Follow Us @farahzu

Wednesday, August 4, 2010

puisi spontan, tentang "takdir"

Tersebutlah pada suatu hari, seorang teman yang ingin membuktikan bahwa dia adalah sastrawan sejati, sang pujangga. Dengan membuat puisi secara spontan, dan harus bagus!

Aku ingin indah pada saatnya,, seperti denting harpa di pagi hari..
aku ingin indah pada saatnya laksana bening embun di ujung daun
aku ingin indah pada saatnya bagai mentari senja melukis samudera
aku ingin indah pada saatnya bagai semesta bertasbih agungkan illahi

Maklumlah, dewasa muda. hehe...

Lalu untuk membuktikan akupun sastrawati, sang pujanggi (apaan seh), akupun menerima tantangan beliau. Membuat "puisi" spontan juga. Mudah-mudahan tidak lebih buruk,

aku tau dia sudah ada di sana
Allah siapkan menanti sebaik-baik keadaan
aku juga tau dia pun sedang menuju kemari
atau mempersiapkan segalanya untuk sebuah hari
tapi yang jelas dia bukan menunggu sepertiku
sabar
yah, sabar
dalam 2 versi kami
sabar menunggu dan bersiap-siap untukku
dan sabar melakukan semua yang mendekatkan takdir itu untuknya
karna sabar itu,
sejatinya adalah ketetapan dalam ikhtiar

*mencari dukungan, dalam racau malam ini :D

8 comments:

  1. ada de javu yang ku rasa. mungkinkah itu dia?

    ReplyDelete
  2. de javu? dia? siapa hayoo?? ^_^

    ReplyDelete
  3. :p

    sblm bc tlsn ini, gw ngliat puisi yg ptma itu d status org. mgknkh itu org yg lo mksd d tlsn ini? :D

    ReplyDelete
  4. wah?? hebbaaattt... mungkin saja itu dia, kalau dia yang kita maksud adalah orang yang sama. :D

    ReplyDelete
  5. spontan aja keren kek gini.. gmn kalo lagi serius yah. Keep it :)

    ReplyDelete
  6. keren kak :)) miss you~ ga da pulse..xixixi

    ReplyDelete