Follow Us @farahzu

Monday, August 20, 2018

Bagaimana Sebaiknya Perempuan Muslimah Menyikapi Tren Kecantikan

5:37 PM 0 Comments
Mudah-mudahan para pembaca yang budiman (langsung deh ketauan cohort-nye) diberikan kelapangan dan ketulusan hati dalam membaca artikel ini. Saya tidak ingin mendebat pendapat siapapun, hanya mencoba melihat hal ini secara komprehensif, dan berusaha menempatkannya pada posisi yang proper dan berimbang. Dalam hal ini saya pun masih jauh dari sempurna, sehingga artikel ini mudah-mudahan bisa menjadi pengingat untuk diri saya pribadi.
Isu kecantikan biasanya dibagi dalam 2 aspek, yaitu perawatan kulit (skin care) dan merias wajah (make up). Saya pribadi lebih tertarik dengan yang pertama, tapi isi artikel ini mudah-mudahan bisa mencakup keduanya ya. Bismillah.

muslimah cantik

Zaman sekarang ini, dengan sedikit-banyak peran media sosial, tren kecantikan menjadi sangat booming. Terlebih setelah masuknya Korean Wave termasuk di dalamnya K-Beauty, skin care tuh udah jadi semacam kelaziman dalam kehidupan seorang perempuan, termasuk muslimah di Indonesia ini. Makin banyak juga muslimah yang menggeluti profesi beauty blogger, beauty vlogger, beauty enthusiast, beauty influencer, make up artist (MUA), daaaaaaan sebagainya. Buanyak.  Buanget.

Kalau ditanya, ‘seberapa penting sih pake skin care yang banyak (dan/atau mahal) itu buat kamu?’ Ada yang bilang penting banget, ada juga yang biasa aja. Golongan kedua biasanya punya kulit yang cenderung tidak bermasalah, atau punya banyak hal lain yang diurus selain penampilan. Sah-sah aja sih, selama ga dosa ya kan..

Nah, kalau kamu bilang merawat diri itu penting banget, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama jika kamu seorang muslimah.

Pertama, kamu harus pastikan produk-produk yang kamu pakai bebas dari bahan-bahan yang diharamkan. Bisa dari ditemukannya logo halal di kemasannya, riset ingredients-nya sendiri, atau keterangan vegetarian atau vegan kalau produknya dari luar negeri. Vegetarian artinya produk tidak mengandung bahan-bahan dari hewan, kecuali madu, beeswax, dan lanolin. Vegan, artinya produk tersebut benar-benar tidak mengandung bahan-bahan dari hewan.(1) Untuk lebih jelasnya, salah satu artikel yang bisa kamu baca ada di blognya mrsprimadewi. Udah? Klik aja =)

Selain memastikan bahan-bahan produk yang aman, poin kedua yang mesti diperhatikan juga adalah, jangan sampai kamu lebih sibuk merawat kulit daripada menjaga kesehatan badanmu. Objektif saja, kulit ini hanya selapis organ pembungkus banyaknya organ lain dan fungsi dalam tubuh kita, di mana kesehatan dalam tubuh-lah yang teramat sangat jauh lebih perlu dipentingkan daripada lapisan luarnya. Bagaimana rasanya kalau kulit wajah halus dan glowing karena skin care yang rutin dan mahal, tapi badan berasa lesu, mudah sakit, peredaran darah tidak lancar karena makan sembarangan dan kurang gerak? Nyesek ya?

Ketiga, kita perlu ingat bahwa Allah Al-Khabiir telah menganugerahi manusia dengan 3 potensi untuk kehidupannya. Potensi tersebut yaitu fisik (jasmani), akal, dan hati (ruhani/ruhiyah). Nah, ketiga potensi itu punya kebutuhan makannya masing-masing lho(2).

Makanan jasad adalah makanan dan minuman yang halal dan sehat, olahraga, istirahat, dan kebutuhan jasmani lainnya, bisa juga termasuk perawatan tubuh dan skincare. Nah kan, skincare hanya sebagian kecil dari upaya memenuhi kebutuhan jasad kita. Selanjutnya makanan untuk akal adalah ilmu; terus belajar, banyak membaca, berdiskusi, dan aktivitas pemikiran lainnya. Sedangkan makanan untuk hati adalah dzikir dan ibadah, yang mendekatkan diri kita pada Allah secara umum. Muslim yang baik dan bersyukur, adalah yang bisa menyeimbangkan dan mengoptimalkan ketiga potensinya tersebut (fisik, akal, hati). Berat? Buat saya iya. Tapi kita harus selalu berusaha kan?! =)

Maka, kita boleh cantik, tapi akal juga harus cerdas, pengetahuan harus terus ditambah. Kulit mulus penting, tapi hati dan ruhani harus lebih mulus dan cantik ya! Jangan sampai jadi cantik tapi nyebelin karena pemarah dan suka dendam misalnya; atau cantik tapi telmi gara-gara gak rajin nambah ilmu.

Sebenarnya, kenapa sih merawat kulit itu penting? Sebagian muslimah biasanya menjawab karena merawat kulit itu merupakan bentuk syukur kita dan menjaga amanah atas anugerah yang telah Allah berikan. Atau menjawab dengan, Allah itu indah, dan menyukai keindahan. Atau menghubungkannya dengan menyenangkan pasangan, yaitu merawat diri untuk menyenangkan suami, di mana hal tersebut termasuk ibadah. Yes. Saya setuju.

Tapi jangan lupa. Kalau kita rajin merawat kulit, kita pun harus lebih rajin ibadahnya. Karena Allah (yang lebih utama daripada suami, yang ngasih kita anugerah kulit itu) tidak melihat bentuk rupamu, Allah lebih melihat ke dalam hati hamba-Nya(3). =’(

Setelah itu, kalau kita rajin merawat kulit, kita juga harus lebih rajin menambah keilmuan kita, karena orang yang berilmu jauh lebih bisa bermanfaat dan menebar kebaikan daripada sekedar orang yang rupawan. Betul apa betul?

Sebagai penutup, ada contoh ujian sangat sederhana yang sering dialami para muslimah, coba dijawab pertanyaannya. Kalau skin care routine malam kamu sudah lengkap dan siap tidur, lalu tiba-tiba kamu berhadats (contoh: buang angin), setelahnya kamu ikhlas ga untuk membasuh wajahmu yang telah penuh bahan perawatan itu untuk menegakkan sunnah wudhu sebelum tidur?

In sya Allah ikhlas ya =D


Sumber:
(3) “Diriwayatkan dari Abu Hurairah Abdirrahman bin Syahrin radhiyallahu ‘anhu, ‘Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada rupa kalian, tetapi Dia melihat kepada hati kalian.” (HR. Muslim)
https://sepdhani.wordpress.com/2014/07/16/mutiara-hadits-sesungguhnya-allah-tidak-melihat-kepada-rupa-melainkan-kepada-hati-manusia/

Sunday, August 12, 2018

Nikah dan Maut; Nomor Cabut, Bukan Nomor Urut

9:07 PM 0 Comments
wedding
Anis-Sandi Wedding, 12 Agustus 2018 @Kobexindo Tower

Hari ini keponakan saya (dari sepupu) menikah. Di saat om dan tante-nya juga masih muda-muda dan banyak yang belum menikah. Tapi memangnya kenapa?

Bukan satu dua juga orang yang dilangkahi, didahului menikah oleh adik-adiknya. Terus kenapa? Ya kalau dipikir aja sih ga kenapa-kenapa... Tapi kalau pakai rasa, lazimnya ada berat hati (bisa sedikit atau banyak) dari para kakak atau om-tante yang dilangkahi. Sama lah ya kayak melihat teman-teman seangkatan sudah pada berkeluarga, bahkan ada yang anaknya sudah masuk SD, di saat dirinya belum menikah.

Jodoh itu sama kayak maut Gaes, nomor cabut, bukan nomor urut. Siapa saja yang Allah kehendaki untuk menikah saat itu, dia pasti menikah; meskipun katakanlah, belum gilirannya kalau dari urut-urutan kacamata manusia. Bisa jadi, dari 5 bersaudara si bungsu menikah lebih dulu daripada  keempat kakaknya. Atau keponakan menikah lebih dulu daripada om dan tantenya.

Sama kan kayak maut? Qadarullah, adik ipar saya (Allahu yarham) meninggal lebih dulu daripada kami kakaknya dan orang tuanya yang jauh lebih tua usianya dari dia. Selang 1 minggu dari wisudanya, belum sampai sebulan dapat pekerjaan baru dan tempat kos baru. Atau saudara dan teman kita yang lain, yang telah mendahului bukan hanya kita, tapi juga orang tua bahkan kakek-neneknya. Siapa saja yang Allah tentukan ajalnya sampai saat itu, tak peduli berapa umurnya, masih ada orang tua atau kakak-kakaknya atau tidak, malaikat maut akan datang kepadanya. Innaalillaahi wa innaa ilaihi raajiuun. Sesungguhnya segala sesuatu itu milik Allah, dan akan kembali kepada-Nya.

Yang perlu dilakukan adalah menerima dan ikhlas akan ketentuan Allah. Lebih baik sibuk dengan persiapan-persiapan ilmu daripada galau menanti kapan datangnya maut jodoh. Fyi aja ya, banyak banget lho tema dan judul buku yang perlu dibaca sebelum menikah. Sebut saja tentang fiqh (ini aja udah banyak banget), psikologi laki-laki dan perempuan, hubungan di antara suami dan istri, orang tua dan anak, membangun rumah tangga yang sesuai dengan cita-cita dunia akhirat, ilmu kesehatan, keuangan, parenting, ilmu bertetangga, daaaaaann seterusnya. Hehe.. Semangat ya!

Satu hal lagi yang penting, buat yang sudah menikah, tahan mulut jangan suka usil nanyain orang, kapan nikah? Si A aja udah. Lebih baik doakan saja. Jangan sampai orang yang ditanya demikian merasa sedih atau kesal lalu balik bertanya, kapan mati? Karenaaaaaa mati itu jauh lebih pastiiiii Saudaraaaaaaaaaaa!

Ya Allah, ngomong begini udah kayak siap bekal aja untuk mati T_T

Kita saling mengingatkan dan mendoakan ya. Mudah-mudahan kita diberikan akhir kehidupan yang baik (husnul khatimah), diwafatkan dalam keadaan sebaik-baik iman, sesiap-siap bekal. Aamiinn ya Allah yaa Rabbal ‘aalamiin. 

Thursday, August 9, 2018

Kamu Tidak Sama Dengan Hasilmu

6:41 PM 0 Comments
Biasanya, orang akan merasa lebih percaya diri ketika ia sering mengalami keberhasilan atau kesuksesan. Atau sebaliknya, orang merasa tidak percaya diri setelah mengalami kegagalan demi kegagalan dalam hidupnya.

Ada orang yang saking seringnya gagal, menganggap dirinya adalah orang yang gagal; selalu gagal dalam mengusahakan apapun. Percaya dirinya menurun, dia jadi minder, dan membatasi dirinya sendiri untuk terbuka dan melakukan banyak hal lain.

Padahal, kata Coach Ferlita Sari (2018), 
kamu tidak sama dengan hasilmu 
Hasil yang kita peroleh itu tidak selalu menggambarkan diri kita. Kalau kita mengalami keberhasilan, bisa jadi kita tidak sehebat hasil itu. Bisa jadi banyak faktor dan bantuan dari luar yang membantu kita mencapai keberhasilan tersebut. Maka banyak-banyaklah bersyukur atas semua kebaikan yang kita dapatkan.

Atau, bisa jadi, kita bahkan bisa menghasilkan keberhasilan yang lebih hebat daripada yang kita capai saat ini. Maka teruslah berikhtiar, jangan berhenti karena merasa bangga. Kamu tidak sama dengan hasilmu.

Demikian juga, ketika kita mengalami kegagalan dan tertinggal dari yang lain, bukan berarti kita adalah orang yang gagal. Bisa jadi kita punya banyak potensi kekuatan, namun belum ada kesempatan untuk memunculkan itu. Bisa jadi juga ladang tempat kita berusaha itu bukan yang terbaik untuk kita. However, kita selalu memiliki hal baik dalam diri kita. Tinggal bagaimana kita menguatkan diri untuk tetap positif melihat diri sendiri, dengan berfokus pada kebaikan-kebaikan yang kita punya.

Challenging sih ketika kita sedang dihadapkan pada kegagalan, kemudian kita harus mencari-cari hal positif dalam diri kita agar tidak semakin jatuh. Akan sulit memang. Karena itu, kita perlu ikhlas menerima dulu hasil kita saat itu. Kita bisa katakan, saat ini saya memang gagal, tapi saya bukan orang gagal. Selanjutnya saya bisa berhasil. In sya Allah akan lebih mudah untuk kita bangkit, melakukan evaluasi dan perbaikan demi perbaikan.

Karena dengan ikhlas, hati kita berkurang bebannya Sob.
Jangan lupa ya, kita selalu punya hal baik dalam diri kita =) 
bahagia


Sumber gambar: https://www.aliexpress.com/item/new-popular-high-quality-new-designed-branded-stylish-Amusing-Emoji-Emoticon-Cushion-Heart-Eyes-Poo-Shape/32806651174.html

Tuesday, July 31, 2018

Cetaphil Gentle Skin Cleanser, Pembersih Terbaik yang MURAH untuk Mengurangi Jerawat

6:47 PM 0 Comments
cetaphil bahasa

cetaphil review

Saya nih, tadinya sering banget jerawatan. Bukan hanya ketika jadwal datang bulan, tapi sepertinya sepanjang bulan, hampir tiap hari ada jerawat baru *syedih. Makanya saya kesel kalau ada orang yang bilang, ngerawat muka mah ga usah ini-itu, yang penting mah bersih aja. Nah untuk bersih ituuuu yang susaaaaaaaaahhh buuuuuuk! Maap jadi esmosi. Emangnya orang yang jerawatan ga suka bersihin muka? Kan gak juga.

Alhamdulillah, saya dipertemukan dengan para pengguna setia Cetaphil Gentle Skin Cleanser. Awalnya saya males banget nyobain, karena saya ga tau ada hubungannya antara sabun muka doang dengan mengurangi jerawat. Harganya pun bisa dibilang mahal. Untuk yang 60ml harganya Rp60ribuan. Sedangkan sabun muka saya biasanya di bawah 50ribu udah dapet 100ml. Jauh lah. Lho murahnya di mana Far? Baca sampai habis ya!

Pada saat itu sebenernya saya sudah mulai keracunan tapi belum memutuskan untuk ikut nyoba, soalnya temen-temen yang nyaranin ga ada yang jerawatan jadi menurut saya belum cukup valid lah alasannya untuk mengeluarkan uang lebih buat sabun muka. Sampailah pada suatu hari, saya nemenin ortu jalan-jalan ke Summarecon Mal Bekasi, bertigaan. Pas lewatin Watson, saya gandeng ibu saya masuk, liat-liat. Eh ketemu si Cetaphil 500ml harganya 149ribu, lagi diskon! Karena otak MatDas (matematika dasar) saya emang lumayan cepet kalo diajak belanja, jadi saat itu saya malah ngebisikin ibu saya untuk beli. Bagus banget ni Mah! Isinya juga banyak. Bisa buat setengah taun! Terus beliau beli. Sampai rumah, ijk minta deh di botol kecil buat dibawa pulang. Dasar yeee.. anak macem apah...

Pas dicoba 1-2 kali di rumah, aduhaaaaii,, langsung enak banget muka rasanya. Seminggu pakai, kok jerawatnya ga nambah-nambah yah? Hingga akhirnya keterusan dan beli sendiri (yaiyalah masa nebeng terus).

Alhamdulillaah, dia efektif banget mengurangi jerawat yang tumbuh. Sejak pakai Cetaphil, selain jerawat berkurang, bruntusan juga gak pernah muncul lagi, dan hebatnya, white head di dagu juga ilang ga balik-balik! Ga ngerti gimana jelasinnya kok bisa begitu. Yang jelas ini fakta brur..

Berkurangnya jerawat di muka saya juga terbukti dengan pemakaian stiker jerawat saya (untuk nutup dan menyerap sebum sisa jerawat, kapan-kapan di bahas ya) yang juga jauh lebih hemat. Biasanya 1 kemasan stiker jerawat saya habiskan dalam 1 bulan. Tapi setelah pakai Cetaphil Gentle Skin Cleanser, 1 kemasan stiker jerawat itu bisa untuk dipakai 2-3 bulan. Artinya, jumlah jerawat saya jauh berkurang. Emejing!

Oke, terus kenapa di judul artikel ini Cetaphil dibilang murah? Iya murah, kalau tau caranya! Yang jelas bukan dengan nebeng punya ortu. Serius. Hahaha..

Pertama, kamu bisa nukarin 600 poin Gojek kamu dengan Cetaphil 60ml. Harganya jadi hanya seribu rupiah! Ditambah ongkir Jabodetabek 9rb, jadi kamu hanya bayar 10ribu untuk dapetinnya. Foto di awal artikel ini, Cetaphil yang kecil itu dari poin Gojek lho! Tapi cuma bisa 1x penukaran. Tenang, masih ada cara selanjutnya kalau yang 60ml ini habis kok.

Kedua, kamu harus tau kalau di Guardian dan Watson itu selalu ada masa diskon untuk produk Cetaphil ini. Kalau mau murah, jangan beli pas harga normal. Jangan juga beli saat diskonnya hanya 10-20%. Diskon 30% atau lebih, baru deh kamu beli. Kalau untuk yang 500ml biasanya di harga 149-160ribu, baru saya rela untuk beli. Ini murah. Itung-itungannya begini.

Kalau kamu pakai face wash kamu sekarang dengan pemakaian normal, saya yakin ga akan habis 100ml sebulan. Jadi kalau beli Cetaphil 500ml, itu bisa habis sekitar 6-7bulan. Katakanlah harganya 150ribu. Maka berapa pengeluaranmu sebulan kalau 150ribu dibagi 7 bulan? Rp21.500! Setara dengan B*ore atau P*nd’s di Indomaret kan? Dengan kualitas di atas rata-rata, tentu mending beli Cetaphil dooong...

Nah biar maksimal hematnya, beli lah yang kemasan besar, 500ml atau 1000ml. Karena makin kecil kemasannya, itungannya makin mahal.

Cara ketiga, tapi bisa juga jadi yang pertama kamu lakukan: untuk tau dan memastikan kamu cocok atau engga dengan Cetaphil ini, beli dulu yang kemasan share. Di marketplace banyak, saya biasanya sih di Shopee. Cari yang memang jual sharing size, timbangannya tepat, dan melibatkan proses sterilisasi untuk kemasannya. Biasanya penjual tipe ini beli yang kemasan gede sekalian baru di share ke botol-botol kecil steril untuk dijual ke orang-orang yang baru mau coba suatu produk. Jadi dia beli di harga lebih murah karena kemasannya besar. Jadi, diapun bisa menjual lebih murah (tentu sadjha). Di penjual langganan saya, dia jual Cetaphil sharing size 60ml dengan harga 25ribuan. Demiii aaapphaaaaa?! Demikian sist!

Nah, jadi begitu ya saudara-saudari. Fyi si Cetaphil ini hype banget di kalangan para beauty enthusiast sedunia. Itulah pula mengapa saya ga ngebahas review dia teksturnya gimana, kandungannya apa aja, dan sebagainya. Kalau mau tau reviewnya kamu bisa klik di sini dan di sini, atau googling juga pasti banyak deh yang ngebahas.

Itu aja Gaes! Saya sangat berharap artikel ini bisa membantu kamu terutama yang kulitnya acne prone kayak saya. Meskipun treatmennya ga cuma Cetaphil, tapi satu-satu ya dibahasnya. Hehe..  Terakhir, terima kasih ya sudah baca sampai habis! Semoga ada manfaatnya ya!

Assalamualaikum!

Baca Juga: Kisah Mairo

Thursday, July 26, 2018

Battle Review: The Body Shop White Musk Body Lotion vs Oriflame Milk&Honey Body Cream

7:42 PM 0 Comments
Oriflame milk honey body cream

Hhmmm... ini, apple to apple ga sih? Yang satu namanya lotion, yang satunya body cream. Kalau dari namanya sih enggak ya, tapi menurut saya ini sesuai kalau berdasar pada tekstur keduanya. Mirip dan sekelas kalau dari ­­sensasi memakainya kalau menurut saya. Tapi, tetap ada bedanya, itulah mengapa saya buat battle review ini. Hehehe...
Bismillaah.

Kemasan

the body shop

white musk body lotion


milk honey

Pertama dari kemasan dulu ya. The Body Shop White Musk Body Lotion ini dikemas dalam botol plastik yang kelangsingannya standar, ada 2 ukuran, 250ml dan 400ml. Punya saya yang 250ml. Tutupnya, saya suka sih, praktis sekali untuk mengeluarkan isinya. Maaf ya saya ga tau tutup botol model gini namanya apa hehehe... Bisa diputar juga untuk dibuka mulut botolnya kalau mau liat isinya tinggal seberapa.

oriflame body cream

milk honey

Sedangkan si Oriflame Milk&Honey Body Cream ini bentuknya kayak gentong mini dari plastik :D body-nya bening jadi keliatan isi di dalamnya. Mulut gentongnya pas masih baru, dilapisin tutup lagi warna gold yang bisa disobek, bisa disobek sedikit-sedikit atau langsung lepas semua. Jadi ngambilnya dicolek-colek gitu. Kalau saya sih ga masalah ya. Tapi karena saya sering traveling (baca: kerja tapi bawa koper, tapi bukan sales girl) jadi saya suka masukin body cream ini ke kemasan yang lebih kecil biar praktis dibawa-bawa dan mengurangi intensitas krimnya kena udara dan terkontaminasi tangan saya. Hehe..

Warna dan tekstur
the body shop
kiri: TBS White Musk; kanan: Oriflame Milk&Honey
Tekstur dua produk ini agak berbeda sedikit. Oriflame Milk and Honey Body Cream kental tapi tidak lengket, warnanya agak kekuningan. Waktu jari saya digerakkan, dia tidak mengalir. Sedangkan TBS White Musk Body Lotion warnanya putih (beneran putih) dan agak cair. Dia mengalir ketika saya menggerakkan jari.

Kedua produk ini sama-sama tidak lengket dan tidak meninggalkan rasa berminyak di kulit. Itulah salah satu alasan mengapa saya membandingkan body cream-nya Oriflame dengan body lotion TBS, bukan body butter. Karena body butter TBS jauh lebih berat kandungannya, lebih berminyak, dan menurut saya hanya cocok digunakan di ruangan ber-AC, tidak untuk dipakai setiap saat (terutama habis mandi) seperti dua produk ini.

Oiya kedua produk ini juga sama-sama cepat meresap, tapi tidak secepat body lotion biasa yang dijual di alfa atau indomaret yang menurut saya daya melembabkannya sangat kurang, keduanya meninggalkan kesan lembab setelah dipakai.

Perbedaan daya melembabkan di antara 2 produk ini sangat terasa kalau saya habis beraktivitas beresin rumah yang terkait dengan sabun apalagi karbol. Ya maklum namanya juga buibuk tanpa bocah kan, mau pake ART mubazir, tapi kalau rumah berantakan ane malu sendiri gan hahaha. TBS White Musk Body Lotion menurut saya tidak cukup bisa menghilangkan rasa kering di kulit setelah berinteraksi dengan zat kimia pembersih itu. Sedangkan Oriflame Milk&Honey Body Cream sangat sukses membuat kulit saya nyaman kembali meskipun habis nyikat lantai kamar mandi atau nyuci baju. Rasa kering dan cekit-cekitnya langsung hilang dan berganti dengan kelembaban yang nyaman dan bertahan cukup lama. Dalam hal ini si Oriflame juara banget!

Aroma
Kedua produk ini ada wanginya. Oriflame Milk&Honey Body Cream wanginya enak sih, tapi standar aja menurut saya. Gak yang khas banget. Naaaaah kalau TBS White Musk Body Lotion, wanginya white musk banget! (yaiyalah sesuai namanya) Maksudnya, saya suka banget white musk jadi saya suka sekali aroma si TBS ini.  

Efek lain
Tau gak sih, selain untuk melembabkan kulit, body cream atau lotion itu ada yang punya efek samping kece lho. Di antaranya, Oriflame Milk&Honey Body Cream bikin kulit cantik dan glowing ga pake lama. Bukan instan sih, cuman menurut saya efeknya langsung bagus gitu di kulit, tangan jadi keliatan lebih cantik aja wkwkwkwk.. selain itu nyaman juga. Dan dalam pemakaian jangka panjang yang saya rasakan, dia bisa juga memudarkan bekas luka, seperti luka bakar kena minyak di dapur dan kena knalpot jaman masih balita dulu.

Gimana dengan TBS White Musk Body Lotion? So far, belum ngerasain yang gimana-gimana sih. Baru sebulanan pake. Dulu sih waktu baru hijrah dari lotion biasa ke TBS, rasanya wow banget, karena daya melembabkannya jauh banget bedanya.

Harga
Karena produk MLM, harga Oriflame Milk&Honey Body Cream bisa beda-beda, karena sering diskon. Harga katalognya sih Rp139.000,- untuk 200ml. Sedangkan TBS White Musk Body Lotion harganya Rp219.000,- untuk 250ml. Jauh ya. Tapi dari bahasan di atas, kamu udah tau belum mana juaranya di hati aku? :D


Nah, saya sih berharap ulasan di atas cukup objektif dan bisa memberikan gambaran buat teman-teman. Hihihi.. Sekalian juga ngasih informasi karena kayaknya masih jarang yang membuat review produk skin care buat badan.. 

Mudah-mudahan bermanfaat ya! Assalamualaikum!

Monday, July 16, 2018

Dompet Akordeon untuk Merencanakan Qurban dan Pengeluaran Besar Non-Bulanan Lainnya

11:44 AM 0 Comments
Assalamualaikum semuanya! Sebulan lagi in sya Allah Idul Qurban datang, apakah sudah pada menyiapkan dana untuk qurban terbaiknya? Mudah-mudahan sudah ya.. Karena qurban itu termasuk salah satu amalan yang paling dicintai Allah. Jangan sampai punya duit buat beli gadget, traveling, beli skin care, tapi ga ada duit buat qurban. Atau senang hati bisa beli rokok tiap hari tapi ga bisa qurban. Duh sedih. Tapi in sya Allah di sini ga ada yang begitu kok :) 
  
rokok untuk qurban

Mudah-mudahan kita semua terhindar dari hal semacam itu ya, dan dimampukan Allah. Aamiin. Kalaupun memang belum mampu, minimal kita juga ga buang uang buat hal-hal duniawi kayak di atas dengan mengesampingkan ibadah yang utama. In sya Allah. Hidup di dunia cuma sebentar gaes, di akhirat yang jauh lebih lama.  

Nah, kali ini saya mau ngenalin sebuah benda yang udah banyak membantu saya dalam merencanakan keuangan, termasuk qurban, investasi, pajak kendaraan, dan jajan-jajan *eh. Ini hanya sebagian keciiiiil dari perencanaan keuangan, dan saya bukan ahlinya, jadi saya share yang sudah berhasil di saya aja ya.

dompet akordeon untuk qurban


dompet akordeon untuk qurban


Namanya dompet akordeon. Saya ga tau ini nama aslinya atau sebutan aja, karena bentuknya mirip akordeon, teman saya yang financial planner di kantor pertama dulu yang mengenalkan dan mengajari cara ini, alhamdulillah. Dompet akordeon ini murah, saya beli ga sampe 20ribu, tapi manfaatnya luar biasa. Mungkin teman-teman udah sering liat benda ini di tempat ATK di toko atau di kantor, biasanya buat dokumen-dokumen kecil kayak bon-bon orang keuangan hehe... masing-masing sekatnya bisa digunakan untuk slot kebutuhan yang berbeda, tinggal dikasih label aja dari kertas.

dompet akordeon untuk qurban


Dompet ini sangat membantu buat kita mencicil untuk keperluan yang datangnya ga tiap bulan. Misalnya kayak qurban tadi. Ya, kalau langsung ngeluarin 3 juta di satu bulan Dzulhijjah agak berat, coba dicicil, idealnya sih setahun. Setiap gajian, sebelum dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, langsung sisihkan 250-300ribu. Udah, jangan diapa-apain, jangan diganggu gugat. Niatin buat qurban. Kalau niat kita kuat, in sya Allah nanti Allah yang mudahkan dan sampaikan.

Untuk keperluan lain, bisa juga begitu ya..  misal untuk pajak kendaraan yang setahun sekali. Tinggal dihitung aja jumlah pajaknya lalu dibagi 12 bulan, berarti sebulannya harus nyisihin sekian. Atau buat uang masuk sekolah anak, atau kebutuhan rekreasi, apapun bisa dicicil supaya lebih ringan.  

Tapi menggunakan dompet akordeon ini hanya salah satu cara ya.. Prinsipnya niat dan nyicil tadi itu. Ada juga ibu-ibu tetangga, beliau menggunakan prinsip yang sama, tapi melalui tabungan ibu-ibu waktu arisan bulanan. Sudah diniatkan. Kuat. Ga boleh diapa-apain. Misal ibu-ibu kalau mau jalan-jalan kan suka pakai uang tabungan tersebut ya, nah ibu ini engga. Pokoknya uang tabungannya buat qurban. Kalau ada kebutuhan lain, mending pakai cash dari sumber yang lain. <3

Begitulah, prinsipnya niat dan nyicil. In sya Allah, semoga dimudahkan. Aamiin.  

Baca Juga: Ngatur Duiiittt...

Wednesday, July 11, 2018

Lip Tint, Buat Kamu yang Pemalu

7:46 PM 0 Comments
Gaes... assalamualaikum. Hayati mau sharing nih tentang liptint. Bukan review produk sih ya kayaknya. Sharing aja, suka-suka hayati lah. Kan ini blog ijk hahahaha maap. Tapi mudah-mudahan ada manfaat yang bisa diambil. 


liptint

Siapa di sini yang ga suka tampilan bare lips tapi ga suka pakai lipstik (dandan)? Saya begitu. Terlahir dengan kulit agak gelap (sebenernya pas lahir gelap banget sih sampe nyaris ga mau dibawa pulang dari RS :D), otomatis warna asli bibir saya juga agak gelap, bukan pink. Dan setelah ngerti ngaca, saya menemukan bahwa bare lips, buat saya, adalah kunci dari tampilan wajah yang kusam.

Namun, saya suka malu kalau pakai lipstik atau dandan, sedangkan kawan kanan-kiri saya pada bare face. Temen-temenku solehah semua ya Allah. Jadi malu. Terus, kayak mau kemana aja gitu kalo pake lipen. Ya kali ke rumah ortu yang beda 1 blok aja pake lipstik... apalagi ke pasar (maklum buibuk), tapi kan di sana ketemu banyak orang yang kenal... (masalah banget gitu far?)

Nah! Alhamdulillah saya sudah menemukan lip product yang sangat kece ini: liptint. Kebanyakan liptint itu teksturnya cair, kalau ada yang gel itu cuma beberapa, misalnya Peripera Peri’s Ink Velvet, yang di postingan ini botolnya bogel sendiri. Dan saya lebih suka yang cair, karena dia terkesan meresap dan jadi warna asli bibir, tidak melapisi. Terkesan lho ya. Satu lagi, tidak akan menggumpal di bibir. Nyaman pokoknyah.
Apa aja sih keunggulan liptint yang membuat saya merasa dapet solusi setelah pencarian panjang dari timur ke barat (lebay)? Cekidot!

Pertama, warna liptint setelah dipakai akan terlihat seperti warna aslinya bibir dan menyatu; atau MLBB (my lip but better), tidak nampak melapisi seperti lipstik atau lipcream. Saya suka tampilan yang alami. Meskipun sebenernya ga alami, paling engga terlihat alami lah. Jadi mana yang fake nih?? Bibir yang terpulas gincu, atau yang pake liptint sehingga ga keliatan pake lipstik? Keduanya fake! Ahahaha..

Kedua, liptint relatif lebih tahan lama dalam menutupi warna bibir yang gelap dibanding lipstik dan lipcream. Tergantung merk juga sih, tapi walaupun ilang, bisa langsung touch up kembali dengan mudah tanpa harus dilap dulu pakai tisu kayak lipstik, atau bahkan mesti dibersihin dulu pake tisu plus lip balm kayak lipcream.

Ketiga, meskipun liptint tidak mengandung bahan-bahan melembabkan yang mungkin dimiliki oleh lipstik-lipstik tertentu, tapi ini bukan masalah. Karena si liptint ini tidak membuat lapisan baru di atas bibir, jadi kalau bibir kering tinggal dioles lipbalm tanpa perlu dihapus dulu, dan ga bakal berantakan kayak kalo pake lipstik atau lipcream yang ditimpa lipbalm. Pasti ancur. Hihihi...

Keempat, kalau kemungkinan ada acara makan-makan misalnya kondangan, lipstik atau lip cream kan sangat mudah hilang ya, terus masa bibir ijk langsung keliatan warna aslinya terus foto sama manten di pelaminan? Nah cara ngakalinnya, ya pake liptint! Liptint sebagai base, trus tunggu kering bentar trus timpa lipstik aja. Jadi kalau lipstiknya ilang pas makan, pas foto sama manten bibir masih ada ronanya lah. Jadi muka ga kusam-kusam amat hihi..

Kelima, alasan terakhir, ga tau ya ini penting apa engga, menurut saya liptint lebih kekinian dan belum semasif lipstik dan lipcream yang dipake semua wanita. Saya kan ga suka yang mainstream. Hihihi...

Demikianlah, menurut saya liptint sangat cocok terutama buat kamu yang ga mau dandan, tapi juga ga mau kusam karena warna bibir yang dari sononya udah gelap. Hehehe...

Note:
Produk dalam foto di atas (dari kiri ke kanan) adalah Etude House Fresh CherryTint PK002, Etude House Dear Darling Tint OR201, Etude House Dear Darling Tint PK003, Peripera Peri’s Ink Velvet #12. Semuanya merk Korea, kalau mau murah jangan beli di konter, cari online aja. Produk lokal ada Emina Magic Potion masih terbilang baru keluar, tapi saya ga beli, mau ngabisin yang ada dulu (ciye insaf).

Alhamdulillah. Semoga bermanfaat ya!


Baca Juga: Sekolah Gratis Ala Orang Gila

Sunday, July 1, 2018

Sunnah Sedirham Surga (Book Review)

12:10 PM 0 Comments
sunnah sedirham surga
dok: pribadi

Judul: Sunnah Sedirham Surga
Penulis: Salim A. Fillah
Jumlah Halaman: 268 Halaman
Penerbit: Pro-U Media
Tahun 2017


Buku ini bukan mengangkat sebuah tema sebagaimana buku-buku penulis biasanya. Buku ini tersusun dari cerita-cerita ringan yang bisa kita ambil banyak ibrahnya. Yang pertama, tentang semangat menuntut ilmu, terutama ilmu agama. Menariknya, bukan kata-kata motivasi yang diberikan pada pembaca, melainkan hanya cerita. Cerita tentang para penuntut ilmu di zaman dahulu hingga kini.

Tentang Adab
Imam Syafi’i berkata, menuntut ilmu adab sebaiknya didahulukan daripada mempelajari ilmu itu sendiri. Karena dengan menguasai adab, kita akan mendapatkan berkah dari ilmu yang kita pelajari kemudian dari para guru. Bila kita mempelajari ilmu tanpa memperhatikan adab, apalagi sampai guru kita tidak ridha, bisa jadi ilmu yang kita peroleh tidak berkah, tidak sampai kebaikannya pada kita, maksimal hanya sampai pada tataran kognisi, kita hafal tanpa ejawantahkan. Demikian kurang lebih.

Menyikapi perbedaan demi persatuan ummat
Para ulama fiqh sudah banyak berbeda pendapat tentang banyak hal, terutama dalam hal ibadah. Bedanya, perbedaan di antara mereka (yang tentunya lebih paham daripada kita) tidak membuat para ulama tersebut berseberangan, namun mereka tetap saling menghormati. Sangat menghormati bahkan. Contoh terdekat ke zaman kita adalah ketika KH Idham Cholid tidak berqunut ketika tahu ada Buya Hamka menjadi makmumnya dalam kapal yang mengangkut mereka berhaji, sementara Buya Hamka justru berqunut karena tahu KH Idham Cholid ada di belakang menjadi makmumnya.

Sebagaimana yang Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah tulis, 
“Para Imam seperti Imam Ahmad dan Imam Syafi’i menganggap sunnah apabila seorang imam meninggalkan hal-hal yang menurutnya lebih utama, jika hal itu dapat menyatukan makmum.”
Betapa indahnya. Betapa bijaknya. 

Sedih sekali di zaman ini banyak di antara umat Islam yang begitu mudah menyalahkan dan membid’ahkan saudara-saudara yang berbeda pendapat, berbeda dalam mengambil sumber dalil, apalagi banyak yang dipermasalahkan hanyalah hal-hal yang furu’ (cabang); yang hanya membuat perpecahan dari cibiran dan sakitnya hati yang direndahsalahkan.
Padahal menurut KH Hasyim Asy’ari ketika ditanya mana yang lebih shahih, apakah memanggil orang shalat dengan kentongan dan bedug setelah/sebelum azan bid’ah atau tidak, beliau menjawab, “Kalau ulama sudah berpendapat, ummat ringan beramal. Boleh mengamalkan pendapat saya ataupun mengamalkan pendapat ulama yang lain.”

Allah merahmati orang yang menghindari perdebatan. Pikirkanlah, 
“Pendapat kita memang benar, tapi boleh jadi mengandung kesalahan. Pendapat orang memang salah, tapi boleh jadi ia mengandung kebenaran.”
Jadi ya sudahlah, kita bersatu saja. Kemungkaran saja bersatu, masak kita berpecah?

Baca Juga: Manajemen Waktu Ala Kamu

Monday, June 25, 2018

Manusia Paling Bahagia

9:16 AM 3 Comments
Assalamualaikum!

Pernah ga, dengerin curhat orang yang punya masalah, jenguk orang sakit, atau baca berita di media atau medsos, terus merasa, masalah gua ga ada apa-apanya, pernah? Saya sering. Semua setuju lah ya, namanya orang hidup pasti punya masalah dan keberuntungannya masing-masing. Mau di upload atau ga di upload, semua pasti punya. Hehehe...

Suatu hari, saya memandang sahabat saya; masih muda, shaleha, cantik, bergelar Master. Saya bilang, “Aku pengen kayak kamu deh Path”. Dia menjawab dengan suatu pernyataan yang, membalik persepsi saya terhadap dunia 180 derajat, yang jadi inti dari tulisan ini. Dia bilang, 
Masa kak? Aku malah pengen di posisi Kakak.”
Jeger! Posisi. Iya, seringkali kita menginginkan seandainya ada di posisi orang lain yang nampak lebih bahagia dari kita. Enak ya jadi si Anu. Sempurna banget ya hidupnya. Lu ga tau aja masalah gue. Enak banget ya punya kerjaan kayak dia. Bos gue parah banget ngasih tugas ga pernah ngukur, cuti ga dikasih-kasih. Enak banget sih kamu besok masih libur. Di saat banyak orang menginginkan besok masuk dan memiliki pekerjaan....

Tanpa kita sadar, ga sedikit lho orang yang ingin ada di posisi kita. Setidak-ideal apapun kondisi kita saat ini, ketahuilah selalu ada orang yang menginginkan posisi itu. Kalau ada orang miskin ingin seperti orang kaya yang berlimpah harta, jangan salah, ada pula orang kaya yang ingin ada di posisi si miskin yang sederhana, yang hidupnya tidak serumit hidup si kaya. Terus, kenapa kita ga syukuri saja posisi kita? Ini tuh mirip sama rumput tetangga; selalu lebih hijau. Tidak akan membuat rumput di halaman kita sehijau miliknya, dan kebanyakan malah membuat hati makin susah, meratapi apa yang tidak kita punya.

Setelah perbincangan singkat namun mendalam di atas, saya menyadari, bahwa sayalah orang paling bahagia di dunia ini. Saya menerima posisi saya saat ini dengan ikhlas, menginsyafi semua hal baik yang saya miliki, yang dimiliki orang-orang di sekitar saya, dan memang rasanya ada banyak sekali kebaikan yang saya dapatkan dalam hidup saya. Alhamdulillah.

Lama-lama, saya jadi terbiasa menggali sisi positif dari apapun yang saya lihat dan alami sehari-hari, meskipun awalnya mungkin nampak tidak enak. Nikmat yang biasa terlewat begitu saja, jadi terasaaaa sekali sebagai nikmat dari Yang Maha Pemberi. Percaya deh.
Maka sejak itu, saya tak pernah lagi mupeng dengan postingan bahagia orang-orang yang memiliki apa yang tidak saya miliki; karena saya tau, mereka pun punya masalah, tapi saya lah orang paling bahagia di muka bumi.
Mmmhh... atau mungkin kamu? Iya, kamu! 
Yaaa boleh aja sih :) 

Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS: Ibrahim: 7)









Saturday, June 23, 2018

(Review) Pixy Cleansing Express Brightening

11:33 AM 1 Comments
dok: pribadi


Hayooo siapa yang mengira Pixy ini produk lokal? Tadinya saya pikir iya, berhubung banyak beauty enthusiast yang memasukkan Pixy Lip Cream ke dalam kategori lip cream lokal. Ternyata, ga juga. Jadi Pixy ini brand milik Mandom Beauty di Tokyo, yang telah membuka cabang di Indonesia (PT. Mandom Indonesia Tbk.) sehingga mereka memproduksinya di sini. Tepatnya, di Bekasi. Sama lah ya kayak produk-produk Rohto seperti Hada Labo dan SkinAqua, mereka merk Jepang yang sudah diproduksi di Indonesia, oleh PT. Rohto Laboratories Indonesia.
Jadi kalau demikian, ini produk lokal atau bukan? Saya takut salah menyimpulkan ah. Hehehe...

Nah. Beberapa bulan terakhir ini saya lagi mengandalkan si Pixy Cleansing Express Brightening untuk first cleanser saya. Kalau ditotal mungkin sudah habis 5-6 botol. Alias, cocok dan suka banget.

Dia sangat efektif mengangkat sisa bedak dan kotoran dengan sangat mudah. Cukup 2-3 kapas untuk semuka kalau kamu habis full bedak/make up. Karena saya sehari-hari hanya pakai sunscreen dan bedak, atau sedikit blush on dan eyeliner kalau kerja (dan lip tint hahaha) saya hanya butuh 1-2 lembar kapas saja untuk sampai bersih maksimal.



Pixy Cleansing Express Brightening ini tidak mengandung alkohol, jadi aman buat kamu yang kulitnya kering atau sensitif terutama sama alkohol. Ga bikin kulit kering juga. Teksturnya cair kayak air, kalau dituang di kapas sih dia tidak berwarna ya. Terus dia ada wanginya karena memang tercantum fragrance di ingredients-nya. Saya pribadi sih suka, wanginya lembut dan tentunya tidak mengganggu.

Produk ini mengklaim bisa melembutkan kulit. Benarkah? Keseringan dan memang idealnya sih ini dipakai sebagai first cleanser, di mana pastinya ada second cleanser setelahnya, jadi saya ga terlalu merasakan efek melembutkannya. Tapi sebulan terakhir ini saya sering memakainya sendirian tanpa dibarengi si face wash setelahnya, dan saya rasa memang dia cukup melembabkan ketika saya ga langsung kasih hydrating toner setelahnya. Kalau melembutkan, eeemmmhh mungkin iya tapi saya ga terlalu notice karena skin carenya kan lebih dari 1, semuanya untuk melembutkan wkwkwkwkwk... demikian juga untuk efek brightening-nya.

Terakhir, soal harga. Dengan segala kebagusannya, produk ini murah sekali! Dia ada 2 kemasan, 100ml dan 150ml. Yang 100ml saya beli di Dan-Dan harganya 16ribuan, sedangkan yang 150ml harganya 20ribu. Murce yaah? Murah lah kalau dibandingin sama micellar water apalagi cleansing oil hahaha..

Kalau kekurangannya produk ini, hhmmm apa yah... saya sih merasa produk ini cepat habis. Hahaha.. ga tau makenya gimana ya.. tapi ya karena ga mahal juga ya udah, alhamdulillah, beli lagi aja.

Sebenarnya saya agak bingung dengan klasifikasi produk ini. Dia non-alkohol, tidak seperti pembersih ekspres lainnya. Tapi dia juga bukan micellar water. Jadi ini sebenarnya apah?? Hahah.. mungkin karena ga bawa nama micellar water itu yang membuat produk bagus ini kurang hype ya, secara sekarang itu lagi zamannya MW atau cleansing oil.

Ga usah ditanya tentang bakal repurchase atau engga ya, karena saat ini saya sedang menghabiskan botol ke-6 atau ke-7 gitu saya lupa.

Oke bhaaaay.. mudah-mudahan bermanfaat buat kamu yang pengen cari alternatif cleanser yang murah tapi bagus, atau buat kamu yang lagi pengen ganti cleanser karena bosan dengan cleanser sebelumnya (what??bosan??! emangnya gue?), atau buat kamu yang mulai menyadari betapa double cleansing itu perlu tapi masih malas karena takut ribet, ini bisa jadi solusi. Mudah-mudahan.

Assalamualaikum!

Disclaimer: Review ini berdasarkan pengalaman pribadi penulis, bukan endorse dari pihak manapun.

(ya kali ada yang ngendorse Far, baru juga review produk berapa kali. Hahaha)

Friday, June 22, 2018

Origin - Dan Brown (Book Review)

7:12 PM 2 Comments
Origin
Penulis: Dan Brown
Penerbit Bentang

Cetakan Ke-2, Januari 2018

dan brown

Buku ini hanya 516 halaman tapi sangat menggemparkan jiwa buat saya. Justru di bagian akhir cerita, ketika konfliknya sudah usai. Membaca buku ini membuat mata saya terbuka, bahwa kaum ateis, sebagaimana para pemeluk agama, juga berdakwah. Mereka bukan hanya tidak percaya adanya Tuhan atau menganggap agama tidak masuk akal; mereka pun berusaha menyebarkan keyakinannya, dan ingin sebanyak mungkin orang mengikuti keyakinan mereka. Kalau dalam istilah Arabnya, dakwah juga kan. Mereka pun banyak juga yang militan lho demi meyakinkan orang lain akan paham mereka.

Kisah dalam novel ini pada intinya adalah ingin mengungkap jawaban dari pertanyaan dasar manusia dari dulu hingga sekarang. Dari mana asal kita? Ke mana kita akan pergi? Mereka ya, saya mah ga mempertanyakan itu hehehe.. buat saya semuanya udah jelas.  

Ilmuwan yang diceritakan dalam novel ini, menyimpulkan bahwa kehidupan terjadi melalui hukum-hukum alam, terutama hukum fisika. Dengan penjelasan gamblang—yang saya skip membacanya karena kurang menarik buat saya, diceritakanlah bahwa hukum fisika demikian hebatnya, bahkan bisa mengakibatkan lahirnya sebuah kehidupan. Namun mereka tidak berpikir lebih jauh, “bila hukum fisika ini begitu canggih, maka siapa yang menciptakan hukum fisika itu?” (Robert Langdon)

Dalam novel ini, teknologi juga banyak dilibatkan dan disebut-sebut sebagai masa depan dunia ini. Saya sangat terkesan dengan akhir cerita di mana Profesor Langdon pada akhirnya mengalami sendiri bagaimana teknologi (dalam hal ini kecerdasan buatan/artificial inteligence) teramat sangat membantu dalam memecahkan masalah dan menjadi takjub karena keakuratannya, namun di sisi lain juga bisa sangat mengerikan, bahkan melakukan tindakan keji tanpa ragu dan rasa bersalah.  

Singkat kata, sebagaimana halnya saya yakin Robert Langdon pun sepakat, saya merasa beruntung telah diciptakan menjadi manusia; yang bisa merasakan gembira, senang, cinta, berharap, lupa, kecewa, sedih karena kegagalan, rasa ingin menyerah, dan sifat-sifat manusiawi yang lain. Perasaan-perasaan itu meskipun beberapa di antaranya negatif dan menghambat, yakinlah, menyenangkan rasanya ketika menyadari bahwa kita manusia, dengan segala kompleksitasnya

#origin #danbrown #resensi #novel 

Saturday, June 3, 2017

Pasca Laparoskopi Mioma Uteri (Part 2) Cyclo-proginova

2:08 PM 0 Comments
Hellooo... kali ini daku ingin bercerita tentang beberapa obat yang eijk konsumsi pasca operasi laparoskopi miom. Secara umum sudah dijelaskan di part 1 ya. Tapi ada yang spesial yang pengen gua bahas di sini. Nama obatnya Cyclo-proginova; obat hormon, untuk menormalkan kembali hormon-hormon yang merangsang pembentukan dinding rahim setelah dikerok ama ibu dokter.

Sebelumnya saya sudah pernah mengonsumsi obat ini selama 10 hari (dari total obat untuk 21 hari, yaitu waktu bleeding pasca minum primolut waktu umrah sebelumnya, sehari sebelum ke Sangatta, Kaltim. Alhamdulillah doi efektif menghentikan darah tersebut dan hayati bisa lanjut trip ke Sangatta 12 hari dengan sehat. Tentunya dikasih juga vitamin dan zat besi dosis tinggi, namanya iberet.

Jadi si cyclo ini minumnya harus penuh konsentrasi, u know? Jangan sampe telat, apalagi sampe salah urutannya, bisa kacaaaaww....(dan gue salah urutan). Hhhh... Obat ini harus diminum di jam yang sama setiap harinya, setelah makan. Pertama kali minum setelah dari RS kan gue jam 8 malem. Besoknya gue majuin jadi jam stgh8. Besoknya lagi, gue majuin lagi jam 7. Sampai sekarang, gue minum tu obat jam 6 sore. Ehehehe... Abisnya kemaleman kalo gue harus makan jam stgh 8, da gue biasanya ga suka makan malem.. Jadi diakalin deh. Hehe...ama diri sendiri aja licik yaaaak.. 



Kalau minum obat ini, perlu konsentrasi karena lo harus ngikutin panahnya, biar ga salah urutan. Panahnya kayak spiral gitu, dimulai dari kiri atas. Nah di hari ke-8 ketika pindah baris obatnya, mungkin gue bengong apa gimana, gue minum obat di bawah obat ke-7 yang warna merah, di mana harusnya gue minum obat di bawah nomor 1, warna putih. Dan gue baru sadar besoknya pas mau minum obat lagi T_T.

Hari ke-8 itu, siangnya, gue ke dokter untuk kontrol dan pasang IUD. Sekali lagi, IUD sementara doang ye, biar rahim eijk ga lengket. Efek pemasangan IUD ternyata sakit peruuut, mules kayak dapet, dan ya, berdarah. Ditambah gua salah minum obat. Besoknya, perut gue sakiiiiitt banget. Waktu itu siang, belom sadar kalo salah minum obat. Dua hari setelahnya, masih mules. Plus keluar darah agak banyak dan merah. Waktu itu sore habis ashar, hari kedua Ramadhan. Karena ragu, gue masih lanjutin puasa sampe maghrib. Waktu sahur, keluar darah lagi. Galaaaaaauuuu.... ini darah karena obat, karena IUD, apa karena emang haid?

Setelah telfon temen yang dokter ga diangkat (yaiyalah nelfonnya pas sahur), diskusi sama suami, doi prefer gua ga usah puasa. Trus gue ikut. Kira-kira jam setengah 6 pagi, akhirnya tanya temen yang orang kesehatan. Sebut saja namanya Tika. Gue ceritaiiiinn dari awal, sampai akhirnya, setelah dihitung-hitung, gue emang haid. Ga puasa. Dan yang kemarennya pun berarti gua batal juga. Baiklah. Hayati ikhlas bang. Eeehh qadarullah ya, setelah ikhlas, baru deh darah demi darah mengalir, ya, aku darah bulananmuuu,,, katanya.


The End. Hahaha... itu tentang si Cyclo-proginova. Saran gue, kalo dikasih dokter obat hormon, apapun, dengarkan dengan seksama. Gue hampir lupa waktu pertama diresepin sebelom operasi kalo hanya disuruh minum 10 hari aja. Alhamdulillah dapat hidayah, berupa ingatan yang samar-samar, lalu diyakinkan oleh teman sekamar di Sangatta yang merupakan dokter klinik mess. Ehehehe... 


Pasca Laparoskopi Mioma Uteri (Part 1)

11:17 AM 0 Comments
Bismillah. Saya terdorong untuk menulis ini karena mengalami banyak kebingungan di masa-masa pemulihan ini. Sebenarnya dari dulu sih. Hidup dengan sebongkah daging asing di dalam tubuh yang membawa beragam dampak, sungguh tidak mudah. Di situ saya merasa sedih, eh sori, merasa sangat terbantu dengan tulisan orang-orang yang pernah mengalami hal yang kurang lebih sama, yang menuliskannya di dalam blog mereka, alih-alih hanya komentar di forum yang susaaaaah banget nyari keywordnya. Mudah-mudahan tulisan-tulisan ini juga bisa membantu banyak orang ya. Aamiin..

Jadi guys, setelah gue menjalani Laparoskopi itu, gue jagoan bangaatt. Setelah mengigil berjam-jam pasca sadar dari bius total di ruang observasi, gue didorong keluar oleh suster sudah dengan muka biasa dan bisa tersenyum lebar menemui semua keluarga yang khawatir menunggu sejak pagi. Terutama suami yang benar-benar stand by nungguin dari pagi. Orang-orang di ruang tunggu sudah berganti-ganti, dia doang yang ga dipanggil-panggil. Tabah banget kamu, sayang. Trus muka kedua dan yang nampak paling mewek adalah si mamah, emak gue yang cantik dan solihah. Kayaknya agak jegleg gitu dia dengan kekhawatirannya yang memuncak dari siang, trus pas keluar anaknya cengengesan. Trus bibi gue, yang segera menyimpulkan, “Tapi seger tuh mukanya”, sangat membantu buat menenangkan semua orang bahwa I’m okay anyway. Alhamdulillah. Kemudian uwak paling senior meskipun sudah tua dan di kursi roda, dan sodara-sodara yang juga sudah menunggu lama dalam doa... terima kasih banyak...

Suster bilang, “Ibu kayaknya baru boleh minum 2 hari lagi nih bu, soalnya operasinya lama banget. Nanti kalo kering banget bla bla bla bla...”. Iya, okay, kan ada infus. Gue ikhlas. Fyi, standarnya orang abis operasi paling 12-24 jam kemudian baru boleh minum. Sampai ruang perawatan, sebelum pergi suster nyuruh gue untuk latihan banyak gerak biar cepat pulih. Siap. Kemudian gue shalat isya seadanya, dengan badan berasa remuk karena ga bergerak lebih dari 8 jam rasanya. Selama tidur malam itu, gue bolak-balik hadap kanan, telentang, hadap kiri, telentang lagi.

Jam 4 pagi, ada dokter dan suster datang, mau sinc apa sink atau apa gitu, mau dengerin usus gue. Entahlah, mungkin merdu. Haha.. dokter bilang, boleh minum (what?!), setengah jam lagi lapor suster, mual apa engga. Kalau engga udah boleh makan makanan halus. Maa sya Allaah.... bahagia banget dengernya... udah boleh minum ga sampe nunggu berjam-jam. Trus, gue mulai duduk. Jam 6 pagi, kateter dilepas, dan gue disuruh mandi sendiri. Owkayh. Alhamdulillah bok... bisa! Fyi, itu adalah mandi paling surga seumur-umur idup gue..rasanya kayak dibasuh air kehidupan dari khayangan, seggeeeeeerrrr banget! Kayak kembali hidup lagi gue.. Alhamdulillah ya Allaah...

Habis itu makan bubur, terus nonton kartun sambil balas-balasin whatsapp. Terus ternyata di infusan tangan kiri ada darah beku (dimana itu adalah tojosan kedua di tangan kiri karena nadi gue kecil banget, jadi yang pertama gagal). Ditojos lah juga tangan kanan gue, pake infusan buat bayi katanya yang kecil banget :D Praktis gue ga bisa maen handphone lagi T___T Ya udah konsentrasi nonton kartun aja.

Selama di RS hari Jumat itu, gue nyicil qadha shalat zuhur, ashar, dan maghrib yang kemarin gue tinggalkan karena dibius total. Sebelum ini gue sudah sangat sering meng-qadha shalat karena memiliki miom berarti cenderung mengalami banyak kebingungan tentang keluarnya darah. Sering mengira sudah haid sepanjang hari, eh ternyata istihadhah. Jadi meng-qadha shalat yang ditinggalkan. Yang semacam itu lah contohnya. Gue pun sudah lama menemukan hadits tentang qadha shalat ini, bahwa ia adalah boleh dan pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. Haditsnya shahih riwayat Bukhari. Nanti kalau sempat in sya Allah postingan ini diedit ya saya tambahin haditsnya. Bukunya ada di rak buku di ruang tamu di bawah. Hehe...punten.

Hhhhmmmm selama masih di RS itu, gue disuntik beberapa obat. Setelah divonis boleh pulang sama dokter sore harinya, udah ga sabar mau lepas infus! Dikasihlah gue obat-obat minum beragam macamnya. Sebagai berikut:
-        - Ostelox; sebagai pereda nyeri. Gua segar bugar sampai obat ini habis, abis itu ngedrop. Baru kerasa sakitnya. Hihihi..
-        - Kalnex; untuk pembekuan darah, menghentikan pendarahan
-        - Cravit; antibiotik
-        - Flagyl Forte; antibiotik, terutama untuk keputihan yang pasti terjadi setelah tindakan
-        - Cyclo-proginova; obat hormon, untuk menormalkan kembali hormon-hormon yang merangsang pembentukan dinding rahim setelah dikerok ama ibu dokter kesayangan.

Yang paling unik dan harus mendapatkan perhatian penuh adalah obat terakhir, tapi kita lanjut di part 2 yaaah.. di sini udah kepanjangan. Hehe... Terima kasih sudah membaca pendahuluan yang panjang ini... :D

#My Thought