri menjadi lebih baik dalam segala aspeknya, sambil mintalah pada Sang Pemilik Hati. Saaabar.
Iya, semua orang pasti akan berubah. Cepat atau lambat, dengan atau tanpa campur tangan kita. Sebagaimana diri kita pun berubah, baik kita sadari atau tidak.

Monday, February 11, 2019

Review: The Ordinary Glycolic Acid 7% Toning Solution

7:01 PM 46 Comments
Review The Ordinary


Assalamualaikum!
Beberapa waktu yang lalu saya sudah menulis tentang review Pixi Glow Tonic ya. Sesungguhnya, artikel itu ditulis ketika Pixi saya sudah habis dan sedang mencoba-coba produk eksfoliator lainnya untuk perbandingan (ehem, cari yang lebih murah sih). Itulah sulitnya kalau coba-coba produk yang (agak) mahal. Kalau ga cocok sedih, tapi kalau cocok, sedih juga bingung gimana repurchase-nya kalau habis, hahaha.

Akhirnya sampailah pencarian saya pada produk yang akan dibahas di artikel ini: The Ordinary Glycolic Acid 7% Toning Solution. Berkaca dari pengalaman saya yang cocok dengan glycolic acid (salah satu jenis AHA) pada Pixi Glow Tonic, saya baca-baca beberapa artikel terkait produk ini dan akhirnya mencoba beli yang share in bottle-nya di marketplace untuk mengetahui kecocokannya di kulit saya. Uwow harganya setengahnya Pixi, saya excited sekaliihh... Setelah dicoba 1 minggu lebih dan produknya hampir habis, alhamdulillah cocok di kulit saya. Akhirnya saya beli full size-nya. Harganya 190-200ribuan untuk isi 240ml: banyak sekali.

The Ordinary ini adalah merek skincare yang unik dan kekinian banget menurut saya. Dalam hal dia langsung menyediakan kandungan bahan aktif tanpa banyak embel-embel, dan menjadikan bahan aktif tersebut nama dari produknya. Glycolic Acid 7% Toning Solution ini contohnya, ya berarti isinya glycolic acid. Kalau varian yang Niacinamide 10% and Zinc 1%, ya niacinamide dan zinc itulah isinya. Bikin kita tertarik belajar apa saja kandungan bahan aktif yang cocok dengan kulit kita masing-masing kan? Kalau saya sih suka. Ga tau kalau kamu, hehe.. Diproduksi di Kanada. Jadi ini bukan produk Korea ya, catet!

Produk ini jenisnya adalah exfoliant atau lebih tepatnya exfoliating toner. Dengan bahan aktif acid, Glycolic Acid ini berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati secara chemical, bukan dengan cara menggosok seperti menggunakan scrub (eksfoliasi secara fisik). Chemical exfoliator ini lebih aman digunakan untuk pemilik kulit berjerawat, karena minim gesekan. 
Nah berhubung produk ini bisa mengangkat sel kulit mati, secara otomatis ada beberapa manfaat yang mengikutinya, yaitu sebagai berikut:
  • mengeksfoliasi (mengelupas lapisan kulit luar) sehingga kulit nampak lebih cerah, dan memicu pergantian sel-sel kulit (peremajaan kulit)
  • memudarkan flek/noda bekas jerawat
  • jerawat jadi lebih cepat kering
  • memperbaiki tekstur kulit
  • mengurangi milia dan komedo.
Di bawah ini ada keterangan dari website theordinary.com mengenai produk Glycolic Acid 7% Toning Solution. Menerangkan bahwa produk ini vegan (tidak mengandung bahan-bahan dari hewan), non-alkohol, dan sebagainya. Di ingredients-nya nanti juga saya cantumkan, teman-teman bisa lihat bahwa produk ini juga bebas paraben.
the ordinary vegetarian
Namun The Ordinary juga menjelaskan bahwa glycolic acid tidak diperuntukkan bagi kulit yang sensitif, terkelupas, ataupun yang sedang bermasalah.  
the ordinary kulit sensitif

Baiklah, kita mulai review-nya yaaa!
Komposisi
review the ordinary bahasa

Kandungan utama produk ini adalah glycolic acid 7% dengan pH ~ 3,6. Kita bandingkan yuk dengan Pixi Glow Tonic yang mengandung 5% glycolic acid (konsentrasi lebih rendah) dengan pH 4,1 (pH lebih tinggi). Nah, fyi AHA itu pH dependent ya, artinya AHA bisa bekerja optimal tergantung dengan kadar pH dan konsentrasi tertentu (sumber). Semakin rendah pH dan semakin tinggi konsentrasi AHA, maka maka semakin efektiflah dia. Dengan kata lain, secara formula sih TO Glycolic Acid ini lebih efektif dalam mengeksfoliasi kulit daripada Pixi Glow Tonic. Kenyataan yang membahagiakan ya?! Sumber lain: klik di sini

Note: Lebih efektif, artinya juga lebih irritating. Kalau pixi bisa dipakai pagi dan malam, TO GA ini hanya malam saja. Udah diwanti-wanti tuh ama produsennya. Dan jangan lupa, harus pakai sunscreen ya! Karena penggunaan chemical exfoliator dalam hal ini AHA, membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari.

Nah, meskipun di atas saya menyebutkan lebih berpotensi menyebabkan iritasi, tenang aja, kandungan glycolic acid (AHA) 7% masih aman untuk digunakan setiap hari kok. Apalagi selain acid ini, TO GA juga menggunakan bahan-bahan yang membantu menetralkan efek iritasi AHA-nya, seperti aloe vera dan beberapa jenis flower water di 5 kandungan yang disebutkan pertama (artinya komposisinya paling banyak) serta glutamic acid, jadi in sya Allah tetap ramah di kulit karena banyak peredam iritasinya.

Kemasan

The Ordinary Glycolic Acid 7% Toning Solution

Kemasan The Ordinary Glycolic Acid 7% Toning Solution ini berupa botol plastik bening yang cukup tebal dan ukuran yang besar, dengan tutup ulir dari kaleng. Memberikan kesan bahwa produk aman di dalamnya. Begitu tutup kalengnya dibuka, langsung ke mulut botol yang lebar kayak siap untuk diminum wkwkwk. Tapi jangan khawatir, ada tambahan penutup lain dari plastik yang runcing ujungnya dan bisa diputar (maaf saya ga paham ini model apa namanya). Saya suka sih dengan tutup tambahan model begini. Jadi bisa kita atur mau mengeluarkan produknya sebanyak apa dengan memutar tutup botolnya itu.
The Ordinary Glycolic Acid 7% Toning Solution

Botolnya yang besar ini bikin saya lega karena isinya banyak hihihi... 240ml. Sangat tidak travel-friendly tapinya. Jadi kalau mau dibawa travelling, harus dituang dulu ke botol yang agak kecil supaya ga makan tempat. 

Kemasan produknya memuat penjelasan-penjelasan yang cukup, baik di box-nya maupun di stiker yang menempel pada botol. Ini produk kesannya serius amat sih, hanya warna putih dan tulisan huruf hitam, tidak ada gambar atau hiasan sama sekali. Tapi saya suka. Kesannya kayak saya pakai produk yang kredibel banget. 

Tekstur dan Aroma

TO Glycolic Acid ini bentuknya cairan encer seperti air, berwarna kekuningan agak peach gitu. Produk ini fragrance free, alias tidak menggunakan pewangi sama sekali. Jadi baunya khas banget, ada wangi agak manisnya sedikit, tapi lebih banyak bau agak ga enaknya. Tapi saya sih ga masalah, malah tambah yakin kalau produk ini efektif dan hanya memuat bahan-bahan yang diperlukan.
glycolic acid indonesia review

Cara/Petunjuk Pemakaian

The Ordinary (selanjutnya saya singkat TO) Glycolic Acid 7% Toning Solution ini termasuk dalam jenis exfoliant, tepatnya exfoliating toner. Jadi dipakainya setelah selesai membersihkan wajah, dan sebelum hydrating toner ya. 
review the ordinary glycolic acid bahasa

Dari keterangan di kemasannya, cara pemakaian adalah di malam hari, dengan menggunakan kapas (tipis aja ya biar hemat) kemudian diusap ke wajah yang sudah bersih. Kemudian tambahan dari saya adalah, diamkan selama 5-30 menit, sesempatnya kamu, setelah itu gunakan hydrating toner agar pH kulit kembali normal. Setelahnya boleh juga dilanjutkan dengan skincare routine masing-masing.

Oh iya, perlu diperhatikan juga nih face wash kalian sebelum menggunakan AHA ya Gaes, karena AHA dalam toner ini dipakai setelah menggunakan face wash. Face wash yang bikin muka kering, artinya pH-nya tinggi (basa), jadi kalau ditemplokin AHA setelahnya menjadi kurang efektif (ingat tadi AHA perlu pH asam). 

Pada awal-awal pemakaian, pengaplikasian produk ini sedikit lebih perih daripada pakai Pixi Glow Tonic, apalagi kalau terkena kulit yang luka karena jerawat. Sebaiknya jangan dikenain ke luka sih, tapi saya suka nakal sedikit sengaja dikenain, supaya cepat kering. Hehe.. apalagi waktu awal pemakaian, muka saya lagi jerawatan dan memang lagi darurat acid. Jadi sensasi perihnya lebih terasa. Sedikit aja sih, ga sampai bikin kamu pengen nangis kok hehehe.. 
Nah, buat kamu yang baru coba-coba pakai acid, sebaiknya jangan langsung dipakai setiap hari ya. Bisa diawali dengan 1x seminggu, kemudian minggu depannya 2x seminggu, dan selanjutnya bisa ditingkatkan kalau kulitmu sudah bisa beradaptasi. Kalau cocok dan efeknya bagus, lanjut deh bisa setiap hari. Tapi tetap lihat anjuran dari produknya ya. 

Kesimpulan

Saya baru menggunakan produk ini kira-kira 1 bulan, tanpa masa adaptasi karena kulit saya memang sudah terbiasa dengan acid. Jadi langsung dipakai setiap hari. Kalau di kulit saya, penggunaan acid untuk konsentrasi 5% ke atas sih sudah bisa langsung terlihat hasilnya hanya dari 1-2x pemakaian saja. Rasanya kayak baru melepas topeng! Haha, maksudnya kusamnya langsung hilang gitu. Tampilan kulit lebih cerah dan jerawat lebih adem (tenang), tidak terlalu meradang. 

Setelah 1 bulan pemakaian, kulit tetap cerah, bebas kusam, dan bekas-bekas jerawat saya cepat sekali memudarnya, alhamdulillah. Untuk komedo, seperti biasa tidak terlalu berasa sih karena saya jarang komedoan. Kalau pori-pori masih sama dan memang tidak ada klaim mengecilkan pori-pori dari produk ini 😁 tetap perlu dibantu dengan es batu, hehehe. Di kulit saya The Ordinary Glycolic Acid ini juga tidak menimbulkan breakout maupun purging, normal-normal aja alhamdulillah. 

Yang jelas saya happy sekali bisa menemukan produk ini setelah pencarian cukup panjang mencoba beberapa exfoliating toner sebelumnya yang kurang memberikan efek signifikan 😍 
Skincare itu emang cocok-cocokan, jadi memang perlu banyak baca atau tanya dan, coba. Hehehe. Alhamdulillah jaman sekarang mah mudah mau coba-coba produk; online shop terpercaya bertebaran, testimoni bejibun, para produsen banyak yang mengeluarkan sample size/trial yang bisa didapatkan dengan mudah, atau para seller yang menjual produk dalam share-in jar/bottle udah banyak banget. Pinter-pinter milih aja. Atau tanya orang yang kamu percaya dalam hal itu. Jadi kalau ga cocok, ga terlalu sedih yaaa.. 

Alhamdulillah selesai juga ya review yang sangat panjang ini. Mudah-mudahan bermanfaat. Terima kasih sudah membaca sampai habis, kamu sabar sekali 💖 👸

Baca Juga: Review Toner dan Pelembab Hatomugi Skin Conditioner 


Monday, January 28, 2019

Ngalah Aja Gaes

7:48 PM 0 Comments


Suatu ketika saat kita salah jalan, kita disalahkan, 'kenapa ga nanya?'
Di saat yang lain ketika yang jemput kita salah jalan, kita pun disalahkan, 'lain kali kasih tau dong yang jelas, ancer-ancernya apa'. 
Intinya mah salah aja terus. Padahal kalau mau adil kan mudah saja pertanyaan yang sama dikembalikan, 'kenapa gak nanya?'
Tapi demi kenyamanan interaksi dan melihat sikon-sikon yang ada, pertanyaan itu tidak dikeluarkan. 

Pernah ngalamin kayak gitu?
Kalau mau gondok mah gondok aja gapapa. Asal jangan disimpen apalagi sampe lama dipendam ya. Why? 

Mungkin saja kita memang benar, tapi kalau tidak bisa mengkomunikasikan terutama karena situasi yang tidak memungkinkan (bukan karena kita ga beranian/asertif), menyimpan kekesalan akan berakibat buruk untuk diri kita sendiri. Rugi lho. Dia aja ga mikirin, ngapain kita capek sendiri mikirin? Bisa jadi penyakit juga lho. Selain penyakit hati, bisa juga penyakit fisik.

Jadi gimana dong? Kalau pertama respon hatinya masih gondok, segera kuasai dengan pikiran: maafkan. Nanti kalau sempat bisa dibicarakan, kalau belum sempat ya tunggu. Tapi maafin dulu. Gimana, jelas ga? Enggak ya? Hahaha maaf saya jg agak kesulitan nih menjelaskannya. 
Tapi sebenarnya, coba aja dulu: katakan pada diri sendiri, "maafin aja. Ga mau kan sakit sendiri?" Dah gitu aja. Coba ya. Hehe. 

Mudah-mudahan berhasil dan jadi lebih free ya hatinya, serta lebih sehat fisiknya juga. Aamiinn


#30haribercerita hari 27

Sumber gambarFree Vectors by <a target="_blank" href="https://www.vecteezy.com">Vecteezy.com</a>

Sunday, January 27, 2019

Hak Guna Pakai Rezeki

10:08 PM 0 Comments

Rezeki itu banyak macamnya. Harta, hanya sebagian kecil dari rezeki. Banyak harta kalau malah bikin susah dan sempit hidup, berarti bukan rezeki. Boleh aja sih berdoa minta harta. Tapi kalau berdoa minta rezeki, nanti in sya Allah lebih banyak lagi yang dikasih, bukan hanya harta. Siapa yang ga mau ya? Hehe..

Tapi maap nih kali ini saya mau nulisnya tentang rezeki yang berbentuk harta (halah faaar ngapa pendahuluannya mesti begitu?). Bahwa rezeki harta itu tidak harus berupa sesuatu ‘yang kita miliki’ atau ‘milik kita’ atau ‘atas nama kita’. Melainkan, apa ‘yang kita pakai, gunakan, rasakan, manfaatkan, dan nikmati’. Bisa saja seseorang meminjamkan kita rumah misalnya. Rumah itu kita yang pakai, kita yang gunakan, kita nikmati; berarti itu rezeki kita, meskipun bukan milik kita.

Bisa juga misalnya orang membayari kita umroh. Kita berangkat dan menikmati selama di sana. Ya itu namanya rezeki kita, meskipun uangnya bukan uang kita. Maka benar, rezeki mah dari Allah, bukan dari gaji/penghasilan kita. Kalau penghasilan besar tapi pengeluaran besar juga sehingga sedikit yang bisa kita pakai/nikmati, ya sama aja kan. Sebaliknya kalau kita ga punya uang/harta tapi kita bisa menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada dan menikmatinya, meskipun bukan milik kita, berarti itu rezeki kita. Ini belum sampai membahas berkah atau enggaknya, bahagia atau sempitnya hati karena harta ya. Sampai soal kepemilikan dan rezeki saja. Ibarat properti, menurut saya rezeki itu lebih cocok dengan ‘hak guna pakai’, bukan ‘hak milik’. Hehehe...

Maka ingat selalu, Allah Maha Luas Pemberiannya. Asal kita mau minta aja.

#30haribercerita hari 26

Baca Juga: Kalau Allah Sudah Berkehendak, Apapun Bisa Terjadi

Monday, January 21, 2019

Ubah Diri Saya

10:24 PM 0 Comments

"Kebajikan apapun yang kamu peroleh, adalah dari sisi Allah, dan keburukan apapun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri...” (Qs:Annisaa:79)

Allah hanya memberi yang baik-baik untuk kita. Pasti. Kalau ada sesuatu yang buruk menimpa kita, maka berdasarkan ayat di atas kalau kita mengimani AlQuran, itu akibat perbuatan kita sendiri. Jadi yang mesti diubah siapa?

Iya. Diri kita sendiri a.k.a saya.

Punya masalah dengan pasangan? Siapa yang harus diubah dulu? Saya. 
Punya masalah dengan orang tua/saudara/anak/keluarga? Siapa yang harus diubah dulu? Saya.
Punya masalah dengan pekerjaan/atasan/rekan kerja? Siapa yang harus diubah dulu? Saya.
Punya banyak utang? Siapa yang harus diubah dulu? Saya.
Punya masalah dengan orang lain atau hal-hal lain? Siapa yang harus diubah dulu? Saya.

Setelah mengubah diri sendiri  menjadi lebih sesuai dengan standar yang Allah tetapkan, in sya Allah masalah-masalah itu nanti bakal dibantu selesai dengan mudah oleh Allah.(Disarikan dari pengajian akhir tahun Kubik Leadership Desember 2018).

Ga percaya? Gimana logisnya? Ga usah dipikirin, belum tentu otak kita mampu. Eh jangan marah, ini serius. Iman itu ga bakal nyambung kalau mengedepankan akal, melainkan harus dengan hati di depan, baru akal bisa mengikuti. Masalahnya, hati yang sanggup menerima hidayah itu hanya hati yang terpilih, ga semuanya. Mudah-mudahan Allah berkenan membukakan hati kita dan keluarga serta sahabat dan saudara kita untuk menerima petunjuk dan kebaikan yang banyak tak terhingga dari Allah. Aamiinn...

Baca Juga: Jangan Mau Jadi Korban; Jadilah Pengendali dan Penentu

Wednesday, January 16, 2019

Review Toner dan Pelembab Hatomugi Skin Conditioner

9:48 PM 31 Comments

naturie hatomugi

Assalamualaikum eperibadiihh...
Saya mau nge-review sebuah produk skin care yang sudah lama saya gunakan nih, sampai berbotol-botol. Bahkan botol pertama udah berubah isinya, jadi cairan pembersih lantai (yang hijau itu). Saking sayangnya ga mau dibuang wkwkwkwkwk...

hatomugi skin conditioner

Namanya Hatomugi Skin Conditioner, sebuah produk impor buatan Jepang (tapi murah hihihi). Tapi emang kalau buat saya sih, skin care Jepang lebih cocok, lebih ngefek di kulit saya, dan lebih affordable hehehe... tentunya belum maenan SK II yak.. Nah balik lagi ke produk Hatomugi Skin Conditioner ini, ini apaaaah? Kok kayak air cucian beras dibotolin gitu? Hihihi... Jadi ini adalah pelembab cair untuk wajah dan bisa juga untuk badan. Tapi ciwi-ciwi biasanya sering juga memfungsikan ini sebagai hydrating toner. Bisa juga. Dan efektif sodara-sodara! Selain itu produk ini bisa juga dipakai sebagai setting spray, juga face mist terutama kalau kulit terasa kering karena di ruangan ber-AC atau habis terpapar matahari. Tapi disesuaikan saja ya, biasanya yang menggunakannya sebagai setting spray dan face mist adalah si pemilik kulit normal atau kering. Kalau kulit berminyak, buat pelembab atau toner dalam skin care saja ya...

jai-jali

Hatomugi itu nama lain dari tumbuhan job’s tears, atau coix seed, atau jali-jali bahasa kitanya mah. Kandungannya sih simpel ya, dan kandungan terbesarnya adalah air, sama kayak tubuh kita, hehe.. Produk ini mengandung alkohol, tapi sepertinya sedikit karena disebutnya di urutan buncit. Kalau menurut saya ga berasa sih alkoholnya, gentle banget soalnya. Tapi buat yang sensitif sama alkohol mungkin berasa, jadi sebaiknya hati-hati ya.

japanese skin care

Oiya buat yang masih ragu boleh/halal ga menggunakan produk beralkohol untuk kulit, bisa baca link ini ya.

hydrating toner

Teksturnya Hatomugi Skin Conditioner ini cair banget, kayak air beras. Kata orang-orang sih ada wanginya, kalau menurut saya sih engga. Tapi memang dia tidak mengandung fragrance tambahan dan juga tanpa pewarna. Kemasannya botol plastik besar bening dengan desain biasa banget, isinya 500ml. Banyak sekali untuk produk perawatan kulit yang biasanya hanya 20-100ml. Dengan harga di bawah 100ribu, isi sebanyak itu, mungkin baru habis 6 bulan kalau dipakai sendiri. Ini yang biasanya bikin orang impulsif beli; review yang bagus, harga murah dan isi yang buanyak hahaha...

toner skin care

Efeknya kalau buat di kulit saya yang berminyak sih ga terlalu berasa (lah?), hanya lembab merata saja. Tapi kalau gak pakai ini, baru kerasa efeknya: kulit jadi kurang supple dan kurang lembab, kadang dehidrasi di beberapa tempat dan beruntusan juga muncul. Pokoknya kalau pakai ini kulit adem aja gitu, tenang dan stabil. Kecuali ketika negara api menyerang, nafsu makan lagi meningkat di hari-hari tertentu, jadi senang produk mengandung susu, akibatnya jerawatan. Ini tidak membantu sih meredakan jerawat saya, meskipun beberapa review bilang ini bisa mencegah jerawat atau membantu jerawat cepat kering. Kalau mencerahkan? Tidak juga. Tapi mungkin karena kulit terhidrasi, jadi tidak kusam deh.  

Hatomugi Skin Conditioner ini adalah produk skin care yang paling hampir pasti saya gunakan. Semalas apapun, setelah membersihkan wajah, saya selalu pakai produk ini. Meskipun akhir-akhir ini seringan malasnya sih. Jadi biasanya setelah cleansing saya pakai exfoliating toner (kalau ada), baru 5 menit kemudian pakai hydrating toner, which is Hatomugi ini. Setelahnya opsional, kalau lagi rajin dan kulit sedang tidak bermasalah biasanya pakai skin care lagi. Tapi kalau udah lelah atau kulit lagi jerawatan atau exfoliating tonernya lagi habis, saya hanya pakai Hatomugi, lalu baca doa dan tidur. Keseringan sih yang terakhir 😁


hatomugi indonesia

Cara pakainya bisa dituang di telapak tangan terus digosok-gosok sampai agak hangat baru tepuk-tepuk ke muka. Bisa diulang beberapa kali sesuai dengan kadar lembab yang diinginkan. Bisa juga dengan kapas yang dibasahi Hatomugi ini lalu ditempel dan dibiarkan 5 menit seperti memakai masker. Tapi sepengalaman saya sih cara paling mudah dan paling efektif dalam memberikan kelembaban adalah dengan menuangkannya ke botol spray, tinggal semprot deh ke kulit. Selain itu botol spraynya yang tentunya lebih kecil bisa kita bawa-bawa. 

pelembab hatomugi

Faaar kalau itu yang bulat kecil apaan lagi? Itu Hatomugi Skin Conditioner Gel. Saya dapat gratis waktu beli botol Hatomugi ke-3, dibundle gitu. Pelembab berbentuk gel, diaplikasikan setelah skin conditionernya atau setelah menggunakan serum/essence. Wajah jadi adem dan lebih lembab lagi. Waktu gel ini habis saya tidak repurchase yang full size karena ga terlalu ngefek sih kalau di kulit berminyak seperti saya, hanya menambah kelembaban saja; yang sebenarnya kalau mau bisa diperoleh dari pemakaian ulang Hatomugi Skin Conditionernya. Bebas mau kamu semprot di wajah berkali-kali juga. Hehehe... Tapi sepertinya kalau wajahmu kering, bakal cocok deh ditambah gel pelembabnya. 

Baiklah, sekian review Hatomugi Skin Conditioner dari saya. Kalau kamu tidak ingin memakai dan membeli banyak produk untuk tahap-tahap skin care tapi ingin punya kulit yang lembab dan sehat, bisa lho pakai Hatomugi ini dengan cara 7 skin methods. Caranya, tinggal pakai/semprot sebanyak 7 kali, dengan selang waktu 2-3 menit atau sampai meresap dan kulitmu tidak basah lagi sebelum pemakaian selanjutnya. Iya, gitu doang. Efisien dan in sya Allah efektif 😍

Semoga bermanfaat ya!

#30haribercerita